Dunia Lingga

8 Langkah Pintar Busui Pilih Pompa ASI dan Review Medela Swing Maxi


Salah satu perlengkapan wajib ibu menyusui adalah POMPA ASI. Ya, produk satu ini menurut saya harus ada baik untuk working mom atau stay at home mom.

Sewaktu melahirkan anak pertama, saya masih bekerja di sebuah lembaga kemanusiaan. Karena masih menjadi working mom, alat tempur menyusui yakni pompa ASI menjadi list pertama  perlengkapan menyusui yang harus dimiliki.

Saat itu, saya membeli pompa ASI manual untuk menyetok ASI. Alhamdulillah, ternyata pompa ASI terpakai di hari pertama Arfa lahir. Baca: Pengalaman Melahirkan Anak Pertama 4,3 Kilogram

Kenapa tidak disusui langsung? Karena saat itu ASI masih sedikit yang keluar dan puting saya masih datar, masuk ke dalam begitu. Alhasil, Arfa tidak bisa disusui dengan maksimal.  Saya juga belum banyak belajar pelekatan menyusui yang baik karena dicoba disusui langsung pun nggak berhasil juga. Jadi selama dua hari di rumah sakit, saya memerah ASI menggunakan pompa ASI. Meski hasil ASI nggak terlalu banyak, seenggaknya Arfa bisa meminum ASI.
Menangis terus meminta ASI padahal puting lecet TT
Sesampainya di rumah, drama pun terjadi. Pelekatan menyusui belum juga sempurna, si anak menangis terus, dan saya kecapean T.T. Belum lagi puting lecet dan bernanah karena pelekatan nggak sempurna semakin membuat intensitas menyusui langsung menjadi jarang. Dampak tambahannya adalah, payudara menjadi bengkak, sakit banget rasanya (masih teringat rasanya hikss). Rasanya saat itu jadi neraka buat saya.

Harapan satu-satunya adalah terus memerah ASI dengan pompa ASI. Rasanya memang tetap sakit, tapi tidak sesakit disusui langsung. Alhamdulillah, karena memompa ASI dilakukan secara rutin dan sering, produksi ASI pun semakin banyak. Seperti yang kita tahu, banyaknya ASI tergantung supply dan demand

Semakin sering disusui atau diperah, maka akan semakin banyak ASI-nya. Semakin ibu merasa bahagia, semakin banyak pula ASI yang dihasilkan. Jadi, sebagai ibu menyusui, kita harus terus menjaga mood agar tetap menyenangkan. Makan-makanan yang digemari, menonton televisi, berolahraga dan hal lainnya yang membuat kita senang. Baca: 7 Booster ASI Paling Efektif

Memutuskan resign dan menjadi stay at home home
Karena tidak sanggup meninggalkan Arfa bekerja, saya memutuskan resign dari pekerjaan setelah cuti tiga bulan (haha..untung lembaganya baik banget). Keputusan yang sulit namun insya Allah yang terbaik untuk saya dan Arfa, hehe. Setelah jadi ibu di rumah, saya tetap memompa ASI namun tidak banyak intensitasnya, karena Arfa lebih sering disusui langsung.

Ketika usia Arfa enam bulan, saya dirawat di rumah sakit karena demam berdarah (DBD) selama seminggu. Selama seminggu itu pula saya harus meninggalkan Arfa. Pihak rumah sakit tidak memperkenankan Arfa untuk masuk karena rawan tertular penyakit dari pasien lain.

Di situ saya menangis sejadinya. Saya tidak pernah meninggalkan Arfa dalam waktu yang cukup lama. Saya selalu cepat tanggap jika dia ingin menyusui. Di saat seperti itulah saya sedih karena tidak bisa memberikan ASI kepada Arfa secara langsung. Belum lagi saya tidak terlalu banyak menyimpan stok ASI perah. Saat sakit yang terpikir hanya Arfa. Apa ia minum ASI perah dengan senang atau selalu menangis. Namun Alhamdulillah, semua dapat dilalui dan Arfa tetap dapat minum ASI.

