Dunia Lingga

Bagaimana Bisa Terpilih Jadi Mombassador SGM 2016?

I am proud of many things in life, but nothing beats being a mother. 

Mungkin quotes ini bisa menggambarkan, bagaimana bangganya saya menjadi seorang ibu. Bangga melihat seseorang bergantung pada saya, membutuhkan saya dan selalu ingin pelukan saya.

Setidaknya ini juga dirasakan ibu-ibu lainnya di dunia. Saat pertama menyentuhnya, mendengar tangisannya, atau mendengar kata pertamanya. Saat pertama yang membahagiakan bagi seorang ibu, adalah saat senyuman si kecil selalu terbayang ketika sedang bepergian.

Tapi, menjadi ibu bukan perkara yang mudah. It's not easy being a mother, if it were easy, fathers would do it. Menjadi ibu tak menyoal membuat makanan sehari-hari, memandikan atau mengajari pekerjaan rumah. Lebih dari itu, menjadi ibu artinya mentransfer ilmu, mentransfer kemanfaatan diri untuk masa depan anak. Menjadi ibu bak pekerjaan holistik yang tidak ada ujung pangkalnya.  

Meski begitu, ada kalanya jenuh menyapa. Rasanya ingin menghabiskan waktu sendiri saja di tengah rutinitas yang ada. Bukan, bukan karena tak sayang anak. Tapi ada saatnya toh menjadi diri sendiri. Mengaktualisasikan sesuatu yang dahulu sempat diimpikan. Entah apapun itu.



Sebuah link mengenai Mombassador SGM bertebaran di linimasa. Link pendaftaran bergabung dalam komunitas Mom Ambassador SGM ini ramai di grup komunitas blogger hingga grup parenting. Link ini cukup menarik saya karena jika terpilih, saya akan menjejaki kembali Yogyakarta. 

Bukan hanya menyoal Yogyakarta, Mombassador ini laiknya sebuah cara mengumpulkan kembali semangat mencintai diri. Menyesapi perjalanan 13-15 Desember dengan cara berbeda dari biasanya. Berkumpul dengan bunda-bunda hebat dari seluruh Indonesia adalah rezeki luar biasa. 

Memperoleh ilmu baru dari SGM Eksplor untuk mendapatkan edukasi dan pelatihan dalam berbagai kegiatan seru bersama dengan mombassador lainnya. Komunitas ini bertujuan untuk mengajak bunda-bunda di Indonesia menjadi lebih paham dan peduli terhadap nutrisi dan perkembangan anak, serta menjadi bunda yang berdikari dan bermanfaat untuk bangsa. Nantinya jika terpilih akan mendapatkan pelatihan secara berkala mengenai parenting, nutrisi, tumbuh kembang anak, dan masih banyak lagi. 

Tergeraklah saya untuk ikut mendaftar. Terpilih atau tidak, biarkan tangan Tuhan yang bekerja. Saya harus mengisi link pendaftaran yang penuh dengan pertanyaan. Mulai dari data diri, hingga kiprah dalam kegiatan sosial. 

Selang seminggu kemudian, sebuah nomor tak dikenal terlihat di layar lcd handphone. Nomor area Jakarta di siang hari, siapa pikir saya. Ketika diangkat, suara ramah wanita menyapa dan bilang dari careline SGM. Ia ingin mengkonfirmasi data yang diberikan saat pendaftaran Mombassador. Mulai dari data diri hingga kegiatan sosial saya jawab apa adanya. Tak melebihkan tak mengurangkan. Di akhir pembicaraan, saya akan ditelpon lagi jika terpilih menjadi Mombassador.

Selang berhari-hari kemudian, tak ada kabar berita. Saya sih pasrah saja jika tak terpilih. Toh, saya dan suami memang sudah menjadwalkan untuk mudik ke Klaten pada 16-25 Desember. Kami bahkan sudah pesan tiket kereta saat itu. Suami berkali-kali bertanya, apakah saya jadi ikut Mombassador. Karena jika saya terpilih, saya harus pesan tiket baru untuk Arfa dan membatalkan tiket yang sudah dipesan pada keberangkatan 16 Desember.

