Dunia Lingga

A Fun Journey to Taman Safari Indonesia



Assalamualaikum,
Bagaimana kabarnya teman-teman? Mudah-mudahan dalam keadaan sehat dan tak kekurangan satu apapun.

Di Depok sedang mendung, agaknya mau hujan besar. Harus siap-siap membersihkan selokan dan saluran pembuangan nih. Kalau mendung begini, jadi teringat suasana di Puncak yang dingin dan sejuk.

Ngomongin soal puncak, tempat favorit saya bukan kafe atau villa loh. Melainkan Taman Safari. Mungkin karena tempat wisata ini jadi tempat favorit anak saya, Arfa. Melihat hewan-hewan yang jarang ditemuinya jadi keasyikan tersendiri. Dengan berkunjung ke kebun binatang, pengetahuan Arfa mengenai binatang jadi semakin luas.


Misalnya, ketika kami pulang ke rumah, ada saja yang dia celotehi. Entah itu saat ia memberi makan gajah, melihat atraksi lumba-lumba, berfoto bersama gorilla dan lain sebagainya. Sebenarnya mengajak Arfa ke kebun binatang sudah sering kami lakukan. Entah berapa kali kami ke Kebun Binatang Ragunan karena dekat dari rumah. Atau tempat-tempat wisata lainnya.

Ke Taman Safari, sebenarnya belum ada di list wisata saya dan suami. Bukan hanya jauh, tapi membayangkan macetnya puncak sudah bikin kami bergidik. Haha..Untuk itu kami berangkat pagi sekitar pukul setengah enam.

Nah, untuk menghindari kemacetan, kami mencoba naik transportasi segala bangsa, KRL. Untuk sampai ke puncak Taman Safari dari Depok, berikut ini pengalaman perjalanan kami, rute beserta ongkos kesana.


Naik Apa ke Taman Safari?

- KRL Depok-Bogor 2 orang x @Rp3000 = Rp 6000.
- Naik angkot Bubulak-Sukasari= 2 xRp 4000= Rp 8000.
- Naik angkot Sukasari-Cisarua= 2xRp10.000= Rp 20.000
- Naik ojek di pertigaan Taman Safari 2xRp10.000 = Rp 20.000


Berarti total ongkos menuju ke Taman Safari dari Depok hanya Rp 54.000 untuk berdua. Begitu pun ongkos pulang, jadi total hanya Rp 108.000 untuk sampai ke Taman Safari.



Naik angkutan umum juga menjadi pengalaman tak terlupakan buat kami, mungkin terutama si kecil. Dia sangat exited untuk naik kereta dan angkot. Mukanya terlihat ingin tahu sekaligus senang. Ternyata, ada manfaatnya tersendiri mengenalkan anak naik angkutan umum.

Pertama tentu saja melatih jiwa sosialnya terhadap orang lain. Ia akan belajar berbagi, tenggang rasa dan tatakrama kepada orang yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Alhamdulillah Arfa tidak rewel dan sangat menikmati perjalanannya. Jangan lupa agar dia merasa nyaman, bawa makanan dan camilan favoritnya.

Kedua, dengan naik transportasi umum, mau tidak mau anak harus berjalan kaki dan harus sedikit berkeringat. Poin ini menjadi keuntungan tersendiri karena secara tak sadar anak berolahraga, begitupula emaknya. Haha.

Yang ketiga, anak diajarkan untuk menjadi pribadi yang mandiri. Kelak saat dia besar, dia akan terbiasa menggunakan angkutan umum.



Nah, kembali ke perjalanan kami ke Taman Safari. Selama di perjalanan, terutama dari Sukasari-Cisarua, macet mulai menjalar. Perjalanan dari Sukasari hingga Taman Safari terasa membosankan. Syukurnya Arfa terlelap mungkin ia keletihan dan saat itu mulai disapih.

