Dunia Lingga

Mengurangi Demam dan Batuk Pilek dengan Pijat Bayi (plus Review Minyak Kutus-kutus)


Sekitar dua minggu lalu saya mengikuti acara emak blogger Solo. Tentu dengan membawa pasukan, Arfa dan Filza. Beruntung bapaknya anak-anak mau mengasuh keduanya di event tersebut. Karena lokasi acara dekat dengan mal, rencananya anak-anak bermain di playground

Rencana tinggal rencana. Sewaktu di mobil, Arfa keliatan lemes dan badannya agak panas. Sudah sampai lokasi acara, si anak malah muntah😅. 

Muntahnya berhamburan ke lantai basement hotel pula, haha😩. Gara-garanya masuk angin karena pagi-pagi sebelum ke event kita motoran dulu beli sarapan. Wah, gawat ini, bisa gagal ikutan acara blogger.

Sebagai mamak P3K, minyak kayu putih, minyak telon selalu ada di tas. Dan pendatang baru di tas, minyak kutus-kutus. Saya dikirim minyak kutus-kutus sebulan sebelumnya sama teman sekaligus owner @rumahkutusbekasi. Cuma ya, saat itu belum saya pakai saja.



Saya awalnya nggak terlalu tertarik memakai minyak kutus-kutus, karena namanya rada-rada aneh, wkwkwk. Sebelumnya banyak teman juga yang jualan tapi saya belum tertarik juga. Tapi katanya minyak ini banyak manfaatnya dan itu saya rasakan sendiri sekarang.

Sama bapaknya, Arfa dibalur minyak kutus-kutus. Telapak kaki, punggung dan perut. Karena si anak sakit, rencana ke mal dimundurin dan mereka menunggu di luar ruangan. Untungnya di luar ruangan bersih dan pakai karpet, secara hotel besar.

Selama acara saya bolak-balik melihat kondisi Arfa sambil momong Filza. Arfa  tidur di pangkuan bapaknya, puleees banget. Mungkin merasa hangat karena dibalur minyak kutus-kutus? Sejam berlalu, Arfa masih tidur nyenyak. Saya bawa Filza ke ruangan karena acara emak blogger boleh bawa anak Alhamdulillah.

Tiba-tiba Arfa nyusul sendiri ke ruangan mencari saya. Duduklah dia di samping saya dan kayak nggak terjadi apa-apa. Saya pegang badan dan dahinya, loh sudah nggak terlalu panas ya. Apa ini efek dari minyak kutus-kutus? Alhamdulillah sih si anak ceria kembali.

Karena sudah keliatan sehat, bahkan mau makan ayam McD tepat di samping hotel, si anak meminta bermain ke playground Hartono Mal. Nggak tanggung-tanggung, pengen main salju. Lha, kan baru sehat pikir saya. Masuk ke Snow World Hartono Mal yang hanya nol derajat celcius itu membuat kami khawatir dia masuk angin lagi. 


Tapi si anak bersikeras mau masuk akhirnya kami izinkan, toh di dalam hanya 10 menit. Sebelum masuk kami balurkan lagi minyak kutus-kutus dan Alhamdulillah di dalam lari-larian, timpuk-timpukan es😅 sama saudaranya. Pas keluar mukanya Arfa dingin sekali. Kami balurkan kembali minyak kutus-kutus ke badan, punggung, telapak kaki dan tangan. Alhamdulillah, anaknya ceria sampai pulang ke rumah. Suami sampai takjub ngelihat Arfa yang kembali seperti semula.

Beres kakaknya, gantian adiknya Filza yang sakit. Selang seminggu kakaknya sehat, si bayi batuk pilek dan demam. Kayaknya gara-gara kecapean ikut antar jemput kakaknya sekolah. Bayi kalau lagi flu rewelnya luar biasa. Kata dr Apin, kuncinya bayi flu itu sabar dan gendong. Tapi, Bubu nggak kuat gendong semalam suntuk😂. Serba salah juga karena saya belum berani memberi obat flu buat Filza karena masih kecil juga.