Inilah yang menjadi pelajaran buat saya agar tetap memompa ASI dan menyetok cukup banyak ASI di kulkas untuk Arfa.  Alhamdulillah rumah sakit tidak jauh dari rumah. Sehingga, setiap suami dan adik giliran datang untuk menemani saya, saya mengirimkan ASI yang saya pompa di rumah sakit.

Memang ternyata, ibu menyusui harus memiliki pompa ASI baik working mom maupun ibu di rumah. Karena misalnya ada kepentingan keluar rumah tanpa membawa anak, sakit seperti yang saya alami atau sekadar ingin me time. Saya juga belajar untuk selalu menyetok ASI walaupun jumlahnya tidak sebanyak para working mom.

Ibu pintar pilih pompa ASI yang baik

Saat anak pertama saya pakai pompa ASI manual. Saat melahirkan anak kedua Februari tahun lalu, saya mencoba memakai pompa ASI elektrik. Setelah memiliki dua anak, memakai pompa ASI manual agak melelahkan juga ternyata­čść. Harus mengeluarkan energi lebih besar untuk memompa sementara pekerjaan rumah mengantri. Selain itu juga produksi ASI nggak terlalu banyak jadinya. Baca juga: Pengalaman Melahirkan Anak Kedua Berat 4,2 Kg Secara Normal


Tetap memompa ASI untuk anak kedua
Untuk itu, meskipun menjadi ibu di rumah, saya memilih pompa ASI elektrik. Memilih pompa ASI elektrik memang nggak bisa sembarangan sih. Berikut beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih pompa ASI elektrik, yakni:

1. Perbanyak referensi 
Sebelum memilih pompa ASI yang cocok, hendaknya teman-teman mencari berbagai referensi dari berbagai sumber baik itu dari website, blog, atau pun komunitas-komunitas ibu menyusui. Dengan memperbanyak referensi, kita akan  bisa memilih pompa ASI yang sesuai dengan kondisi. Baik dari preferensi harga maupun kualitas dan kenyamanan dalam memakainya.

2. BPA Free
Sebaiknya memilih pompa ASI yang sudah BPA free karena aman digunakan. Seperti yang kita tahu, sebagian besar pompa ASI terbuat dari bahan plastik. Kalau tidak ada label BPA free bisa berbahaya untuk si kecil karena terpapar zat kimia.

3. Mudah dirakit dan digunakan

Pemilihan pompa ASI elektrik juga harus mudah dirakit dan digunakan. Pasalnya, jika mudah dirakit bisa menghemat waktu sehingga bisa segera memerah ASI.

4. Simpel dan mobile
Memilih pompa ASI elektrik yang simpel juga bisa memudahkan kita jika bepergian kemana-mana. Pompa ASI elektrik tidak akan makan ruang karena  mudah untuk dibawa kemana-mana.

5. Mudah Dibersihkan
Pengalaman memakai pompa ASI manual sebelumnya, ada bagian pompa ASI yang sulit banget dibersihkan. Harus pakai sikat khusus yang kecil untuk menjangkau bagian yang tersembunyi. Maka, pilihlah pompa ASI yang mudah dibersihkan.

6. Harga jual preloved tinggi

Ketika sudah selesai menyusui dan tidak berencana punya anak lagi, biasanya akan saya berikan ke saudara. Atau jika tidak, pompa ASI tersebut dijual saja daripada tidak dipakai. Maka dari itu, penting jika pompa ASI memiliki harga jual preloved yang tinggi.

7. Spare part mudah ditemukan dan tidak banyak
Terkadang ada bagian pompa ASI yang hilang atau rusak, sehingga dibutuhkan spare part lainnya. Dengan spare part yang mudah ditemukan di seller, tentu bisa sangat memudahkan kita. Spare part pompa ASI juga diusahakan yang tidak terlalu banyak karena pasti akan kesulitan membawanya.

