Dunia Lingga

9 Tips Mudah Raih Beasiswa ke Luar Negeri


Assalamualaikum,

Apa kabar sahabat? Di hari Rabu yang agak kelabu karena mendung nih di Depok. Tapi mudah-mudahan hati kita tak sekelabu langit yang mendung ya, hihii..

Di timeline Facebook saya berseliweran kawan-kawan yang sedang berkuliah di luar negeri. Entah itu biaya pribadi atau beasiswa, di saat itu saya menjadi sangat mupeng.

Enak kali yah bisa belajar lagi dengan suasana baru dan menjadi warga dunia. Ya warga dunia, itu yang sering disebut-sebut suami. Menjadi warga dunia, berkontribusi, tanpa merasakan kegelisahan dan juga bebas secara finansial *apasih ling.

Btw, melihat semangat teman-teman yang kuliah lagi itu menjadi motivasi sih sebenarnya buat saya yang emak-emak ini. Agar tak hanya menulis di ruang sempit dan menulis ketika ada event. Tapi menulis dari berbagai belahan dunia. Salah satunya dengan belajar lagi, kuliah lagi.

Bicara tentang kuliah lagi, yang memang masih diangan-angan. Karena pembenaran masih mengurus anak dan suami, saya hanya banyak bertanya kepada peraih beasiswa bagaimana bisa kuliah ke luar negeri. Lagi-lagi pengen kuliah yang gratis ya jalan satu-satunya adalah beasiswa.

Lalu bagaimana mereka mendapatkan beasiswa? Jawabannya mungkin SUSAH SUSAH GAMPANG. Yang jelas semua perlu usaha. Teman saya seangkatan di IPB, Randi Swandaru,  kini kuliah di Durham University, 10 besar universitas terbaik dunia. Aaaaakk mupeng gila..

Dia harus melalui serangkaian les bahasa Inggris selepas pulang kantor. Randi ngaku, ia harus berjalan kaki dari stasiun Cikini sampai Salemba dua kali sepekan untuk mengikuti les tersebut.

Gak habis di sana, dia juga latihan mandiri di rumah, belajar lagi. Fotokopi buku-buku IELTS dan mempelajarinya. Beberapa simulasi test diikuti hingga akhirnya dapat nilai yang cukup untuk melamar beasiswa. Tak hanya melamar satu beasiswa, ia melamar banyak beasiswa.



Sementara teman saya saat kerja di Aksi Cepat Tanggap (ACT), Herriy Cahyadi, yang dapat beasiswa Pemerintah Turki juga pernah mengalami kegagalan saat melamar beasiswa. Pasalnya, latar belakang pendidikan sebelumnya yang berbeda. Saat S1 Herriy mengambil jurusan metalurgi, sementara jurusan beasiswa S2 dan S3-nya adalah Hubungan Internasional. Akhirnya, agar beasiswanya diterima, Herriy harus mengubah proposal dan letter of intent. Akhirnya, dia mendapatkan beasiswa yang dituju deh.


Beda halnya dengan teman saya Isma Rosyida lulusan Hokkaido University Jepang, ia langsung diterima saat mengirim aplikasi. Karena apa? Karena sebelumnya Isma sudah dapat rekomendasi dari profesor universitas tersebut sebelum mengirim aplikasi. Sehingga, memperoleh beasiswa menjadi lebih mudah.


Sepintas gambaran tersebut memerlihatkan bahwa mencari beasiswa memang susah-susah gampang. Begitu mendapatkannya, gelar master atau doktor dapat menjadi jaminan masa depan. Keinginan keluar negeri seringkali terkendala oleh sebuah pertanyaan mendasar yakni, bagaimana memulainya?

Ini dia tips mudah kuliah keluar negeri ala teman-teman luar biasa saya:


1. Berhasil atau tidak tergantung kita, penuhi syarat-syarat jangan asal apply


Ribuan mungkin ratusan ribu orang yang ingin memeroleh beasiswa, terutama beasiswa ke luar negeri. Tapi, dari sekian banyak orang itu, tidak banyak yang tahu bagaimana caranya mengirim aplikasi beasiswa dan apa syarat-syarat yang harus dipenuhi.  Gagalnya seseorang memeroleh beasiswa ke luar negeri karena apa yang dipersiapkan menuju kesana belum matang. So, matengin dulu tuh syarat-syaratnya, jangan hanya main apply.

Kata Herriy, ada beberapa sebab kenapa kita gagal beasiswa. Pertama, dokumen tidak lengkap atau tidak sesuai. Ini tidak perlu ditanyakan lagi. 

