Dunia Lingga

#CeritaTravelling: Serunya Piknik ke Kebun Sunpride

#CeritaTravelling: Serunya Piknik ke Kebun Sunpride . Assalamualaikum, apa kabarrr? Alhamdulillah, setelah mengikuti lomba blog Sunpride, saya memenangkan trip ke kebun Sunpride selama 2 hari dan juga kiriman buah selama 3 bulan. Saya dan pemenang blog lainya, Bung Eko, berkesempatan mengetahui bagaimana proses pembibitan hingga panen buah-buahan Sunpride di Lampung. 

Kami juga bertemu dengan beberapa jurnalis yang akan meliput di Lampung. Kami berangkat tanggal 24 Agustus pagi hari.  Sekitar pukul 5.00 kami harus sudah di pesawat. Saya dan Fruitaholic of The Year, Mba Evrina, menunggu cukup lama di lobi bandara. Kami mencoba  mengontak Bung Eko. Sayang, tak ada respons.

blogger competition sunpride
Bersama mba evrina

Mau tidak mau, kita harus segera boarding. Ternyata, di dalam pesawat, Bung Eko sudah duduk manis dan tersenyum. Wah, kami sudah ketar-ketir khawatir beliau tertinggal pesawat. Eh yang dikhawatirkan justru tertawa senang seolah mengerjai kami.

"Hapeku mati mbak-mbak,"katanya dengan innocent. Gubraakk..

Untuk meredam rasa kesal saya dan Mba Evrina, Bung Eko punya senjata andalan. Doi memberi kami pisang single Sunpride. Tau aja kita berdua kelaparan ya mas, haha. Lumayanlah untuk mengganjal perut sebelum mbak-mba pramugari cantik mengeluarkan senyum manis. Yang terpenting sih mengeluarkan snack-nya.

sunpride
Nikmatnya pisang single sunpride
Selama perjalanan, saya duduk di samping Mba Evrina dan Mba Ulan. Mba Ulan ini yang memegang sosial media-nya Sunpride. Di pesawat, mba Evrina sebagai blogger kawakan mengeluarkan jurusnya. Foto-foto selfie dan membuat dokumentasi perjalanan. Inilah bedanya blogger dan wartawan, hihi. Kalau blogger wajib membranding diri, wartawan wajib membranding orang lain. Just kidding..huehue..

Perjalanan ke Lampung dari Bandara Soetta hanya memakan waktu 30 menit. Kami bahkan tak menyadari waktu berlalu dengan cepat karena keasyikan mendokumentasikan diri. Sampai di Bandara Raden Inten pada pukul 6.00. Suasananya seperti timpang dengan Bandara Soetta Terminal 3. 

Perluasan Bandara Raden Inten masih berlangsung di sana-sini. Penumpang agak sedikit terganggu dengan proses pembangunan ini. Nantinya, terminal baru ini akan bisa menampung 8.000 penumpang per hari dibanding terminal lama yang hanya sebanyak 1.000 penumpang per hari. Selain itu, untuk menghubungkan area parkit 4 lantai dengan terminal, akan dibangun skybridge. Ya mudah-mudahan saja pembangunan ini segera selesai agar penumpang aman dan nyaman.

kebun sunpride di lampung
Keseruan selama perjalanan
Kembali ke perjalanan kami selama di Lampung. Kami dibagi menjadi 3 kelompok mobil. Saya semobil tentunya dengan para blogger mastah dan mas Faldy, si Fruitaholic of the year Sunpride. Kami ditemani oleh Mba Sri dari bagian Product dan Management Sunpride. Karena saya, Mba Evrina dan Mba Sri ternyata berasal dari IPB, obrolan kami langsung nyambung seputar kampus. Jadi kangen IPB kalau ketemu teman-teman alumni.