8. Daya Hisap pompa ASI elektrik yang kuat
Dari beberapa review mengenai pompa ASI, daya hisap menjadi salah satu bahan pertimbangan penting dalam memilih pompa ASI elektrik. Dengan daya hisap yang kuat, tentunya produksi ASI semakin banyak. Seperti pompa ASI dari Medela yang saya pakai saat ini.

Review Pompa ASI Medela Swing Maxi
Saya awalnya mengetahui pompa ASI Medela Swing Maxi ini dari banyaknya review di blog dan website. Beberapa pengulas yang juga ibu menyusui menyebut, pompa ASI dari Medela bisa memerah lebih banyak ASI dalam waktu singkat. Pompa ASI Medela juga dapat memancing Let Down Reflex (LDR) berkali-kali.

Pantas saja, ternyata pompa ASI Medela merupakan buatan Swiss yang sudah hadir sejak 1964. Woah, sudah lama sekali ya ternyata. Sementara di Indonesia, Medela sudah menemani para ibu di Indonesia lebih dari 20 tahun.

Sudah banyak rumah sakit dan tenaga medis di Indonesia juga memakai Medela untuk melayani pasien. Ternyata tidak hanya di Indonesia saja, Medela juga dipercaya RS dan tenaga medis di Amerika, Eropa dan Asia. Sepengetahuan saya, ada teman yang melahirkan di luar negeri, pihak RS-nya juga menyediakan Medela. Medela menjadi solusi breastfeeding dengan kelengkapan produknya mulai dari pompa ASI, penyimpanan ASI, masalah pada puting dan lainnya. Medela juga dibuat berdasarkan riset klinis jadi sangat aman.

Keunggulan Memilih Pompa ASI Medela Swing Maxi Untuk Ibu Pintar

Salah satu keunggulan dari Medela yang saya tahu adalah adanya teknologi 2-Phase Expressions. Teknologi ini digadang-gadang membuat pompa ASI Medela menyerupai hisapan alami bayi. Teknologi ini juga dapat menghasilkan ASI perah lebih banyak.

Artian dari 2-Phase Expression sendiri yakni adanya Stimulation Phase dan Expression Phase. Stimulation Phase dimana saat mulut bayi di puting ibu, bayi menghisap dengan cepat namun ringan untuk menstimulasi produk ASI. Sedangkan Expression Phase saat ASI keluar, si bayi menyusu secara lambat namun dengan hisapan yang lebih dalam.

Beberapa keunggulan pompa ASI Medela Swing Maxi disebutkan yakni dapat menstimulasi produksi ASI, tidak sakit di puting, membantu mengosongkan payudara, mengoptimalkan produksi ASI, awet hingga garansi hingga dua tahun.

Sebelum review pemakaiannya, saya jelaskan dahulu apa saja komponen atau spare part yang ada pada pompa ASI Medela Swing Maxi:
1. connector Swing Maxi dua buah. Connector ini bisa dipakai untuk memompa tunggal atau ganda. Jika untuk memompa tunggal, tinggal masukkan selang yang tidak terpakai ke penahan selang
2. corong 24 mm  dua buah
3. botol 150 ml dua buah
4. stand botol dua buah
5. Adaptor Swing Maxi satu buah
6. power bank satu buah
7. mesin motor pompa ASI Medela



Pompa ASI Medela Swing Maxi Mudah dirakit
Merakit pompa ASI Medela Swing saya rasakan sangat mudah. Di dalamnya ada petunjuk atau cara merakit pompa Medela Swing Maxi dan memompa ASI baik pemompaan secara tunggal atau ganda.

Pilihan Daya Beragam
Apalagi ada pilihan pengisian daya, yakni dengan adaptor listrik, dengan baterai dan juga memakai power bank.

Kabel adaptor seperti adaptor listrik di Indonesia pada umumnya, sementara pada baterai kita tinggal memasukkan enam baterai AAA Micro 1,5V.