Kedua, menurut panitia seleksi tidak memenuhi syarat penilaian, terutama akademis. Bisa jadi karena kurangnya nilai IPK, prestasi akademik, pengalaman kerja, aktivitas organisasi, dsb. 

Ketiga, letter of intent tidak memuaskan. Strateginya, lengkapi dokumen sesuai yang diminta, isi semua isian yang ada dalam formulir, upload semua prestasi dan pengalaman seperti sertifikat ini dan itu, rencanakan dengan baik letter of intent. Pelajari bagaimana mengisi letter of intent dari berbagai web yang membagi pengalamannya. 

Pengalaman Herriy mendapatkan beasiswa dan bagaimana dia menghabiskan kuliahnya di Turki bisa mampir ke webnya di www.inaturk.com. Disana banyak dibahas tentang bagaimana mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Turki.Selain itu juga banyak info-info mengenai Turki. 

2.  Ikutan kursus karena english proficiency itu penting


Para pelamar beasiswa juga harus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya, mulai dari grammar, listening, writing dan conversation. Kalau malas belajar mandiri, yuk ikutan kursus. Banyak lembaga kursus bertebaran di Indonesia. Tapi, kita harus memilih tempat kursus yang oke. Karena kenapa? Banyak missing link dilakukan lembaga kursus bahasa Inggris di Indonesia. 

Beberapa tempat kursus malah bikin kita pusing. Misalnya, kita sudah cukup bagus bekal bahasa inggrisnya, harus kembali mempelajari hal-hal dasar yang sebenarnya tidak terlalu penting menjadi kerugian tersendiri. Bukan hanya rugi waktu, tapi juga rugi biaya dan pikiran.

Jangan sampai, tempat kursus yang kita pilih hanya mengajarkan apa yang ada di buku teks. Cari tempat kursus yang juga bisa mengajarkan bagaimana terjalin komunikasi dua arah. 

Kenapa? Karena di dunia internasional, tak mungkin orang lain mengerti apa yang kita bicarakan jika kita hanya mengeja apa yang ada di buku teks. Beberapa lembaga juga terkadang lupa mengajarkan ketika sang pelamar beasiswa dalam proses wawancara. Karena biasanya, wawancara menjadi jebakan sehingga mereka gagal ke tahap selanjutnya.

Persiapan matang mutlak diperlukan. Cari tempat kursus yang menawarkan beragam program sehingga para pelamar dapat fokus pada tujuannya, kemana beasiswa yang diinginkan dan bagaimana ketika sudah belajar di luar negeri nantinya. 

3. Pentingnya sponsorship


Sangat penting untuk mendapatkan sponsorship (beasiswa) sebelum memulai sekolah. Alasan utamanya, bisa jadi karena sangat tingginya biaya hidup di luar negeri. Beasiswa, dapat bersumber dari pemerintah, perusahaan dan universitas. Beasiswa dari pemerintah biasanya diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan seperti beasiswa Dikti dan TPSDP. 

Untuk mendapatkan beasiswa tersebut, kita harus memenuhi syarat secara administratif dan kualifikasi akademik. Kalau bisa ada sertifikat dan jurnal internasional. Kemudian, setelah itu mempersiapkan wawancara.


4. Persiapan travel arrangement


Persiapan travel arrangement yakni berupa persiapan passport, visa, kartu identitas, surat kontrak beasiswa, pakaian hingga perbedaan makanan. Misalnya saya menyasar beasiswa ke Kanada, saya harus tahu Kanada seperti apa dan bagaimana kehidupan di sana kan?

5.Persiapkan akomodasi


Seseorang yang menginginkan beasiswa juga harus mempertimbangkan akomodasi nanti di luar negeri. Ada baiknya, kita mengenal seseorang di luar negeri untuk membantu kita mencari lokasi kuliah yang tepat dan biaya yang harus dikeluarkan.


6. Bikin rencana penelitian


Yang penting, katanya, setelah semua terpenuhi, jangan melupakan mengenai rencana penelitian yang akan ditawarkan kepada universitas yang kita tuju. Persiapkan rencana singkat penelitian, dan yakinkan sebelum berangkat kita punya topik penelitian yang ingin dilakukan.

7. Berani apply dan tidak minder


Mendapatkan beasiswa ke luar negeri gampang-gampang susah. Itu semua tergantung dari kesiapan sang pelamar beasiswa. 