Perjalanan dari Bandara ke kebun  Sunpride di Lampung Timur menghabiskan waktu selama 2 jam. Lebih kurang sekitar 80km menuju  kebun yang dikomandoi oleh PT Nusantara Tropical Farm (NTF). Sampai di kebun NTF lebih kurang pukul 09.00. 

Di sana, kami disambut oleh Office Strategic Management PT NTF, Oom Aulia Amrullah. Di kantor NTF, kami dijelaskan mengenai proses pembibitan hingga panen pisang Sunpride. Selain itu, kami juga dijelaskan mengenai varian lain produk Sunpride seperti nanas honi, buah naga, pepaya, dan jambu kristal. Sebelum masuk ke dalam kebun, kami disuguhi bua-buahan yang masih segar. Yummy..segarnya buah Sunpride.

Perjalanan Si Kulit Mulus

Pisang Sunpride.Siapa sih yang gak kenal pisang dengan brand ini. Pisang jenis cavendish ini nyatanya tumbuh dengan subur di tanah Indonesia. Lampung, menjadi area perkebunan pisang cavendish dari PT NTF. Di tahun 2017, luasan perkebunan PT NTF yang memasok buah Sunpride, sebesar 3.757 hektar. Kebayang kan luasnya segimana saudara-saudara, hehe.

Nah, area kebun terluas tentu adalah pisang, sebesar 1.268 hektar. Kemudian secara berturut-turut nanas (985 hektar), jambu kristal (154 hektar), dan buah lain seperti pepaya, buah naga, jambu. Bisa kita lihat di gambar di bawah ya. Luas ini juga beserta lahan untuk riset dan development yang mencapai 38 hektar. Yang keren, agar tanah selalu subur, PT NTF menggunakan pupuk kandang dari penggemukan sapi milik sendiri.

Office Strategic Management PT NTF, Oom Aulia Amrullah sedang memberi penjelasan

Pembibitan

Demi menghasilkan produk berkualitas, PT NTF memperlakukan bibit seperti membesarkan anak. Hehe..itu karena perlakuan yang istimewa terhadap bibit-bibit pisang ini. Kepala Bagian Pembibitan PT NTF, Joko mengungkapkan, metode kultur jaringan dilakukan agar bibit terbebas dari penyakit layu panama akibat serangan Fusarium oxysporum cubense. 

berkunjung ke kebun sunpride

Selain itu, dengan metode kultur jaringan, pisang dapat diproduksi dalam jumlah banyak.  Dari tahun ke tahun, produksi pisang NTF semakin besar. Di tahun 2009, produksi pisang sebanyak 1.500 boks. Setiap boks-nya seberat 13,5kg. Sementara di tahun 2016, dihasilkan sebanyak 5.103 box dengan boks seberat 13,5kg.

Setelah berada dalam metode kultur jaringan, akan tumbuh bibit yang ditaruh di mother plant source. Di sinilah bibit-bibit tersebut diberi pupuk dan disiram air agar tumbuh dengan sempurna. Setelah bibit tumbuh, persiapan lahan dimulai. Jika lahan sudah siap, dengan mempertimbangkan unsur hara tanah tentunya, bibit siap ditanam.

bibit pisang cavendish sunpride
mother plant source bibit pisang cavendish sunpride
Bibit akan didistribusikan ke area perkebunan dan diberi pupuk. Untuk mengontrol penyakit daun, NTF menggunakan canon boom sprayer. Dibutuhkan waktu sekitar 7 hingga 8 bulan sampai keluar jantung pisang. Setelah itu, jantung pisang pun mendapat perlakuan khusus dengan pemberian insektisida agar pisang terhindar dari hama.

Jantung pisang yang sudah menjadi tandan pisang dibungkus kertas berwarna orange. Pembungkusan ini dilakukan agar menghasilkan pisang yang clean fruit atau mulus. Dengan dibungkus, kulit pisang tidak akan terkena sunburn (sengatan sinar matahari).

petani pekerja sedang menggerek pisang cavendish sunpride
petani pekerja sedang menggerek pisang cavendish sunpride
Setelah menunggu dua bulan, buah pisang bisa dipanen, yeaay. Nah, perlakukan khusus pun tetap dilakukan. Tandan pisang tidak asal dipetik. Petani pekerja akan memotong tandan pisang kemudian digantung pada pengait besi. Hal ini dilakukan agar tandan pisang tidak terjatuh ke tanah dan tidak memar. 

