Dunia Lingga

Pengalaman Melewati Imigrasi Hong Kong



Yeaay..hari yang ditunggu akhirnya tiba, jalan-jalan dan liburan ke Hong Kong. Perjalanan bakal sangat menyenangkan karena ditemani mantan pacarku yang soleh dan kasep. *biardiajakjalan-jalanlagi

Pihak travel menjadwalkan keberangkatan saya dan suami pada 21-25 Maret. Seminggu sebelumnya, Mba Sekar dari travel meminta scan-an passport saya dan suami buat memesan hotel. Hotel yang akan kami tempati di Causewaybay. Nama hotelnya Charterhouse Causewaybay Hotel. Review hotel ini menyusul kemudian ya, pokoknya hotel ini sangat pas buat wisata halal karena tepat berseberangan dengan Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre.

Mba Sekar memberi dua pilihan, berangkat pakai Garuda Indonesia atau Cathays. Sebenarnya kalau dari segi harga, Cathays agak lebih mahal, mungkin pelayanannya akan lebih baik, mungkin ya huahuaahaa. Tapi saya sangat cinta Indonesia, jadi lebih memilih Garuda Indonesia.


Penerbangan terjadwal pukul 00.00 malam dan sampai kira-kira pukul 05.00 waktu Hong Kong. Waktu di Hong Kong satu jam lebih cepat dari Indonesia. Jadi penerbangan kira-kira hanya selama empat jam saja. Sesudah check in, saya mengantri di imigrasi. Pengalaman mengantri di imigrasi Indonesia ini agak-agak bikin saya kesal.

Saya sempat ditanya-tanya aneh sama petugas imigrasi. Jangan-jangan si petugas itu curiga saya bakal jadi TKW ilegal. 

Petugas (P): Mau ke Hong Kong ya?
Saya (S): Iya (ya iyalah situ liat gak itu tiketnya)
P: Kok nggak ada visa-nya?
S: Lah, emang sejak kapan ke Hong Kong pakai visa? Tanya saya kesal. Mungkin dia mengetes ini TKW kayaknya bisa dikibulin.
P: *dengan senyum kecut sambil angguk-angguk, melihat saya dari atas sampai bawah. 
Mau berapa lama di Hong Kong? 
S: Lima hari, jawab saya singkat.
P: Menginap dimana?
S: Di hatimu boleeh...eiighh maless dah haha...*ini cuma becanda
P: Apa tujuan kesana? Ada kawan atau gimana? Endeblee endeblee

Ya pokoknya saya diinterogasi sama si petugas itu mungkin sampai . Emang mungkin wajah dan badan emak-emak begini nggak pantes ya pelesiran ke Hong Kong? Apa pantesnya cuma jadi pekerja di Hong Kong? Dicurigai ilegal lagi. Aduh pliss deehh.

Meski kesal, saya menghibur diri karena sudah terbayang Disneyland dan dimsum halal Hong Kong. Ketika memasuki ruang tunggu, penumpang rata-rata orang Indonesia yang bekerja di Hong Kong juga masyarakat Hong Kong yang punya bisnis di Indonesia. Selama perjalanan, selain tidur sekejap saya mendapat teman baru. Dia  TKW Hong Kong yang cukup berhasil bekerja di sana. Kalau mau tahu ceritanya bisa baca link ini. 



Selama di pesawat, turbulensi cukup kuat. Bukannya tidur, yang ada melek terus karena takut pesawat kenapa-kenapa. Ini efek nonton film Sully nya Tom Hanks nih, cuma gara-gara burung doang bisa kecelakaan. Apalah aku yang nggak sering naik pesawat. Baca-baca doa dari Al Fatihah sampai apapun surat yang hapal.

Meski begitu, tidak ada raut kekhawatiran dari awak pesawat ya..mungkin karena sudah biasa. Senyuman pramugari memberikan makanan di tengah malam membuyarkan perasaan takut saya. Makanan yang disajikan pun terbilang enak, Lasagna dan satu lagi saya lupa. Beragam minuman mulai dari orange jus hingga kopi ditawarkan.

