Dunia Lingga

Heavenly Blush Yo Jaga Asupan Serat Sayur dan Buah Anak



Jujur, anak saya Arfa susah sekali makan sayur. Sayuran yang bisa masuk ke mulutnya cuma wortel, kol dan toge. Coba bayangkan, dari beragam jenis sayur di Indonesia, dia cuma suka ketiga jenis itu๐Ÿ˜“. Itu pun sudah diolah jadi makanan seperti sayur sop atau soto. Sayuran hijau semacam bayam, kangkung dan sawi, bisa perang dunia kedua kalau Arfa dikasih makan itu.

Pertama, kalau dikasih sayur mulutnya mingkem semingkem-mingkemnya. Mingkemnya itu no joke loh, haha..gak ada celah sedikitpun buat masuk sayur mayur. Atau cara kedua, si anak kabur melesat seperti pesawat jet. "Arfa...maunya telooor,"teriak si anak sambil berlari. Emak cuma bisa mengutuki diri sambil bilang..I am a bad mom..huahuaaa..mulai deh galau. Apa moms lain juga merasakan hal yang sama kalau anaknya nggak suka sayur?

Kalau buah-buahan dia sih nggak masalah, masih banyak yang dia suka, apalagi kalau di jus, dia nggak akan menolak. Cuma sebagai orang tua pasti khawatir, bagaimana kesehatan pencernaan dan tubuhnya kalau jarang makan sayur dan hanya mau makan telor lagi telor lagi??. Telor ceplok telor dadar, telor orak arik..pokoknya telor haha. Padahal dulu batita dia suka apa saja. Kangkung, brokoli dan sayur lainnya pasti ditelan.

Entah kenapa sejak usia tiga tahun dan hingga empat tahun, dia mulai bisa pilah-pilih makanan. Kalau begini, dampaknya saya jadi malas banget masak macam-macam karena nggak akan dimakan juga. Padahal, mengenalkan sayuran ke anak sejak kecil itu penting sekali. Kenapa?

Pertama, nutrisi dari sayur dan buah tak hanya penting untuk tumbuh kembangnya, tapi juga penting untuk kekebalan tubuh anak. Badan Kesehatan Dunia atau WHO bahkan melansir bahwa lebih kurang 2,7 juta nyawa setiap tahunnya bisa terhindar dari penyakit mematikan apabila mengkonsumsi buah secara rutin. 

Kedua, kandungan serat pada buah dan sayur membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan anak. Anak sering kesulitan buang air besar? Kemungkinan besar ia kurang mengkonsumsi buah dan sayur. 

Ketiga, mengkonsumsi buah dan sayur dapat mengurangi resiko obesitas pada anak. Dengan mengkonsumsi buah secara rutin, juga berpengaruh dengan berat badan yang sehat. 

Keempat, tidak tertarik mengkonsumsi camilan kemasan tidak sehat karena perutnya sudah kenyang dengan buah dan sayur. Yang terakhir,  berdasarkan penelitian Journal of School Health, anak yang rutin mengkonsumsi buah dan sayur bisa sukses secara akademis dibanding anak yang jarang mengkonsumsinya. 1)

Arfa nggak suka sayur ini bikin saya bingung sebenarnya. Beragam tips saya lakukan agar anak suka dan doyan sayur, salah satunya dengan contoh dari orang tua. Saya sendiri sangat suka sayur. Maklum orang Sunda, katanya kayak kambing karena makan hijau-hijau melulu, haha. Saya sudah sering mencontohkan makan sayur di depan dia, tapi dia tetap nggak bergeming. Terus masih ada teman yang bilang, "Orang tuanya nggak suka sayur kali?"..atuhlaah..

Tips lainnya, dengan mengajak anak menyiapkan menu. Saya terkadang mengajaknya berpartisipasi untuk memotong-motong sayur sambil diawasi tentunya. Cara ini sedikit berhasil, karena Arfa bangga akan makanan buatannya. Misalnya saya membuat bakwan sayur, atau brokoli crispy. "Sini Arfa yang aduk-aduk tepungnya,"kata si anak. 

Selain itu, saya memang harus lebih kreatif membuat menu sayuran untuk Arfa. Arfa nggak suka kalau sayurnya benar-benar terlihat. Arfa bakal kabur begitu saja. Kalau dibuat nugget sayur, brokoli goreng tepung dan menu lainnya dibuat dengan cara yang nggak biasa. Misalnya, menambahkan potongan wortel dalam camilan seperti cilok atau cireng yang kami buat bersama. 

Saya juga memberikannya pujian jika berhasil menghabiskan sayur yang diberikan. "Ih, hebat banget anak Bubu ngabisin sayur sopnya!" Cara ini cukup berhasil bikin Arfa semakin bangga karena pujian orang tuanya.  