Yang terpenting, para pencari beasiswa harus berani melamar beasiswa dan tidak minder duluan. Beasiswa banyak, tapi yang mencari juga banyak. Kita harus berani apply dan biarkan pemberi beasiswa yang menilai kita layak atau tidak. Para pencari beasiswa juga harus mengeluarkan energi lebih keras dan membuat skala prioritas.

8. Tak cukup satu kali melamar


Bersungguh-sungguh dan jangan hanya melamar satu kali, karena ada kalanya pemberi beasiswa juga memberi prioritas daerah. Ini berarti bukan kita tidak berkualitas. Semua berawal dari mencoba dan berusaha.


9. Berdoa


Nah, ini yang paling mustajab dari semua tips diatas. Jangan lupa luruskan niat dan berikhtiar. Doa menjadi senjata pamungkas jika segala ikhtiar sudah dilakukan. Tinggal kehendak Allah, apakah kita digariskan mendapatkan beasiswa tersebut atau tidak.


Ya, begitulah tips 'sederhana' dari teman-teman saya yang luar biasa ini. Pertanyaan selanjutnya, "KAMU KAPAN LING?" Whehehee...



Subscribe to receive free email updates:

27 Responses to "9 Tips Mudah Raih Beasiswa ke Luar Negeri"

  1. Semangat sekolah! Sekarang ini ga ada alasan lagi kalo ngomongin ga ada dana ya. Tinggal usahanya dimaksimalin. Aaah, toss dulu pejuang beasiswa^^

    BalasHapus
  2. Iya beneer, mupeng banget liat temen-temen yang bisa kuliah di LN.
    Baru tadi Maghrib ngomong ke suami pengen kuliah lagi, meski buntutnya udah dua :p.
    Semoga kesempatan itu akan datang suatu saat. Amin :)

    BalasHapus
  3. wuaah...mupeng emang kalo liat temen dapet beasiswa ke LN... Dulu pas kuliah cita-citaku banget ini, tapi begitu lulus ternyata malah langsung nikah terusan punya anak sampe tiga... moga-moga masih ada kesempatan... (ngarep hihihi)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau udah ada buntut emang udah banyak pertimbangan ya mba..hehe

      Hapus
  4. Wah.. jd emak2 gini masih kepengen kuliah ke luar negri ga yah? Anak2 aja deh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihiii...smua ada prioritasnya mba..hihi

      Hapus
  5. Sebenernya pengen kuliah lagi ngambil S2 ke luar negeri. Tapi apa daya, belum tega ninggalin anak-anak terlalu lama, hiks...

    BalasHapus
  6. Batasan umur melamar beasiswa berapa ya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo LPDP maksimal 35 tahun mba, gak tau yg lain

      Hapus
  7. Saya sempat hunting beasiswa juga mbak. Tapi ya itu, kurang gigih. Ada hambatan dikit, mundur. Motivasi kurang kuat. Padahal itu yang paling penting ya...hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sama mba..kayak jadi maju mundur tjaantiik gt

      Hapus
  8. Aku juga abis dikomporin teman yang berhasil dapat beasiswa di UK. Memang butuh usaha keras menaklukkan IELTS 6.5.
    Semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nyampe IELTS sgitu perjuangannya akan sangat luar biasa haa

      Hapus
  9. Mendapatkan beasiswa itu membanggakan. Dulu pernah dapat saat masih kuliah. Dari berupa uang, beasiswa kerja, hingga pas mengerjakan tugas akhir. Kangen dengan masa2 itu. Sekarang? Kalau ada tawaran beasiswa suka mupeng. Tapi ... ijazah S-1 aja gak punya #hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. kok kuliah ga dpt ijazah bang? hehe

      Hapus
  10. dulu semangat banget ngejar beasiswa,
    sekarang pupus sudah semangat itu.
    dan jadi blogger aja deh :)
    terima kasih dan salam kenal Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga. yuk ah,dr ngeblog sapa tau dpt course ke luar negeri hihi

      Hapus
  11. Terakhir saya mendapatkan beasiswa itu waktu smp tapi waktu sma prestasi belajar menurun jadi gak dipromosikan untuk dapat beasiswa lagi deh.

    BalasHapus
  12. duh baca beginian jadi pengen lanjutin kuliah

    budy | Travelling Addict
    blogger abal-abal
    www.travellingaddict.com

    BalasHapus
  13. Beasiswa ke luar negeri itu susah-susah gampang dan gampang-gampang susah hehehe. Banyak juga yang harus dipersiapkan, salah satunya harus persiapan bahasa inggris nih kalo mau appy beasiswa ke luar negeri ya.

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)