Sesampainya di Bandara Internasional Hong Kong, kembali harus berhadapan dengan imigrasi. Aduh, takut lagi-lagi nanti disangka TKW ilegal, wkwkwk. Untuk diketahui, imigrasi di Hong Kong ini rapi banget meski antriannya mengular. 

Nah, imigrasi Hong Kong ini mengklasifikasikan visitor loh. Jadi ada counter imigrasi khusus residen Hong Kong, counter dengan channel kedutaan dan diplomasi, Hong Kong Special Administrative Region, e-channel juga visitors. Untuk e-channel, kemudahan yang diberikan buat visitor yang sering bolak-balik Hong Kong, dengan ini kita nggak perlu mengantri panjang melewati di counter imigrasi. Ah, keren sih, kapan Indonesia kayak begini? 

Antrian paling panjang tentu di bagian visitors. Mba Fitri, TKW Hong Kong yang saya ceritakan di link atas maju terlebih dahulu. Entahlah, begitu lama mengobrol dengan petugas imigrasi. Mba Fitri dengan fasih berbicara bahasa Kantonis, bahasa sehari-harinya orang Hong Kong. 

Tiba giliran saya dengan menyunggingkan senyum seraya memberikan passport dan lembaran imigrasi. Petugas imigrasi meminta saya melepas kacamata dan kemudian membandingkan dengan foto di passport. Bapak tahu saja kalau foto saya memang lebih cakep dibanding aslinya, hihi. Well, di imigrasi Hong Kong saya tidak banyak ditanya ini itu sih seperti di Indonesia. Mungkin karena saya selalu mencoba menebarkan senyum dan ketika bertemu langsung menyapa, "Hai, good morning" dan ketika beres bilang "Thank you,". 

Jadi mengapa perlakuannya berbeda antara imigrasi Indonesia dan imigrasi Hong Kong ya..? Mungkin sesebapak Indonesia sedang lelah hayati belum mamam batako. *korbanakungosip

Setelah selesai, petugas imigrasi mengembalikan passport dan juga immigration receipt yang berlaku hingga beberapa minggu ke depan. Padahal saya pengennya dapet cap di passport ya biar keliatan nggak kosong itu passport, haha. Well, ceritanya nanti disambung lagi ya, mau bobo cantik dulu.







Subscribe to receive free email updates:

9 Responses to "Pengalaman Melewati Imigrasi Hong Kong"

  1. ribet juga ternyata di Hongkong ya, bisa disangka TKW pulak, aku baru transit aja di Hongkong, pingin menginjakkan kaki di sana juga

    BalasHapus
  2. Woaaaaa saya jadi rindu Hongkong Mba.
    Saking banyaknya penduduk Indonesia yang tinggal di Hongkong jadi deh mba dikira TKW juga hahahha ... waktu jadi TKW di sana belum ngenal blog. Di sana orangnya memang seneng kalo disapa duluan, harus banyak ngasih senyum meski ati dongkol ketika kena omel. heheheh aih kangen Hkg. Pengen ke sana jadi wisatawan aja deh, jangan TKW lagi :-D

    BalasHapus
  3. Wah, pengalaman yang seru banget ya Mbk, semoga aku juga bisa ke Hongkong gratis :)

    BalasHapus
  4. Kayaknya imigrasi Indonesia yang mencoba ketat ya. Padahal di Hongkong malah santai aja. Hihii

    BalasHapus
  5. Mbak aku serius udah baca postinganmu. Tapi aku tertarik nanya, itu di tanganmu stabilizer kah? Belinya dmn? hihihi

    BalasHapus
  6. aku bookmark ah..biar suatu saat ke Hongkong jadi referensi wisata halal dan hotel asik di sana

    BalasHapus
  7. Orang2 imigrasi memang harus punya kepribadian tegas dan 'agak' ngeselin ke pendatang mungkin ya Mba. Ga cuma di Hongkong di Malaysia juga begitu....atau yang kebanyakan kedatangan TKW kali ya??

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)