Akhirnya saya pakai cara tradisional mengurangi batuk pilek dan demam pada bayi dengan cara memijatnya menggunakan minyak kelapa dan bawang merah. Biasanya kalau Arfa demam dan batuk pilek kami membawa ke dukun pijat bayi yang sudah terkenal di daerah kami. 

Sewaktu Arfa, dipijat dukun bayi nggak masalah buat dia, malah bisa tidur nyenyak dipangkuan dukun pijat. Kalau Filza agak berbeda karena dia defense sama orang yang nggak terlalu dekat sama dia. Yang ada baru sampai rumah dukun pijat dia sudah nangis😂.

Akhirnya saya belajarlah secara mandiri teknik memijat bayi untuk mengurangi batuk dan pilek dari internet dan base on pengalaman.

Pertama, baca doa untuk muslim. Meruqyah secara ringan dengan baca surat alfatihah, al ikhlas (3x), al falaq (3x), an nas (3x) dan ayat kursi. Kata ustad-ustad yang saya dengar ceramahnya, dengan merapal doa tersebut lalu diusapkanlah ke kepala hingga telapak kaki bayi. 

Kedua, jika sudah membacakan doa, tak lupa untuk melihat kedua matanya dan bilang kita akan memijatnya. Dengan bilang atau izin dahulu, kita bisa tahu si anak berkenan atau tidak untuk dipijat. Dengan minta izin terlebih dahulu, anak akan jadi lebih relaks.

Ketiga, memijat telapak kaki. Berdasarkan panduan pijat minyak kutus-kutus, telapak kaki dan punggung jadi area tubuh yang wajib dibalur minyak kutus-kutus. Ternyata, membalurkan bahan aktif pada telapak kaki tidak membuka saluran napas atau memecah lendir, tapi dapat merangsang otak untuk melancarkan jalan napas, batuk pun jadi mereda.


Dari riset terbaru peraih Nobel Rod MacKinnon dan Bruce Bean, Harvard Universitu rangsangan saraf dapat mempengaruhi tulang belakang untuk membantu meredakan beberapa penyakit akibat saraf yang terlalu terstimulasi seperti kram dan batuk. Seperti yang kita tahu, kaki banyak mengandung saraf. Penelitian menyebut, jika saraf sensorik di telapak kaki mungkin merespon rangsangan minyak hangat karena pusat batuk di otak berada di sebelah sumsum tulang belang dan menekan siklus batuk. 

Meski belum diobservasi secara ilmiah, tidak ada salahnya mencobanya jika batuk tak kunjung reda. Saya biasanya membalurkan saat si bayi terlelap sambil dipijat-pijat halus. Oiya, jangan lupa juga area tungkai kaki dan lutut. 

Keempat, memijat punggung. Balurkan minyak kutus-kutus dari bawah hingga ke atas punggung.


Kelima, memulai dipijat searah jarum jam. Semprot minyak kutus-kutus ke tangan kemudian pijat dada bayi secara perlahan-lahan dengan gerakan memutar searah jarum jam lebih kurang lima hingga sepuluh kali. Posisinya bisa sambil tiduran, berdiri atau duduk senyamannya anak.

Keenam, ketuk ringan dada anak dengan dua jari dengan rentang lima hingga sepuluh kali. Ini dimaksudkan untuk mencegah masuk angin.

Ketujuh, open book atau gerakan seperti membuka buku untuk melancarkan kele jar getah bening. Gerakannya yaitu mengusap dari dada mengarah ke luar hingga pundak. 

Kedelapan, mengompres dada. Jika masih batuk, kompres dada anak dengan kompres gel atau waslap hangat. Dengan mengompres hangat dapat membuka pembulih darah arteri yang tadinya kecil menjadi lebih besar.