Setelah sampai dipertigaan Taman Safari, kami memilih ngojek dibandingkan naik angkot. Pasalnya, penumpang angkot harus sampai penuh baru mulai berangkat. Jangan lupa untuk menawar ojeknya. Kenapa? Karena mereka terbiasa dengan wisatawan terutama turis asal Arab yang diminta membayar lebih mahal. Kalau bisa keluarkan jurus bahasa Sunda meski pas-pasan.

"Sabaraha Mang?" (Berapa mang?)
"25 rebu neng,"
"Euleh-euleh, cakeut kitu, geus sapuluh," kata saya.


Dan saya pura-pura ngeloyor mau naik angkot. Eh saya kembali dipanggil deh sama si Mamang ojek. Dengan jurus ala emak-emak nawar di pasar ini, saya berhasil memenangkan pertarungan haha. Di sepanjang perjalanan, banyak penjual sayuran terutama wortel untuk nanti di dalam Taman Safari. Nah, jangan lupa pakai cara yang sama untuk menawar ya, hehe.

Di perjalanan, daripada iseng saya mengajak ngobrol si mamang ojek. Ternyata, pekerjaan utama pak Yusuf, si mamang ojek ini adalah petani. Ia bertani beberapa macam komoditi sayuran seperti tomat, wortel dan cabe. Penghasilan kotor dia dari bertani bisa mencapai puluhan juta Rupiah. Aih, karyawan kayak kita-kita mah nggak ada apa-apanya ya. Jadi, profesi ngojeknya ini hanya sebagai sampingan jika sedang tidak menjaga kebun. Puas ngobrol, tak terasa sampai juga kami di depan gerbang Taman Safari.


Berapa harga tiket masuk?


Kami sih alhamdulillah tidak mengeluarkan biaya untuk tiket masuk karena punya 4 voucher dari seseorang. Nah, berapa tiket masuk tanpa voucher? Untuk safari siang dan malam, harganya tidak berbeda. Jika kita wisatawan domestik, harganya masih lumayan terjangkau.

Untuk 6 tahun ke atas Rp 150.000, 5 tahun ke bawah RP 140.000, kendaraan roda 4 Rp 15.000 dan kendaraan roda dua Rp 5000. Sementara untuk wisatawan internasional, 5 tahun ke atas Rp 300.000, 5 tahun ke bawah RP 250.000, kendaraan roda empat dan dua sama dengan wisatawan domestik.


Apa yang bisa kita nikmati di Taman Safari?


Sampai di dalam, carilah bus stop yang nantinya akan membawa kita berkeliling Taman Safari (Safari Journey) selama lebih kurang satu jam. Dengan naik bus, ada keuntungan tersendiri buat pengunjung. 

Kita dijelaskan mengenai asal hewan, kebiasaan hewan hingga pengalaman para pawang menjaga binatang. Belum lagi jika dapat pemandu yang berselera humor tinggi, kita akan dibuat tertawa geli mendengar penjelasannya.



Selama jorney, diharapkan pengunjung tidak 'uji nyali' dengan sengaja keluar dari mobil atau bus ya. Selain itu, tidak boleh membawa hewan peliharaan, juga tidak boleh memotret dan merekam untuk tujuan komersial. Yang terpenting, jangan NYAMPAH ya..hehee.. Masukkan segala sampah ke kantong sendiri ya dan buang jika ada tempat sampah.

Puas berkeliling selama satu jam di area Safari Journey, kami diturunkan di Plaza Gajah. Perjalanan melelahkan sekaligus menggembirakan dimulai disini. Kita bisa menikmati 9 education shows dan puluhan wahana permainan.

Sembilan Education Show tersebut yakni Elephant Show (11.30 am dan 4.30 am), Cowboy Show ( 2.00 pm), Various Animal Show (11.30 am, 3.00 pm), Tiger Show (1.30pm, 4.00 pm), Sea Lion Show (11.30 am, 3 pm), Birds of Prey Show (2.00pm, 3.30pm), Globe of Death (2.30pm, 4.00), dan Safari Teather (3.30 pm).