Setelah satu per satu tandan pisang dipasang, petani akan menggerek sekitar 10 tandan pisang dalam satu rangkaian. Hebatnya, petani akan jalan lebih kurang sejauh 2 kilometer untuk sampai di production house. NTF tetap mempertahankan tenaga manusia guna menyerap tenaga kerja di sekitar area lahan. Selain itu juga meminimalisir polusi jika menggunakan kendaraan atau mesin modern. 


Proses cleaning

petani pekerja sedang membersihkan ujung pisang sunpride
Pembersihan pisang cavendish Sunpride
Setelah tandan-tandan pisang sampai di Production House, pisang lalu dibersihkan. Pembersihan ini diawali dengan pembersihan ujung pisang yang biasanya ditumbuhi bulu-bulu halus. Pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh petani perempuan. Setelah itu, tandan pisang dipotong menjadi beberapa bagian. Ada pisang dalam satu tandan, finger (4-6 buah pisang), atau single.  Kemudian, pisang dibersihkan di air segar untuk menurunkan getah pisang agar tidak menodai kulit pisang.

tandan pisang cavendish sunpride dipotong menjadi beberapa bagian
Para pekerja sedang memotong pisang cavendish Sunpride
Sebelumnya, pisang juga dipilih untuk yang memiliki kualitas ekspor dengan panjang buah lebih kurang 7,5 inci. Jika kurang dari itu, maka termasuk ke dalam grade B, untuk market menengah dengan brand Sunfresh. 

pisang cavendish sunpride dibersihkan dalam air agar menghindari getah
Proses pembersihan pisang cavendish sunpride dari getah

Marketing and Communications Manager produsen buah-buahan PT Sewu Segar Nusantara, Luthfiany Azwawie mengatakan, pembedaan ini dilakukan karena mengikuti selera pasar. Menurutnya, ada konsumen yang menyukai dalam jumlah banyak karena mungkin untuk dikonsumsi keluarga besar. Ada pula keluarga kecil yang lebih menyukai pisang finger yang cukup untuk satu keluarga. Atau bagi konsumen yang nggak mau repot dalam perjalanan, lebih memilih pisang single Sunpride. 

Sementara brand Sunfresh hadir di tengah permintaan masyarakat menengah akan buah pisang berkualitas meski ukurannya lebih kecil dari Sunpride. "Masyarakat semakin teredukasi tentang pentingnya buah-buahan,"kata wanita cantik dua anak ini.


Proses pengemasan dan distribusi

proses pengemasan pisang cavendish sunpride
Proses pengeringan pisang cavendish sunpride

Setelah proses pembersihan, pisang ditimbang dan diseleksi berdasarkan beratnya. Untuk produk ekspor, pisang dikemas dengan plastik agar terlihat lebih cantik. Biasanya, negara Jepang yang melakukan permintaan tersebut. Setelah dikemas, pisang-pisang tersebut disimpan dalam boks khusus agar pisang tidak memar. 

ibu ibu sedang mengemasi pisang yang akan dikirim ke Jepang
Pisang dikemas agar lebih menarik pasar ekspor

Pisang yang masih hijau kemudian dimasukkan ke dalam kontainer yang sudah diatur suhunya. Hal ini dilakukan agar saat sampai ke tempat atau negara tujuan, pisang tetap segar dan kuning sempurna. 

pisang cavendish sunpride sudah dikemas dan siap didistribusikan ke dalam dan luar negeri
pisang cavendish sunpride sudah dikemas dan siap didistribusikan ke dalam dan luar negeri

Untuk pasar ekspor, negara-negara di Timur Tengah menjadi pasar terbesar untuk buah-buah NTF. Menyusul kemudian Cina, Korea dan Jepang. Untuk pasar dalam negeri, pasar terbesar masih di Pulau Jawa. 