Pemakaian power bank sangat memudahkan jika kita pergi jarak jauh dengan menggunakan mobil, kereta atau pesawat. Kita nggak perlu lagi mencari colokan listrik atau mencari baterai jika habis. Medela benar-benar sangat memudahkan ibu menyusui.

Cara operasi Pompa Medela Swing Maxi yang mudah
Setelah dirakit, saya mencoba untuk memompa tunggal dan ganda dengan pompa ASI Medela Swing Maxi. Ternyata sangat nyaman karena saya bisa memilih tingkat hisap dan pengaturan. Untuk cara operasi mesin Medela Swing Maxi sangat mudah:
1. Nyalakan pompa ASI dengan tombol power. Fase stimulasi paling lama berlangsung selama dua menit. Selanjutnya berubah menjadi fase ekspresi
2. Jika ASI sudah terlanjur mengalir, tekan tombol unuk beralih ke fase ekspresi. Vakum dapat disesuaikan, (+)  untuk meningkatkan vakum, tombol (-) untuk menurunkannya kembali.


Dengan pompa ASI Medela Swing Maxi dan memompa ganda, payudara terasa kosong sehingga sangat baik meningkatkan produksi ASI. Dengan Medela Swing Maxi saya merasa dua kali lebih cepat memompa dibandingkan memompa dengan satu payudara. Menurut riset, pompa ASI Medela Swing Maxi memompa ganda dapat menghasilkan 18 persen lebih banyak ASI dibandingkan dengan memompa tunggal.

Bentuknya pun compact ya enak dibawa kemana-mana. Kalau lagi butuh mempompa tunggal bisa, memompa ganda juga bisa, jadi tinggal merakit selang saja seperti tata cara di atas.

Spare part gampang dicari dan tidak banyak sehingga mudah dibersihkan
Spare part pompa ASI Medela Swing Maxi tidak banyak ya, sehingga kita dapat dengan mudah membersihkannya.

Membersihkannya cukup mudah, bisa langsung dicuci dengan air kran lalu disteril. Karena penghisapnya tidak berbentuk corong, pompa ASI Medela Swing Maxi mudah dibersihkan. Alhdulillah tidak ada bekas ASI yang menempel di dalam penghisapnya.


Suara motor pompa ASI halus dan tidak berisik
Saya pernah menemukan ibu bekerja yang kebetulan tidak ada ruang menyusui terpaksa harus memompa ASI di kamar mandi. Entah pakai produk apa, suaranya terdengar kemana-mana dan agak mengganggu pengunjung kamar mandi. Kalau pompa ASI Medela Swing Maxi ini getaran mesinnya halus dan tidak berisik, lebih mirip mode getar handphone tapi lebih halus lagi.



Nyaman dan tidak membuat puting sakit
Alhamdulillah saat pertama kali mencoba pompa ASI Medela Swing Maxi sangat nyaman dan tidak membuat puting sakit. Payudara pun bisa kosong lebih efisien dan baik.

Harga second yang cukup tinggi
Dari harga beli, harga jualnya pun sangat lumayan cukup tinggi. Ini artinya, pompa ASI Medela Swing Maxi  memang sangat bagus.

Bagaimana sahabat, kalau dilihat-lihat memang banyak keunggulan pompa ASI Medela Swing Maxi dengan beberapa hal yang saya sebut tadi sebelum membeli pompa ASI ya. Semoga bermanfaat review pompa ASI Medela Swing Maxi ini. Semoga bisa jadi bahan pertimbangan sahabat sekalian dalam membeli pompa ASI. Happy breastfeeding moms :)

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "8 Langkah Pintar Busui Pilih Pompa ASI dan Review Medela Swing Maxi"

  1. Jadi meskipun sudah resign dan selalu dirumah, pompa asi tetap penting juga ya untuk jaga jaga supaya tetep bisa mompa asi..

    Ternyata kalo ga dipompa atau langsung dikasih ke bayi lewat proses meng-asi-hi, ternyata bisa bengkak ya ?
    baru tau akuu

    *maklum belum nikah wkwkw

    ReplyDelete

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)