Kesembilan, ucapkan terimakasih kepada bayi karena mau kooperatif saat dipijat.

Cara ini memang hanya untuk mengurangi deman dan batuk pilek pada bayi, jika terus berlanjut tetap harus menghubungi dokter.

Cara ini juga saya lakukan kepada suami yang sering banget masuk angin karena naik motor kalau kerja. Bedanya, ia menambah dengan asupan lain seperti teh atau susu jahe. Alhamdulillah dibalur minyak kutus-kutus menjadi semakin sehat.


Review Minyak Kutus-kutus
Oiya, minyak ini saya dapat dari @rumahkutusbekasi, insyaAllah terpercaya dan asli, juga free ongkir  Minyak kutus-kutus sendiri sepertinya sedang booming karena banyak yang merasakan khasiatnya. 


Harga:
Untuk 100ml minyak kutus-kutus seharga Rp 230 ribu. Memang lumayan lebih mahal dibanding minyak telon dan minyak balur lainnya. Tapi bisa dapat harga diskon jika membeli di seller yang tepat. 

Tekstur:
Tekstur minyak kutus-kutus agak kental namun cepat menyerap ke kulit.

Warna
Warnanya hijau bening

Wangi:
Awal mula mencium aroma minyak kutus-kutus, saya jadi teringat waktu tugas kerja ke Bali. Aromanya mirip-mirip nuansa bali begitu. Ada aroma kunyit, gaharu dan jahe yang saya cium.

Kandungan minyak kutus-kutus:
Minyak zaitun
Minyak zaitun adalah bahan baku yang komposisinya terbanyak dalam proses pembuatan minyak kutus kutus bali ini. Ekstrak buah zaitun itu diperoleh dengan cara diperas untuk mengeluarkan minyak. Manfaat minyak zaitun ini tergolong bagus sebab memiliki kandungan oleic acid, trigliserida, senyawa fenolik dan juga tokoferol.

Minyak kelapa
Minyak kelapa yang menjadi bahan pembuatan dari minyak kutus kutus ini adalah jenic VCO atau minyak kelapa murni. Jenis ini dipakai sebab memiliki kandungan asam lemak rantai sedang sebesar 92%. Di hati, minyak kelapa ini diproses hanya untuk menjadi energi dan tidak akan menimbun lemak serta kolesterol. Fungsinya lebih untuk membantu kinerja untuk semua organ, kelenjar endoktrin, dan juga jaringan pada tubuh.

Daun neem dan Ashitaba
Kedua daun ini merupakan bahan herbal impor dari india dan jepang. Sebagai ramuan untuk obat sakit, keduanya bagus untuk penyembuhan dan menjaga kesehatan. Mereka memiliki manfaat sebagai anti oksidan dan menetralkan segala macam racun yang berada di dalam tubuh. Dan kandungan lainnya hingga puluhan kandungan herbal lainnya.

Packaging:
Packaging cukup sederhana dengan material botol bening dan tutupnya. Ada kertas berisi titik chi yang bisa kita baca dalam boksnya.

 Review secara keseluruhan:
> hangat di badan tapi nggak bikin kepanasan bayi
> baunya mirip aromaterapi khas Bali begitu
> halal karena dapat sertifikat halal MUI
> buka tutupnya nggak praktis, jika seller baik suka langsung diberi pump jadi lebih praktis.

Kalau disuruh repurchase saya bakal beli lagi karena manfaatnya buat anak dan keluarga.

Bagaimana sahabat, tertarik melakukan cara saya mengurangi demam, batuk dan pilek pada bayi tanpa obat-obatan kimia? Share dong pengalamannya😊

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Mengurangi Demam dan Batuk Pilek dengan Pijat Bayi (plus Review Minyak Kutus-kutus)"

  1. akupun stock kutus2 mba di rumah, enak lgsg nyenyak kalau aku pake :) ga cuman anak2 aja hehehe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)