Dunia Lingga

Reclaim the Street and Eat! Festival Keuken Bandung So Epic!!



Ratusan pengunjung larut dalam festival Keuken di Bandung belum lama ini. Sebagian dari mereka sibuk menguyah makanan dengan tangan kanan memegang makanan dan tangan kiri minuman.

Keuken sebenarnya berasal dari bahasa Belanda 'koken' yang berarti dapur. Sudah empat kali festival Keukeun diselenggarakan di jalanan Kota Bandung. Festival Keuken pertama kali diadakan pada 24 Juli 2011 di sepanjang Jalan Cikapundung Timur Bandung. Meski banyak pengendara protes karena menimbulkan kemacetan, Keuken Bandung jadi festival makan yang dirayakan bersama.

Di tahun ini Keuken mencoba menghidupkan bangunan historis Kota Bandung. Dengan tema Keuken #4: The Jolly Camaraderie, festival kuliner ini digelar di Gudang Persediaan PT KAI Cikudapateuh Jalan Sukabumi Bandung.  Bangunan milik PT KAI ini dapat dibilang hampir dilupakan masyarakat Kota Bandung. Untuk itu, festival ini berusaha mengenalkan kembali gudang yang sudah tak terpakai kepada masyarakat maupun wisatawan luar Kota Bandung.

"Kali ini memang agak berbeda karena biasanya di jalan raya, sekarang napak tilas sejarah bangunan di Bandung, salah satunya gudang kereta api ini,"ujar panitia acara Keuken, Meizan Natadiningrat.

Puluhan stan makanan berpartisipasi dalam kegiatan yang hanya diselenggarakan satu hari itu. Berdasar pantauan, makanan yang tersaji mulai dari camilan, kue kering dan basah, makanan berat sampai makanan penutup dan minuman. Stan dari restoran dan warung makan juga jadi incaran pengunjung. Sebut saja Holycow, Sugarush, Pizza e Birra, Karnivor, Nanny's Pavilon dan Fabrik.

Tak ayal, tempat yang luas dan terbuka ini terisi penuh oleh pengunjung. Antrian di stan-stan makanan terlihat mengular. Namun, para tamu yang hadir dapat menikmati makanan dan minuman sambil berjalan-jalan melihat stan lain.

Kegiatan satu hari itu dibagi dalam beberapa sesi. Di pagi hari, kegiatan dimulai dengan senam pagi, marching band dan demo masak. Chef-chef kenamaan juga sengaja didatangkan untuk memerlihatkan keahlian dalam mengolah makanan. Odie Djamil, Ray Janson, Afit D. Purwanto dan Yanto Hartono merupakan sebagian chef yang memasak di hadapan penonton secara langsung.



Menurut Chef Odie yang sudah dua kali didapuk mengisi acara Keuken, ia tertarik dengan konsep Keuken yang sangat memasyarakat. Odie menyajikan dessert atau makanan penutup dengan mengajarkan cara pembuatannya kepada para pengunjung. Odie membuat foam dari susu kedelai, batang coklat menjadi bubuk dan juga mematangkan kue dalam 30 detik di alat panggang atau microwave.

Bukan hanya itu, acara ini juga didukung oleh penampilan-penampilan musisi asal Bandung. Sambil menyantap makanan, permainan musik band Jirapan, Lucas and The Sound of McClay dan beberapa penampilan disc jockey menghibur penonton.

Menurut panitia Keuken, Faisal Nugraha dari House The House, festival makanan mengangkat jejak kolonialisme dan industri antik serta artistik. Festival ini, ujar dia, bukan menjadi acara biasa-biasa saja. Pasalnya, makan-makan menjadi tema utama perayaan untuk menikmati sudut kota dan ruang publik.

"Dari makanan kita dapat berbicara banyak hal. Siapa yang nggak suka makanan?,"kata dia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Reclaim the Street and Eat! Festival Keuken Bandung So Epic!!"

Posting Komentar

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)