Sebuah telpon masuk dari careline SGM dan mengabarkan saya terpilih menjadi Mombassador SGM. Wah, agak surprise karena saya mah apa atuh diantara ibu-ibu hebat lainnya. Saya juga heran bisa terpilih karena belum ada prestasi yang ditorehkan, lebih-lebih dalam masyarakat.

Mba-mba bersuara ramah yang saya lupa namaya meminta kepastian apakah saya bisa berangkat tanggal 13-15 Desember ke Yogyakarta. Saya menjawab siap. 

Saya: Mba apa bisa saya mengajak anak dan kemudian dititipkan ke orang tua saya di Yogya?
Careline: Nanti kami hubungi kembali ya mba

Dan selang beberapa hari, tak ada kabar tak ada dering telpon masuk untuk konfirmasi tiket pesawat. Sementara di linimasa, ibu-ibu hebat sudah apdet status terpilih dan sebagainya, bahkan sudah ada konfirmasi tiket pesawat. Hati semakin dag-dig-dug karena saya mesti membawa Arfa.

Alhamdulillah, sebuah telpon masuk meminta email untuk mengirimkan tiket pesawat. Rupanya, sudah dibooking untuk tiket pesawat pulang pergi. Mau tidak mau saya harus membatalkan tiket pulang karena memang sudah terjadwal mudik di Klaten. Saya segera booking tiket untuk Arfa dengan penerbangan yang sama. Alhamdulillah, masih ada kursi tersisa. Ini yang bikin saya deg-degan, khawatir pesawat penuh dan Arfa nggak bisa ikut saya. 

Hari H pun tiba. Bepergian bersama Arfa dengan pesawat berdua saja sudah tak asing bagi saya. Oiya, pihak SGM menyediakan travel yang akan mengantarkan kami ke Bandara Halim Perdana Kusuma. Kami dijemput sekitar setengah lima pagi dari Depok untuk menghindari kemacetan. Kami meluncur ke tempat Mombassador terpilih lainnya dari Depok, bunda Wulan Muriani. 

Mombassador lainnya saat bertemu di bandara heran, memang boleh membawa anak? Kalau boleh mereka juga mau. Padahal ya memang akan saya titipkan di tempat simbahnya di Klaten. Arfa sudah saya brainstorming untuk bisa betah di tempat simbahnya. Saya selalu bilang setiap hari bahwa dia akan bersama simbahnya selama 2 hari, tanpa kehadiran ayah dan ibunya. 

"Arfa nurut simbah ya, kalau mau pipis dan ee bilang simbah. Kalau mau mainan minta simbah,"kata saya modusin Arfa. 

Selama di pesawat, si bocah tidak rewel bahkan kerap tidur di pesawat.  Sesampainya di Yogyakarta, simbahnya Arfa sudah menunggu. Langsung memeluk dan menggendongnya. Saya minta tolong simbah untuk menjaga Arfa 2 hari saja. I Love You simbah, mau jagain Arfa. 

Cerita kegiatan saya selama temu bunda Mombassador 2016 di postingan selanjutnya yaa..



Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Bagaimana Bisa Terpilih Jadi Mombassador SGM 2016?"

  1. Mama...

    Curang.. ga ada buat papa atau om om hiks

    BalasHapus
  2. Asyik bisa sekalian mudik yak. Jadwalnya pas, abis ikutan momabassador langsung pulkam...

    BalasHapus
  3. Selamat ya sudah terpilih jadi mom ambassador SGM, pasti banyak cerita dan tambah wawasan ya.
    Ditunggu update selanjutnya :)

    BalasHapus
  4. Ternyata adek ikut ya?duh senangnya bisa ketemu eyang

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)