Dunia Lingga

Persahabatan yang Saling Menguatkan



Ketika kita bercermin, nampak bayangan yang bening, jernih dan menentramkan. Namun ada kalanya, bayangan tersebut keruh, kusut, penuh debu dan menggelisahkan. Namun, cermin tak pernah berbohong. Ia tampil apa adanya dan memperlihatkan kebenaran.

Sesungguhnya sahabat adalah cermin. Sahabat adalah cermin bagi muslim. Ada kalanya suka, ada kalanya duka, tawa dan tangis jadi sebuah keniscayaan. Pun begitu, takkan habis kata untuk menggambarkan hati-hati yang bertautan dalam bingkai persahabatan.

Saya mengenal kalian tepatnya tahun 2015, di sebuah sekolah alam di kota Depok. Seiring berjalannya waktu, persahabatan dalam bingkai halaqoh ini semakin kokoh. Aku memang bukan sahabat terbaik. Pun demikian sebaliknya. Tapi kalian dikirim Allah untuk kita sama-sama belajar menjadi manusia yang lebih baik. Bukankah setiap belajar niscaya kita mengalami kesalahan? Dan kesalahan ini layaknya pelangi yang penuh warna. Pelangi persahabatan.

Mari saya perkenalkan pelangi persahabatan penuh warna itu. Pelangi itu bernama Bu Tati, wanita dengan dua anak yang semangatnya tak pernah padam dalam berdakwah. Ia membuat saya terpacu untuk membaca Alquran dengan lebih baik lagi. Saya benar-benar iri dengan ilmu Alqurannya beliau. Bolehkan iri? Hehe Kata Allah, ada dua golongan manusia yang pantas untuk dicemburui, yaitu orang yang memahami al-Qur’an dan mengamalkannya serta orang yang memiliki harta dan menginfakkannya di jalan Allah. 

Pelangi lainnya, Bu Rini dan Bu Sinta. Keduanya wanita tangguh yang semangat menjalankan sunnah Rosul dalam hal berniaga. Rosulullah pernah ditanya, penghasilan apakah yang paling baik ya Rosulullah. Rosul menjawab, “Penghasilan seseorang dari jerih payah tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur". Ah, doakan saya agar bisa memulai sunnah Rosul yang ini.

Ada lagi pelangi yang menginspirasi, Bu Irma sang penghafal Alquran. Masya Allah luar biasa hafalan Alquran-nya. Ketika menyetor hafalan pasti beliau yang paling lama selesai karena hafalannya yang panjang-panjang. Kata beliau, jika ingin anak hafal Alquran, orang tua jadi panutan. Menghafal Alquran bak efek domino bagi anggota keluarga yang lain. Saya benar-benar iri pada ibu satu ini. Iri lagi boleh kan ya..

Pelangi lainnya ada Bu Festi dan Bu Nur. Kepada keduanya saya belajar kesabaran mendidik anak. Tergolong usia muda, keduanya akan sama-sama kembali dikaruniai buah hati. Kalau lihat mereka yang sabar menghadapi anak, di situ saya kembali belajar. Ada juga Bu Neneng, yang juga luar biasa dalam mendidik anak-anak yang mulai remaja. Kesabaran ketiganya sangat patut saya jadikan contoh. 

Satu lagi pelangi yang saya juga belajar banyak dari sosok Bu Astri. Wanita asal Padang yang satu ini membuat saya belajar dalam mengungkapkan pendapat lewat lisan dan selalu bersemangat jika menceritakan suatu hal.

Masya Allah, kalau kata Umar bin Khattab, tidak ada nikmat kebaikan yang Allah berikan setelah islam selain saudara yang saleh, jika kalian merasakan kecintaan dari saudaranya peganglah kuat-kuat persaudaraan dengannya.

Dengan mengenal kalian, ada sebuah kenikmatan yang saya rasakan. Allah mengirimkan kalian untuk menjadi guru, belajar tentang kebaikan, kesabaran dan kebersamaan. Agar saya berkesempatan untuk belajar, saling mengingatkan dan saling menguatkan. Betapa Allah memberi nikmat agar saya tidak merasa sendirian.  Jazakillah atas semua ilmu, pengalaman, kesabaran dan kebersamaan selama ini. Semoga Allah mempertemukan kita di surgaNya kelak. Aamiin...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Persahabatan yang Saling Menguatkan"

Posting Komentar

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)