Dunia Lingga

Pengalaman Periksa Kandungan di Dokter Ivanna SPOG Klaten


Assalamualaikum, apa kabarnya sahabat?

Setelah tinggal di Klaten, banyak yang harus aku sesuaikan. Mulai dari budaya, cuaca, sampai keseharian yang berbeda selama tinggal di Depok.

Klaten bagiku sekarang menjadi kampung kedua setelah rumah bapak dan mamah. Dulu sewaktu tinggal di Depok masih mudah mengunjungi mamah dan bapak karena jaraknya dekat, hanya tinggal naik kereta 2 jam. Sekarang, bisa sehari semalam kalau ingin ke Sukabumi.

Dulu waktu di Depok, mau makanan apa gampang nyarinya. Pizza Hut, Domino, seblak, dan makanan lain. Pas di Klaten, ngidam Pizza Hut masa harus ke Jogja..haha..beruntung ada toko pizza ala2 meski rasanya tak terlalu sama

Waktu di Depok, ke dokter gampang karena jaraknya dekat. Bawa motor 3 menit langsung sampai RS Permata Depok, sekarang harus ke pertengahan kota Klaten kalau mau ke dokter yang cukup bagus.

Nah ngomong2 soal dokter, terlebih dokter kandungan, saya memilih dokter wanita. Ya mungkin biar nggak risih ya kalau sama dokter wanita. Beberapa kali tanya sama teman yang dulu kuliah di IPB, saya dapat beberapa rekomendasi dokter kandungan wanita di Klaten. Ada dokter Nanik, dokter Uki, dokter Ivana dan dokter wanita lainnya. Kebetulan sudah telat dua bulan dan di test pack positif hamil setelah lepas IUD. Alhamdulillah.. (Pasang dan Lepas KB IUD Spiral, Sakit Nggak Yah)

Kata temenku, dokter Nanik orangnya sabar, pro normal dan buka praktik di daerah Mlinjon. Dokter Uki meski sudah agak tua tapi sabar, pro normal dan praktiknya di dekat GOR Klaten. Dua-duanya memiliki jam terbang sebagai dokter di RSI Klaten.

Ada lagi bu netti yang punya jam terbang di RS Cakra, tapi kata temanku beliau ini kurang teliti. Well, aku belum coba sih jadi nggak tau hehe. Satu lagi ada dokter Ivanna yang punya jam terbang Di RUSIA by pass. Dia buka praktik di dekat MAN Sangkal Putung Klaten. Dr Ivana konon orangnya rada jutek namun mendetail, dan katanya mahaal.

Ternyata banyak juga dokter kandungan perempuam di Klaten, aku jadi bingung. Aku coba pilihan pertama dr Nanik, aku telepon ke kliniknya dan ternyata selama Ramadhan ini praktiknya sudah penuh. Aku kan menghubungi dia tanggal 14 juni, tapi jadwal kosong baru 22 juni. Yah..akhirnya cari pilihan lain deh. Baca: Pengalaman Periksa Kandungan di Dokter Nanik Klaten

Di Klaten, dokter kandungan wanita yang praktik harus ditelepon dulu untuk dapat nomor urut. Karena kalau nggak nelepon bisa-bisa dapat nomer urut buncit dan harus pulang malam. Sepengalaman temanku itu, dia pernah menunggu dari jam 5 sore, baru dapat masuk ruang dokter jam 9 malam.

Aku telepon klinik dokter Uki tapi tak ada jawaban. Akhirnya coba memilih dokter Ivanna. Alhamdulillah nyambung dan dapat urutan ke enam. Selama Ramadhan jam praktiknya dimajukan dari jam 17.00 menjadi jam 15.00.


Aku datang sekitar jam 15.45 diantar suami dan ternyata belum ada yang datang. Tempat praktiknya bersih dan rapi, kayaknya digabung dengan rumah pribadi beliau. Ada apotek dan juga warung kecil kalau-kalau para bumil ini lapar atau membawa anak bisa jajan langsung di sana. Ada sekitar dua perawat yang berjaga.

Seperti biasa karena aku pasien baru, perawat menanyakan riwayat kesehatan dan riwayat kehamilan. Satu perawat sempat kaget karena aku melahirkan anak pertama secara normal dengan berat 4.3kilogram. Jangankan perawatnya, aku pun kaget karena anak pertama lahir sebesar itu. Normal pula. (Pengalaman melahirkan dan menyusui si kecil)



Setelah itu, tensi darah dan berat badan dicek dan alhamdulillah hasilnya bagus. Aku disuruh menunggu beberapa saat untuk mendapatkan giliran. Tak berselang lama, perawat memanggilku dan aku disuruh masuk ke ruangan dokter.

Dokter Ivanna sudah menunggu dan sedikit mengumbar senyum. Dokternya berjilbab dan berkacamata. Tanpa menunggu lama aku disuruh naik ke kasur dan di USG. Dokternya sepertinya pelit bicara dan hanya menjelaskan USG secara keseluruhan. Ini jantungnya..ini sehat semua..bagus semua. Udah begitu saja.

" Ada yang mau ditanyakan," kata dokter Ivanna.

Kami bertanya tentang makanan selama hamil dan lain-lain meski jawabannya datar-datar saja. Dokter Ivanna menyarankan aku untuk kembali lagi bulan depan untuk lihat perkembangan janin. Dan saran satu lagi, "jangan melakukan hubungan suami istri selama sebulan ya bu.."

Hahaa..perasaan dulu di Depok dokter nggak pernah menyarankan ini deh. Ini aneh banget. Suami bisa ayan kalau mengikuti saran dokter ini, hahaha. Seakan tak bisa berkata-kata, kami cuma bisa tersenyum. Sebelum pulang dokter Ivana mempromosikan jam dia praktik selama Ramadhan dan setelah Ramadhan. Setelah itu, aku diminta biaya praktik dan usg sebesar Rp 100 ribu dan aku pun segera pamit.

Dokter Ivanna memberikan resep yang bisa ditebus di apoteknya. Pas bayar, kami kaget karena dua obat sebesar Rp 407 ribu. Harga yang lumayan untuk sebuah kota kecil. Obatnya adalah folamil genio untuk vitamin b12 dan DHA janin, juga vitako vitamin E 400. Padahal, masih banyak merek vitamin lainnya yang lebih murah dengan kualitas hampir sama. Tapi ya sudahlah..untuk si jabang bayi apa yang nggak.


Bener kata temanku, dokter ivanna ini memang agak mahal. Meski begitu, tempat praktiknya nyaman dan bersih, ini yang aku suka. Sepertinya, di bulan-bulan berikutnya aku mau mencoba dokter lain untuk membandingkan mana yang cocok di hati dan di dompet.

Oiya kalau mau ke tempat praktek dokter Ivanna ini alamat dan teleponnya: Jalan Mayor Kosmanto no. 65 B, Perak Ngingas Klaten Telp 0272 329345








Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Pengalaman Periksa Kandungan di Dokter Ivanna SPOG Klaten"

  1. Semoga sehat terus dirimu dan jabang bayi hingga hari melahirkan ya mbak. Cari dokter kandungan yang cocok memang kadang perlu perjuangan, saya juga dulu beberapa kali ganti dokter

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)