Perjalanan kami belum selesai sampai disini. Setelah memahami proses pembibitan hingga distribusi pisang Sunpride, kami pun singgah ke kebun nanas, jambu kristal, buah naga dan pepaya. Cerita selanjutnya ditunggu ya dalam postingan selanjutnya :)

Subscribe to receive free email updates:

14 Responses to "#CeritaTravelling: Serunya Piknik ke Kebun Sunpride "

  1. Seruuu bangeeet, banyak ilmu tentang perkebunan ya mba... Jadi mupeng kesana 😄

    jadi dibawain berapa dus mba buahnya? Jangan lupa kirim sini ya #eh ,wkwkwk 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba..jadi kembali belajar masa kuliah dulu. Ini bisa 3 sks nih hhaa..ga bis dibaw buahnya mba nur..makan ditempat. Nanti ya kalo udah dikirim paket buahnya..tak bagi2 hihi

      Delete
  2. Aaakkk...pisang!
    I can't say NO to bananas.
    Cavendish Sunpride pula.

    Yummy!

    ReplyDelete
  3. Jadi pengen mantengin episode selanjutnya terutama tentang jambu kristal. Ditunggu, Mbak Lingga ^^

    ReplyDelete
  4. Jadi pengen mantengin episode selanjutnya terutama tentang jambu kristal. Ditunggu, Mbak Lingga ^^

    ReplyDelete
  5. Masih hijau ya saat pengepakkan, gitu tuh bertahan berapa lama ya sampai ia matang kekuningan?

    ReplyDelete
  6. Masak coba janjian bisa ketemuan siih. Aku kan di Lampung hehe.. Bt . Aku mupeng euy ke sini. Kan dekat Lampung Timurnya. Kapan ya blogger lokal diundang heheh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aiihh mba orang lampung tooh? Haha..aku masi baru ni di dunia per blogan..jdi blum kenal banyak blohger. Nanti aku kasi masukan ke marketingnya spya ngundang blogger lokal jg hihii

      Delete
  7. Pantesan pisang Sunpride mulus banget ya tampilannya, ternyata proses pembersihan serta pemilahannya teliti banget.

    ReplyDelete
  8. Wah aku jadi tahu proses pejalanan pisang sunpride. PIsangnya kualitas bagus ya mba. rasa manisnya mantap. Bahagia sekali bisa menang dan jalan2 :)

    ReplyDelete
  9. Keren Mbak Lingga pasti pengalaman berharga bnget ke kebun Sunpride. Btw anak2 aku tu suka banget dengan SUnpride. Dulu aku kira produk luar negeri hehe.

    ReplyDelete
  10. Pisang Cavendish. uwooww! langsung ngiler nih..
    andalan abnget buat MPASI Hasna, emaknya juga suka :)

    asyik ya Mba bisa melihat langsung ke sana, saya sih cuma pernah lihat liputannya di Laptop si Unyil hihi

    ReplyDelete
  11. Duh senangnya bisa lihat proses sunpride langsung, enaknya makan sunpride selalu terasa fresh ya mba

    ReplyDelete
  12. Lho, lho, kemana aja diriku baru baca postingan keceh ini. Mana disenggol-senggol pulak ternyata. Maafkan ya insiden di bandara itu. Aku juga telat, sampe bandara udah jam setengah lima lewat, jadinya langsung aja masuk gak mikirin yang lain. #egois Mana bandaranya luaaaaaaaaaaaaas banget gitu, harusnya pake segway ke terminalnya.

    Btw, ulasannya komplit banget. Ini bedanya blogger eks wartawan dengan blogger kaya saya, lupa semua penjelasan detil selama di sana. Hihihihi. Mana belum nulis pula.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)