Dunia Lingga

Kamilah Negeri Para Dermawan



Di sebuah desa pelosok Klaten, saya merasakan sebuah tradisi jimpitan. Tradisi ini bentuknya dahulu adalah menyumbang beras dari masing-masing rumah. Beras kini digantikan dengan uang lima ratusan setiap harinya. Uang yang terkumpul akan digunakan untuk kepentingan warga. Misalnya, untuk gotong royong dan kepentingan desa lainnya.

Kamilah negeri para dermawan. Indonesia.

Soal galang menggalang dana, Indonesia adalah juaranya. Tradisi jimpitan hanya bagian kecil dari dermawannya orang Indonesia. Aktivitas fundraising atau penggalangan dana ini didorong semangat dan perjuangan menanam kebajikan.

Tak hanya di pedesaan, perkotaan pun tak kalah semangatnya. Fundraising di masjid-masjid, di perkantoran, hingga masuk ke rumah-rumah makan.

Tak heran jika menurut World Giving Index (WGI) 2015, Indonesia berada di posisi 12 negeri berpenduduk paling dermawan di dunia. Sedang kesusahan pun, warga siap membantu. Bantuan kadang digalang dari ranah publik, bukan dari yang berkuasa.

Masih lekat dalam ingatan, masyarakat Indonesia berbondong-bondong berdonasi untuk membantu Filipina yang hancur berkeping-keping karena topan Haiyan 2013 lalu. Konflik di Rakhine, hingga bantuan kemanusiaan untuk Palestina masih kerap berjalan. Sampai-sampai ada Rumah Sakit Indonesia di Palestina.

Kamilah negeri para dermawan. Indonesia.

Aksi penggalangan dana publik pun kini berevolusi. Publik dengan mudah berdonasi melalui fundraising digital. Gotong royong secara online semakin massif karena fundraising digital. Semua pasti tahu kitabisa.com, yang menggagas crowdfunding atau penggalangan dana publik melalui media sosial.

Kitabisa menjadi gabungan pergerakan sosial dengan kekuatan teknologi digital. Kitabisa menghubungkan orang-orang baik. Penggalangan dana yang biasanya menjadi masalah utama di berbagai pergerakan kini semakin dimudahkan.

Inilah mengapa penting menyasar generasi milenial yang peduli dengan fundraising digital. Karena kelak, generasi inilah yang mampu mempertahankan kedermawanan masyarakat Indonesia. Generasi inilah yang nanti akan berkata, negeri kami adalah negeri para dermawan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kamilah Negeri Para Dermawan"

Post a Comment

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)