Dunia Lingga

Mojok Bareng Yuk di Perpustakaan Bio Farma



Ingin mencoba wisata baru? Coba wisata ke perpustakaan. Meski bagi sebagian orang perpustakaan adalah tempat yang membosankan, namun tempat ini semakin berkembang menyesuaikan pola kehidupan masyarakat. Jika kita lihat dari perkembangan teknologi informasi, perpustakaan berkembang dari yang tradisional hingga digitalisasi. Kemudian dari pola sosial masyarakat, perpustakaan mulai bermunculan. Mulai dari perpustakaan desa, perpustakaan masjid hingga perpustakaan keliling.

Salah satu perpustakaan khusus di Indonesia yang menjadi rujukan para peneliti adalah perpustakaan PT Bio Farma. Perpustakaan Bio Farma seringkali didatangi untuk mencari bahan riset dan pengembangan mengenai vaksin. Perpustakaan yang sudah ada sejak Bio Farma lahir ini semakin keren karena ditata ulang dan direnovasi. 



Saya menjadi saksi betapa kerennya perpus perusahaan ini, lebay dikit boleh ya hehe. Perpustakaan yang bertempat di Masjid An-Nuur Bio Farma ini berada di lantai tiga atau biasa disebut ruang mezzanine itu seakan mempertahankan keseragaman arsitektur gedung utama Bio Farma yang berbentuk art deco sebagai bagian dari heritage Kota Bandung. Warna-warna terang seperti hijau toska dan oranye memanjakan mata para pengunjung.

Perpustakaan dilengkapi dengan teknologi intranet, personal computer hingga pojok untuk lesehan. Teknologi informasi di perpustakaan ini memberikan kesempatan kepada pengguna untuk memeroleh informasi lebih luas, cepat, tepat dan terbaru melalui fasilitas database online.

Menurut Kepala Bagian Public Relations Bio Farma, N.Nurlaela atau yang biasa disapa Bu Lala yang mukanya ngegemisin banget, pembangunan perpustakaan di gedung baru ini karena perpustakaan terdahulu tak mampu menampung aset Bio Farma yang sangat banyak, terutama buku-buku peninggalan zaman Belanda yang dipakai para peneliti Bio Farma.

Kini, perpustakaan Bio Farma juga dapat dijadikan panduan untuk para mahasiswa jurusan farmasi dan kedokteran serta mengenai perkembangan bisnis. Koleksinya memang menekankan pada jenis bahan pustaka seperti referensi, buku teks, majalah, jurnal ilmiah, hasil penelitian dan sejenisnya.


Namun begitu, perpustakaan Bio Farma menerapkan sistem terbuka dengan akses terbatas. Hal ini untuk lebih memberikan peluang kepada penggunaan yang luas namun tetap terkontrol. Terbuka artinya, siapapun dapat memanfaatkan koleksi yang ada namun proses pemanfaatan koleksi seperti fasilitas pinjam diperbolehkan hanya untuk karyawan Bio Farma.

Adapun untuk para karyawan, perpustakaan Bio Farma proaktif jemput bola ke unit-unit kerja yang cukup jauh dari perpustakaan. Perpustakaan akan melayani book in the boxes, yakni staf perpustakaan akan mengirim buku-buku yang diminta ke unit-unit perusahaan tersebut.

Jalinan kerja sama juga kerap kali dilakukan. "Kerja sama misalnya dalam bentuk bedah buku dengan komunitas akademik membantu meningkatkan pengunjung perpustakaan,"jelas Lala. Belum lama ini, bedah buku diselenggarakan untuk komunitas blogger ibu-ibu doyan nulis. Lala menyebut, perpustakaan secara terbuka mengundang siapa saja yang ingin mengadakan acara bedah buku atau temu komunitas. "Tinggal hubungi kami, InsyaAllah bisa sambil silaturahim,"ungkapnya.

Menurut Kepala Seksi News Information Managemen, Indah Puspita, perpustakaan Bio Farma memiliki koleksi buku aktif sebanyak 5.000 eksemplar. Buku didominasi oleh buku riset-riset misalnya buku mikrobiologi. Namun demikian, buku fiksi seperti novel juga bisa ditemui disini. Bahkan, buku tafsir berbahasa Iran juga dapat pengunjung baca di perpustakaan ini.

Sementara itu, buku mikrobiologi masih tetap menjadi primadona yang dibaca para pengunjung. Buku langka seperti British Pharmacopeia juga terpajang rapi di rak buku perpustakaan. Buku langka tersebut bisa bernilai puluhan juta Rupiah.


Ke depannya, kata Indah, perpustakaan akan menambah koleksi buku elektronik atau e-book. Sistem e-library juga mulai dibenahi sehingga karyawan cukup membuka internet untuk mencari buku-buku terbaru setiap harinya. "Sehingga karyawan dapat meminjam tanpa harus ke perpustakaan,"jelasnya. Lanjut Indah, perpustakaan mengusung custom by need, yakni menyediakan buku yang dibutuhkan oleh para karyawannya.

"Misalnya karyawan meminta pengadaan buku tertentu, kami akan cari dan membelinya,"ungkap Indah.

Selain koleksi e-book, perpustakaan Bio Farma akan menambah koleksi buku-buku lainnya seperti biografi, CSR dan novel. Perpustakaan yang mengusung tema exploring the world by knowledge itu juga concern terhadap buku-buku kewanitaan. "Kami juga menyediakan mom and kids corner yang isinya mengenai buku-buku kuliner, resep mask, novel, hingga tips-tips kewanitaan,"ungkapnya. Pojok ibu dan anak ini dibuat senyaman mungkin seperti di rumah. Anak-anak dan ibu-ibu bisa membaca sambil lesehan di karpet.


"Perpustakaan ini tidak serta merta untuk kepentingan internal, tetapi semacam tanggung jawab sosial Bio Farma terhadap masyarakat. Kami ingin memberi pelayanan publik yang berarti,"ungkap Lala.

Perpustakaan ini buka dari jam 08.00-15.00 setiap Senin hingga Jumat. Pustakawan Bio Farma juga siap melayani kebutuhan para pengunjungnya.

Keberadaan perpustakaan ini, jelas Lala, dharapkan dapat memberi andil tersendiri dalam proses pembelajaran. "Harus ada sinergi yang kuat antara pengambil kebijakan, pengelola perpustakaan, civitas akademika dan komunitas. Semuanya tak dapat dipisahkan,"sebut Lala. Nah, kalau memerlukan buku-buku yang bertema riset dan mikrobiologi, yuk cuss ke perpus Bio Farma.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Mojok Bareng Yuk di Perpustakaan Bio Farma"

  1. Perpustakaannya keren, betah nih kalo baca buku di sana.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)