Tapi ada kalanya cara di atas nggak semuanya berhasil. Untuk itu, perlu asupan komplementer yang juga dapat menjaga nutrisi dan pencernaannya. Salah satunya produk turunan susu, Yogurt. Alhamdulillah semua produk turunan susu ini Arfa dan adiknya suka. Meski agak asem, saya dan anak-anak menyukainya. 

Makanya kalau belanja bulanan, wajib bagi saya untuk menyetok susu dan yoghurt yang baik untuk pencernaannya. Yogurt kaya akan probiotik yang dapat membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah diare serta konstipasi anak. Ternyata, masih banyak manfaat yogurt buat anak loh, beberapa di anataranya:



1. Menjaga kebutuhan kalsium 
Selain susu, yogurt menjadi minuman yang dapat menjaga kebutuhan kalsium anak. Delapan ons yogurt mengandung 400mg kalsium. Jumlah tersebut sudah memenuhi kebutuhan kalsium anak setiap harinya.  Yogurt mengandung laktoferi yang merupakan sebuah ikatan protein-besi yang membantu membangun sel tulang dan menghambat aktivitas sel osteoklas, yakni sel yang dapat menghancurkan tulang.

2. Kaya protein
Selain kalsium, yogurt juga kaya akan protein. Sebanyak delapan ons yogurt mengandung protein yang sama dengan sebutir telur. 

3. Mejaga kekebalan tubuh
Yogurt memiliki kandungan asam laktat juga probiotik yang dapat menjaga sistem kekebalan tubuh pada anak. Sebuah penelitian meyebut, bakteri asam laktar Bifidobacterium lactis dapat menjaga sistem kekebalan tubuh bayi.  Selain itu, bakteri Lactobacillus acidophilus dapat membantu mengurangi gejala intoleransi laktosa. 

4. Memenuhi kebutuhan nutrisi
Yogurt mengandung banyak vitamin dan mineral yang dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan anak. Beberapa jenis vitamin yang terkandung dalam yogurt, seperti vitamin A, C, B2, B3, B6, D, E, K, dan folat. Selain itu, juga mengandung mineral, seperti kalsium, fosfor, kalium, magnesium, zink, natrium, dan mineral lainnya.

Ternyata, yogurt memang banyak sekali manfaatnya yaah..Arfa bisa lebih terjaga asupan nutrisinya kalau dia lagi nggak mau makan sayur dan buah-buahan. Saat ini Arfa lagi mengkonsumsi yogurt Heavenly Blush YO yang ditambahkan serat sayur buah. Rasanya? Enak dan nggak terlalu asam. 



Heavenly Blush YO Yo! Yogurt for Kids ini merupakan yogurt anak.  Ada berbagai rasa yaitu Heavenly Blush YO rasa Banana Berries Broccoli, Mango Carrot, Raspberry Pumpkin, & Lychee Spinach. Heavenly Blush YO ini dapat memenuhi 30% kebutuhan serat harian anak. Selain itu juga aman untuk dikonsumsi setiap hari karena dibuat tanpa bahan pengawet, perasa buatan, dan pewarna buatan.



Masalah harga nggak usah worry karena hanya Rp 6000 di minimarket terdekat. Arfa suka dan minta lagi dan lagi. Belum lama ini kami sekeluarga pergi liburan di Solo. Yang menjadi masalah adalah nggak banyak makanan saat liburan yang dapat memenuhi serat anak. Alhamdulillahh saya membawakannya Heavenly Blush YO, jadi pencernaan anak tetap sehat dan nutrisinya terjaga selama liburan.

Kalau saat dia masuk sekolah, saya selalu memberinya bekal Heavenly Blush YO ini. Arfa juga suka banget karena ada karakter kartun di kemasannya. Dia sampai hapal nama karakter yang muncul di kemasan Heavenly Blush YO, mulai dari Mike Barry, Lily dan Rio. Arfa suka semua rasanya sampai-sampai nggak mau berbagi sama adiknya, hehe. 

Oiya, mengkonsumsi Yogurt ini bukan berarti menggantikan peran sayur dan buat untuk nutrisi anak ya..Arfa juga tetap saya edukasi mengenai pentingnya makan sayur sehari-hari. Namun, yogurt Heavenly Blush YO bisa menjadi salah satu asupan nutrisi dan serat harian si kecil. Kalau moms, sudah memberikan asupan nutrisi apa untuk si kecil? Semoga si kecil tetap sehat dan aktif ya..









Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Heavenly Blush Yo Jaga Asupan Serat Sayur dan Buah Anak"

Post a Comment

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)