Dunia Lingga

Pilah-pilih Imunisasi di RS, Bidan, Puskesmas atau Posyandu di Klaten




Tempat apa yang rutin Moms kunjungi sejak punya bayi? Kalau saya, kalau nggak Posyandu, puskesmas, bidan, praktik dokter anak, hingga rumah sakit. Pasti jawabannya berbeda tapi kebanyakan sama. Buat apa? Terutama buat imunisasi dan mengetahui perkembangan pertumbuhan anak.

Karena lahiran di rumah sakit RSI Klaten, anak kedua saya, Filza awal-awal kontrol di rumah sakit RSI Klaten atau RSIA Aisyiyah Klaten. Tapi karena lumayan jauh dan ngantrinya nggak banget, jadi pilihan paling reasonable ya bidan, puskesmas atau dokter anak.


Di Klaten sendiri, saya sempat ke praktik dokter anak Ani Isti, Sp.A di Klaten. Kenapa memilih beliau? Karena waktu itu adik sempat dirawat karena kuning dan dokter yang bertugas di RS Aisyiyah Dokter Ani Isti.

Sehari-hari beliau memang bertugas di RS Aisyiyah Klaten. Sementara tempat praktik dokter Ani berlokasi di Jl. Kopral Sayom, Jetak Kidul, Karanganom, Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 54738. Untuk hari buka praktik mulai Senin-Sabtu. Untuk jam buka praktik dokter Ani Isti sendiri setiap jam 06.00-08.00 dan jam 16.00-19.00.

Tempat praktiknya cukup luas. Ada apotik yang namanya Apotik Chusnul Husada. Terdapat taman dan ruang tunggu yang juga luas meski bangunannya merupakan bangunan lama. Saya daftar kemudian disuruh menunggu untuk dipanggil. Daftarnya sih nggak dipungut bayaran.

Nggak menunggu lama, nama adek Filza dipanggil dan kami segera masuk ke ruangan. Dokter Ani cukup ramah dan langsung menanyakan buku KIA adek Filza. Karena ternyata tenggat waktunya masih kurang untuk imunisasi lanjutan DPT, saya diminta untuk datang dua minggu lagi. Beliau nggak mau take a risk kalau terjadi apa-apa karena interval imunisasi yang dekat. 

Salah saya sih terlalu terburu-buru. Saya kira interval imunisasi cukup karena besoknya kami harus mudik ke Sukabumi. Akhirnya saya dan suami putuskan untuk imunisasi adek di Sukabumi saja. Setelah itu saya keluar dan nggak diminta bayaran sama sekali.


Saya pun tanya pada resepsionis, berapa biaya imunisasi di dokter Ani, dan ternyata cukup mahal hahaa..Katanya, untuk imunisasi DPT efek samping panas seharga Rp  300.000 dan DPT yang tidak menimbulkan efek panas seharga Rp 900.000. Waduh kaget juga ternyata biaya imunisasi anak di dokter Ani Isti menurut saya cukup mahal juga, hahaa. Tapi mungkin, bagi sebagian yang lain biasa-biasa saja imunisasi seharga segitu. Bahkan teman sudah biasa imunisasi anak padahal DPT di atas satu jutaan.

Opsi Posyandu dan Bidan di Klaten
Karena di dokter anak Ani Isti imunisasi dirasa cukup mahal, saya coba cari opsi lain yang mungkin lebih terjangkau. Sebelumnya ketika mudik ke Sukabumi adik diimunisasi di bidan Jajah Cikole Sukabumi. Nanti diceritakan di postingan lainnya ya..

Alhamdulillah di perumahan Kurung Klaten ada Posyandu sebulan sekali setiap tanggal 13. Pas ke sana, adek ditimbang dan diminta buku KIA-nya. Setelah didata dan dicocokkan dengan imunisasi terakhir, adek bisa diimunisasi. Kader-kader posyandu tuh entah kenapa ramah-ramah dan sangat keibuan. Ada bidan yang kemudian menyuntik adek. Adek nangis sebentar saja kemudian diam, alhamdulillah.

Terus saya tanya, berapa biayanya dan bidan bilang Rp 3500. Agak kaget karena kok murah banget. Memang kan vaksin di posyandu dan puskesmas disubsidi pemerintah jadi murah. Namun menurut salah satu teman bidan, justru imunisasi lewat pemerintah itu lebih aman karena vaksinnya jelas dari mana. Kekurangan imunisasi di posyandu cuma nggak fleksibel saja waktunya dan cuma sedia imunisasi dasar saja.

Nggak papa sih, imunisasi lainnya kan tetap bisa di dokter anak atau rumah sakit ya.. meskipun biayanya  memang agak mahal. Nah, selain imunisasi dasar, posyandu dan puskesmas juga rutin memberi vitamin A. Belum lama ini adik diberi vitamin A. Warnanya ungu kayak vitamin rambut bentuknya namun lebih kecil. Jangan abis nyusuin ya pemberian vitamin A karena khawatir dimuntahkan.

Selain ke dokter anak, posyandu dan puskesmas, saya juga mencoba ke bidan. Imunisasi di bidan juga nggak terlalu mahal seperti di dokter anak. Seperti di bidan Benis Ceper Klaten, biayanya kurang lebih cuma Rp 35.000 saja. Nanti direview tentang bidan Benis di postingan lain ya..

Memang ada kelemahan  atau kekurangan dan kelebihan masing-masing jika imunisasi di Rumah Sakit, bidan, praktik dokter  dan posyandu. Di rumah sakit dan praktik dokter kelebihannya imunisasi lengkap dan lebih privat. Kekurangannya sih cuma agak mahal saja. Sementara di bidan dan puskesmas sebaliknya, kelebihan imunisasi di sini murah. Kekurangan imunisasi di puskesmas, posyandu dan bidan paling tidak variatif jenis vaksinnya dan terbatas imunisasi dasar saja. Kelebihannya ya biaya imunisasi yang terjangkau. 

Nah, Moms lebih nyaman periksa perkembangan imunisasi ke posyandu, puskesmas, bidan, rumah sakit atau praktik dokter anak? Semua tergantung kebutuhan  si anak sendiri dan budget keluarga masing-masing ya..semoga anak-anak selalu sehat yaa..

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pilah-pilih Imunisasi di RS, Bidan, Puskesmas atau Posyandu di Klaten"

Post a Comment

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)