Karena waktunya yang sangat berdekatan, kami memutuskan untuk melihat Dolphin Show yang terjadwal pada pukul 13.00 dan pukul 15.30. Selebihnya kami bermain mengelilingi Baby Zoo dan menikmati wahana permainan.

Di Baby Zoo, kita bisa berfoto bersama orang utan dan singa. Di Baby Zoo, terdapat beberapa atraksi seperti Jurassic Train, Bird Aviary, Taj Mahal White Tiger, Big Cat Center, dan Australian Outback. Siapkan uang sekitar Rp 20.000-Rp 25.000 untuk berfoto dengan hewan-hewan tersebut.



Setelah puas berkeliling Baby Zoo, kami mencoba beberapa wahana permainan. Sebenarnya sih sebagian besar wahana permainan yang dituju ya untuk si kecil. Saya hanya melihatnya dari dekat. Arfa terlihat sangat senang.

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu, kami harus segera menuju Dolphin SHow.Dari Recreation Area, kita harus mendaki ke atas jika tidak membawa kendaraan. Terdapat pula kereta wisata yang bisa membawa kita kesana, tapi berbayar (lagi) sebesar Rp 20.000. Sampai di wahana Dolphin Show bangku-bangku sebagian besar sudah terisi. Kami dapat duduk di tribun atas. Arfa exited sekaligus takut melihat Lumba-lumba secara langsung.

Waktu pertunjukan hanya lebih kurang 15 menit. Setelah itu, kita bisa berfoto bersama Lumba-lumba. Lagi-lagi,kita harus menyiapkan uang sebesar Rp 25.000 per orang  untuk bisa berfoto. Arfa memerhatikan dengan seksama meski tak mau terlalu dekat.


Makan dimana?


Sehabis pertunjukan, lapar mulai terasa. Kami memutuskan untuk makan di Safari Bento. Safari Bento terletak di Recreation Area di samping Safari Waterpark. Kami memilih tempat di lantai dua karena sambil melihat pemandangan dan waterpark.

Soal harga sih wajar di tempat wisata, yang memang agak mahal. Namun, porsinya dapat dibilang sangat besar. Apa menyesuaikan dengan perut orang Indonesia dan turis Arab yang  memenuhi Taman Safari? Entahlah, haha.

Sebenarnya masih banyak tempat makan lain di dalam recreation area. Ada Rain Forest Resto, Cafe Onta Coffe Backery, Rimba Foodcourt, Safari Kuring Restoran dan Caravan Restoran. Mungkin yang agak terjangkau di Rimba Foodcourt dan Safari Bento yang kami sambangi.

Lepas makan, kami solat di masjid dekat dengan wahana kora-kora. Di masjid jaket Arfa hilang entah di bagian mana. Duh kasiannya anakku kedinginan. Kami menjamak solat karena pulang sebelum asar. Kekhawatiran akan macet menghantui kami. Dan benar saja. Macetttt cettt ditambah hujan sangat deras. Sampai di rumah langsung tepar dan istirahat.

Info lebih lengkap bisa akses situs taman safari  ya. Untuk tiketing juga bisa kontak langsung ke Jalan Raya Puncak No. 601 Cibeureum, Cisarua Bogor, Jawa Barat, Indonesia  0251 8250000

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "A Fun Journey to Taman Safari Indonesia"

  1. Aduuh, aku belum pernah ke taman safari. Pingiin

    BalasHapus
  2. lumba-lumbaaa kapan ya terakhir aku nonton pertunjukan lumba lumba XD
    lama bangeet hihi
    ngajarin anak naik nagkutan umum itu penting juga sih ya mba, diajarin mandiri dan mulai mengenal berbagai angkkutan umum ^^

    BalasHapus
  3. Oooo Mbak Lingga di Depok juga ya tinggalnya?
    Btw nama angkutan umum yg menuju Taman Safari apa?
    Aku blm pernah ajak anak2 ksana, kpn2 ah TFS :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)