Dunia Lingga

Sehidup Sesurga

 



Mitra terbaik adalah mitra terbalik. Ungkapan ini kerap aku dengar di kajian atau sekadar meme yang di share emak-emak. Bahwa sebagai pasangan suami istri, kita pasti berbeda. Dan berbeda itu tak mengapa. Asal, penting dipelajari perbedaan itu menjadi kebaikan terbaik darinya.

Kalau lagu Tulus, sudah sewindu  kubersamamu, mitra terbalikku. Ya memang, dari kebiasaan keluarga, suku, bahasa hingga watak kita memang jauh berbeda. Kamu introvert saya ekstrovert. Kamu yang kalau ketawa cuma ha..jeda..ha..jeda..Sementara aku, semua tetangga mungkin mendengarnya. Kamu kalau yang kalau nggak ditanya, ya diam aja. Ngomong tuh kalau dibayar, katanya.

Persamaan kita hanya dua. Sama-sama anak kedua yang bergolongan darah B.  Oh tambah satu lagi: sama-sama doyan makan😁 Sifat dan kebiasaan? Tak perlu ditanya. Pasti jauh berbeda.

Selama 98 bulan ini masih banyak yang harus aku jelajahi tentang kamu. Kamu dengan duniamu. Kamu dengan gua-mu yang terkadang belum bisa aku masuki.

Perjalanan kita mungkin masih seumur jagung. Namun satu hal yang pasti, setiap momen yang kita habiskan, senang, susah, khawatir, kecewa, adalah berharga.

Jadi teringat share emak-emak yang lagi viral. Gini isinya "KALAU NAMA ANAKMU ADALAH TEMPAT KAMU BERTEMU PASANGAN?" Tentu momen pertemuan kita di KANTOR REPUBLIKA adalah momen yang nggak akan terlupa. Untungnya nama anak kita memang bukan Kantor Republika😅.

Putar balik saat itu, tak menyangka kamu yang akan mengambil tanggung jawab Bapakku untuk menjagaku. Lelaki Jawa yang separuh dirinya adalah pelawak. Saat itu. Saat ini? Ia adalah seekor koala🤣

Alhamdulillah, perjalanan ini memang tidak mudah. Orang lain mungkin hanya melihat happy-happynya kita. Tapi apakah harus kita share momen tidak happy rumah tangga kita? Lalu update status agar orang lain hanyut dalam masalah kita?

Kita sama dalam hal ini. Bahwa istri adalah pakaian suami dan suami adalah pakaian istri. Hal itu yang aku tanamkan terus selama berumah tangga.

Sekarang, kamu makin dewasa. Aku pun makin dewasa dan MENGEMBANG BERSAMA.  Banyak hal-hal yang dahulu menjadi masalah, kini dianggap biasa. Karena kita memang berbeda. Dan aku tak mengapa.

Setiap ulang tahun pernikahan, kita memang jarang melakukan perayaan. Apalagi bertukar kado. Katamu, "Bukan Aa banget". Buktinya, di momen anniversary kali ini, kita pun tak berkirim apa-apa apalagi membuat kejutan spesial. Yang ada, kita sama-sama bertanya, nanti mau hadiah apa? Udah ditransfer ya Neng! atau udah Neng pesenin di Shopee. Memang bukan relationship goal bak selebgram.

Namun, hal rutin setiap momen anniversary adalah kita membuat goal list ruhiyah dan amaliyah untuk tahun depan. Dari target yang make sense sampai yang 'gila'. Menuliskan target-target itu dan menempelkannya di lemari atau jadi lock screen hp menjadi pengingat dan penyemangat. Dan voila, ada saja beberapa target yang dulunya dianggap 'gila' tapi nyatanya tercapai juga. 

Membuat goal list agak gila memang menurut perhitungan manusia nggak akan tercapai. Tapi perhitungan Allah?  Percaya saja Allah akan mengabulkan semua doa-doa kita, baik saat ini juga atau nanti.

Sehidup sesurga
Amalan kita dilihat dari akhirnya. Pernikahan itu kan ibadah seumur hidup. Apakah ibadah atau amalan-amalan semasa berumah tangga akan baik di akhir? Semoga. Amiin.

Yang  dapat kita usahakan untuk ini hanyalah doa. Doa ke atas dan doa ke bawah. Aku berdoa untuk orang tua kita, kita dan anak cucu kita. Selain itu, upayakan tetap bersyukur atas nikmat yang Allah beri.  Karena bisa jadi, hal yang kita anggap biasa, adalah nikmat dari Allah SWT.

Semoga. Allah terus menautkan hati kita, tentu paling utama adalah dalam hal kebaikan.

Semoga. Allah memberi kita nanti akhir yang baik. Bersama-sama sehidup sesurga.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sehidup Sesurga"

Post a Comment

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga, semoga bermanfaat. Tabiik :)