Dunia Lingga

Lewat Mural, Palestina Protes


Apa itu mural? Baru saya tahu setelah saya ditugaskan untuk menuliskannya. Kreatif namun menyedihkan. Karena sebagian besar mural, menggambarkan kondisi nyata Palestina sekarang. Terabaikan. Diabaikan.

Mural sendiri, adalah setiap karya seni lukis yang diterapkan secara langsung pada dinding, tembok, langit-langit atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya. Karakteristik khusus yang membedakan dari lukisan mural adalah unsur-unsur arsitektur ruang yang diberikan secara harmonis dimasukkan ke dalam gambar.


Orang yang mencat ini atau lebih dikenal dengan ‘boomber’ biasanya menggunakan cat minyak untuk block dan cat semprot untuk gambar, huruf atau grafiti. Namun, beberapa mural lainnya dilukis pada sebuah kanvas besar kemudian dilekatkan didinding. Mural telah digunakan sejak akhir abad ke 19.

Mural sangat penting sebagai cara membawa seni ke ruang publik. Namun, karena ukuran, biaya, dan pekerja yang dikerahkan cukup besar, perlu sponsor untuk menjalankan aksi seni ini. Teknik mural juga bermanfaat bagi seniman yang tidak berkesempatan untuk memamerkan karya seninya di galeri. Mural juga menjadi alat yang efektif untuk emansipasi sosial atau mencapai tujuan politik. Mural juga biasanya alat untuk melawan sebuah rezim.

Sementara untuk rezim, mural juga dapat digunakan sebagai alat pengendali massa dan propaganda. Mural secara sadar atau tidak sadar memiliki dampak yang dramatis terhadap perpolitikan suatu wilayah atau negara. Mural terkenal dapat ditemukan di Meksiko, New York, Philadelphia, Belfast, Derry, Los Angeles, Nikaragua, Kuba dan di India. Mural sendiri berfungsi sebagai sarana penting komunikasi bagi anggota secara sosial, etnis dan ras di masa konflik. Mural juga terbukti menjadi alat yang efektif dalam membangun dialog.

                        
Sementara di Palestina, mural diawali saat kelompok pro-Irlandia (Iris Republican Army/IRA) menjalani hubungan dengan otoritas (PLO) di Palestina. Hubungan ini terjadi diperkirakan karena komunitas di Irlandia Utara memiliki kesamaan nasib dengan penduduk arab Palestina yang terjajah di tanah sendiri.

Hubungan yang mulai terjalin antara IRA dan PLO mencakup pertukaran informasi, pelatihan, finansial hingga tukar menukar senjata. Selama konflik The Troubles di Irlandia Utara, timbul aneka mural sebagai perwujudan dari semangat melawan penjajahan. Isu yang diangkat di karya seni itu diantaranya mengenai kelompok bersenjata, elit politik, kejadian krusial hingga opini dari komunitas, misalnya isu Palestina yang dianggap mirip dengan Irlandia di era Inggris.

Sebagian besar mural terdapat di Irlandia Utara tepatnya di kota Belfast dan Derry. Mural di Divis Street, Falls, Belfast pada tahun 2002 misalnya. Terdapat mural gambar tentara Israel dan wanita Palestina serta tulisan yang menggambarkan Palestina adalah wilayah pemilik kamp konsentrasi terbesar di dunia karena praktek penjajahan Israel. Di bagian kiri terdapat latar bendera Palestina bertuliskan Arab yang berarti Palestina Hari Ini Kita Akan Menang. Adapun di bagian kanan, mural berlatar belakang Irlandia juga terdapat tulisan berbahasa Arab.



Mural lainnya di Belfast dibuat pada 2008. Mural tersebut melukiskan dua anak Palestina yang memegang kuni dan melihat tembok pembatas yang memisahkan Israel dan Palestina. Lain halnya Mural yang menggambarkan Presiden AS George Walker Bush yang tengah menghisap darah korban perang di Palestina dan mengeluarkan gelembunng-gelembung bersimbol dolar AS dari telinganya. Mural ini sebagai ilustrasi terhadap kebijakan Bush yang selalu menjadi sekutu Israel dan invasi perang di Afghanistan dan Irak. Banyak dari mural di Belfast berlatar Palestina dan Gaza.

Salah satu mural yang popoler dibuat di Belfast pada 1982. Mural memerlihatkan gambar pejuang PLO dan pejuang IRA yang mengangkat senjata pelontar RPG bersama-sama. Di bagian bawah gambar, terdapat kata-kata One Struggle (satu perjuangan). Ini menandakan bahwa PLO di Palestina dan IRA di Irlandia sama-sama berjang untuk kemerdekaan negaranya.

Selain di Irlandia, mural juga dilakukan sekelompok seniman perempuan Yahudi di Bay Area yang ingin mendukung perjuangan Palestina untuk HAM dengan mendukung seni Palestina. Proyek yang dinamakan Break the Silence Mural Project (BTS) dimulai pada tahun 1989 di Pusat Seni Ramallah. 

Mural yang berisi isu Palestina juga terdapat di Amerika Serikat. Pada 2007, San Francisco State University menjadi sekolah pertama yang menampilkan mural budaya Palestina. Meski demikian, hadirnya mural di sekolah tersebut tidak mudah. Menurut perkumpulan mahasiswa Palestina (GUPS), lingkungan di AS trlalu besar dan diskriminatif, tapi budaya mengalahkan politik,"kata anggota GUPS, Nasser Halteh. Hadirnya mural Palestina di sekolah ini juga sebagai penghargaan kepada seniman Edward Said yang membawa pesan Palestina dalam mural-mural karyanya. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lewat Mural, Palestina Protes"

Post a Comment

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)