Dunia Lingga

Pengalaman Menjadi Relawan



Bagi para relawan, ukuran bahagia mungkin bukanlah dari materi. Tapi ia berbahagia jika melihat orang lain tersenyum. Melihat orang lain bahagia adalah candu baginya. Mungkin, itulah yang ada di hati para relawan.

Saya mengenal dunia relawan hanya seujung kuku. Namun, efeknya saya rasakan hingga saat ini. Betapa aksi-aksi nyata itu menyentuh. Betapa kerja-kerja nyata itu mencerahkan.

Tak usahlah jauh-jauh, aksi relawan selalu ada di sekitar kita, mencerahkan lingkungannya sendiri. Sudah banyak aksi dilakukan para relawan. Tengok mereka, yang saban hari memungut sampah tanpa harus dibayar. Tengok pula mereka, yang mengajar baca tulis anak-anak di pulau terpencil.

Atau tengoklah mereka, dokter daerah yang rela hanya dibayar sayur mayur atas jasanya. Atau lihatlah, relawan yang dengan sigapnya mengumpulkan makanan, sandang, papan, agar korban bencana alam merasa nyaman dan tidak sendiri. Lihat di ujung sana, ketika masyarakat dan relawan berusaha mengembalikan paus-paus yang terdampar di pantai Aceh Besar.

Lihatlah aksi mereka,  menjaga dan melindungi ekosistem dan lingkungan, terutama dalam memelihara habitat hewan yang dilindungi. Tanpa dibayar, tanpa pamrih.

Siapa mereka? Kalau bukan para relawan.

Dunia kerelawanan mungkin jadi candu bagi orang yang merindukan senyuman orang lain. Aksi nyata perseorangan banyak, komunitas tak kalah banyak. Bukan, bukan ingin mendapat simpati. Terlebih materi. Banyak teman-teman yang justru diam-diam menyumbangkan materi secara langsung atau secara digital. Jelas, bukan ingin puja-puji karena bagi mereka puja-puji itu semu.

Kehadiran relawan justru menggerakkan. Belajar dari sejarah, negeri ini juga dijaga dan dikawal oleh para relawan. Sejatinya negeri tercinta ini meraih kemerdekaan atas peran relawan. Relawan bersatu bersama seluruh komponen bangsa melawan penjajah. Satu tujuannya, kemerdekaan Indonesia. Hingga saat ini, semangat kesetiakawanan dan kerelawanan tentu sangat penting untuk menjaga kemerdekaan.

Kalau bicara kerelawanan, pengalaman saya mungkin belum ada apa-apanya. Tak seperti beberapa teman yang rutin bersama komunitas untuk membuat aksi-aksi sosial. Saya hanya sempat beberapa kali datang ke tempat-tempat korban banjir, mengadakan trauma healing dengan mengajak pendongeng kemanusiaan atau hanya sekadar ikut membagikan makanan.

Beberapa aksi lainnya menyangkut krisis kemanusiaan di beberapa negara. Bukan, bukan mendatangi negara tersebut dan mengirim bantuan. Saya hanya membagikan apa yang saya punya. Entah sedekah digital untuk menggerakkan kampanye tersebut, atau juga menggalang dana dengan membuat kegiatan tertentu.

Ada kepuasan di balik aksi-aksi tersebut. Dan yang paling berkesan tentu melihat orang-orang yang kita bantu merekahkan senyum. Ada hati-hati yang sepertinya terhubung, seakan berkata, "Kami bangga telah bertemu kalian" atau "Kami pun akan berbuat seperti kalian".

Sungguh, rasanya menebar kebaikan itu candu bagi para penebar kebaikan. Semoga mereka, para relawan yang berjuang sendirian atau bersama-sama, adalah jaring pengaman sosial bagi lingkungan sekitarnya. Sungguh, mereka adalah pahlawan sebenar-benarnya.

Subscribe to receive free email updates:

11 Responses to "Pengalaman Menjadi Relawan"

  1. Menjadi relawan itu punya kebahagiaan yang berbeda dari sekedar mendapatkan aspek material lainnya. Kebermaknaan dan juga kebahgaiaan nya sangat lepas dan kerasa banget bahwa kita seorang manusia. Terimakasih mbak buat sharingnya yang inspiratif

    ReplyDelete
  2. Aku pikir relawan itu hanya yang bergerak di medan perang #eh maksudnya di lapangan, ternyata orang yang bergerak di belakang layar pun adalah seorang relawan ya?

    ReplyDelete
  3. Ada kebahagiaan tersendiri ya jika kita bisa menolong orang lain. Salut dengan para relawan yang bekerja ikhlas tanpa pamrih.

    ReplyDelete
  4. Berbuat lah kebaokan dan sebarkan lah kebaikan. Salut mba, dikala banyak orang masih memikirkan untuk pergi hang out kemana weekend ini, tapi para relawan mana sempat berpikir seperti itu yaah

    ReplyDelete
  5. Ini teh bukankah dilombakan dan Teh Lingga menang kan ya?

    ReplyDelete
  6. Dulu wkt remaja aq ingin sekali jadi relawan..namun belum pernah kesampaian..
    Aq klo dengar laporan2 teman2 muda mudi yg sedang di daerah terdampak rasanya ingin ikut gabung..menghapuskan duka,,khususnya anak2 disana

    ReplyDelete
  7. Salut dengan semangat juang para relawan. Semoga keikhlasan mereka berbuah pahala. Aamiin

    ReplyDelete
  8. Membuat orang lain tersenyum akan memberi tambahan ketenangan bagi kita ya mba... dan salut untuk para relawan untuk bidang apapun yang mereka pilih...

    ReplyDelete
  9. menjadi relawan itu seperti panggilan jiwa yang susah dipahami. Mungkin orang mikir ngapain susah-susah, ga dibayar. Tetapi ada kepuasan batin yang jauh lebih besar dari materi.

    ReplyDelete
  10. Bener-bener panggilan jiwa ya mba kalau menjadi relawan. Selalu salut sama relawan yang rela membantu dalam hal apapun.

    ReplyDelete
  11. Jadi relawan itu mesti ikhlas, kalo ga gitu nanti malah uring-uringan.. Menambah pengalaman juga kan.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)