Dunia Lingga

Me Time Receh Suami Istri dan Segala Konsekuensinya



"Pah..Mamah ke salon ya..titip anak-anak. Makanan dan camilan udah disiapin,"kata seorang istri.

Mau me time masih tetep mikirin anak-anak.

"Pak..Ibu mau arisan abis itu pengajian. Pulangnya agak malam. Titip anak-anak ya!"

Lagi-lagi yang dipikirin anak-anak..

Mau me time pun emak-emak biasanya nggak egois kok. Pasti ada aja yang dibikin dan disediakan buat suami dan anak. Terus enak saja gitu ada yang nyinyir terus bilang, "Ngapain me time..ibu jaman old gak ada me time tuh..tetap bisa membahagiakan dirinya!"

Ya sakarepmu bu..asal me time sudah dikomunikasikan dengan pasangan dan nggak merugikan urusan rumah tangga, kenapa nggak? 

Buat emak-emak me time itu gampanglah caranya. Cukup mandi agak lama karena hair masker-an di kamar mandi itu sudah mewah banget, tanpa harus digedor-gedor udahan mandinya. Atau malam-malam  selepas anak-anak tidur emak bisa nonton drama korea barang satu episode sudah jadi kebahagiaan tersendiri.  Masih banyak bentuk me time nya ibu-ibu, baking-lah, olahragalah, pengajianlah, atau sekadar ngobrol. Pak suami hendaknya mengerti. Karena toh ibu-ibu ini nggak minta travelling mewah ala Syahrini atau dijajanin gamis tiap bulan 😂.


Hal-hal receh kayak gini sebenernya buat ibu-ibu bisa membuang rasa depresi dan stressnya setiap hari. Tahu sendiri rasanya bergulat dengan dapur, sumur dan kasur, setiap hari setiap waktu. Tentu ada kalanya bosan melanda dan rasanya ingin memecahnya dengan mencintai diri melalui me time.

Kalau ibu-ibu me timenya tidak terpenuhi, hati-hati ada perang dunia ketiga.  Yang ada anak jadi korban amarah. Suami pun demikian, kena korban dicerewetin seharian, yang parah didiemin seharian. Nggak mau kan rumah justru jempling, tak ada suara cerewet yang biasanya terdengar. Perang dingin sungguhlah sangat menakutkan. Ditanya salah nggak ditanya makin meradang.

Eh, kaum suami pun nyeletuk. Emang emak-emak doang yang butuh me time? Kami-kami juga loooh..kami juga manusia biasa. Di kantor ditekan atasan, masa di rumah dimanyunin istri gara-gara nonton bola doang? 

Kami pun butuh me time bu ibu..dan Me time para suami juga receh loh bu..

Main mobile legends tanpa harus diteriaki, "Paak tolong benerin closet..!"

Atau cukup bisa tidur tanpa diganggu loncat-loncat anak di kasur, atau juga seminggu sekali bisa futsalan bareng konco-konco. Gak papa toh bu ibu..asal futsalannya bukan sama konco mesra *eh

Atau begini, kadang kala suami butuh me time dan punya ruang untuk dirinya sendiri, masuk ke dalam 'gua'-nya. Para gak perlu ditanya kenapa karena kami nanti cerita kok kalau waktunya. Jangan dicereweti, karena inilah cara bapak-bapak berintrospeksi diri dan butuh ruang sendiri. *terTulus

Rosul saja ketika menghadapi tekanan yang berat 'masuk gua' sebulan lamanya, bermunajat tanpa bertemu istrinya. Jauh sih jika bandingin suami sama Rosul. Intinya sama, suami akan bahagia jika bisa sunyi dalam 'gua'-nya dan kembali dalam keadaan lebih baik dan lebih segar.

Wah, sebelas dua belas, suami saya pun demikian.  Pernah suatu hari suami diam seribu bahasa dan pergi jalan-jalan sendirian. Besokannya, ia berkomunikasi seperti biasa bahkan lebih bersemangat dibanding biasanya. 

Ternyata, nggak cuma kita ibu-ibu yang perlu me time, para suami pun perlu. Namun terkadang, bahwa suami butuh me time tidak tersampaikan dengan baik. Akhirnya, yang ada bawa perasaan dan mutung seharian. Emak-emak sebut suami tidak peka sementara suami sebut istri rese selalu ingin tahu dan nggak pengertian.

Sebagai emak2 yang biasa di rumah, perlu kiranya mengkomunikasikan me time kepada suami. Beberapa caranya bisa dengan:

💅 Utarakan secara jelas mengapa kita butuh me time. Secara laki-laki itu logis, kalau kita ngomong muter-muter suka nggak sampe di otaknya. Langsung saja bilang, "PAAK AKU PERLU NYALOON", "MAS, AKU MAU KE SHOPPING SENDIRI,". Bilang manfaat positifnya kalau kita bisa me time. Kalau saya biasanya sudah bilang jauh-jauh hari jika ada acara yang tak memperbolehkan bawa anak, atau sekadar bertemu teman lama.

💅 Yakinkan suami jika saat kita me time, urusan domestik rumah tangga nggak ada masalah. Misalnya sudah sedia makanan dan camilan di rumah

💅 Mengajak suami melakukan urusan domestik. Bapak-bapak yang begini nih juara banget. Ditinggal istri ada saja yang dikerjain. Bukannya ketika ditinggal me time pas si istri pulang, rumah sudah kayak kapal pecah...emak tambah streeesss 😂

Sementara buat para suami, hendaknya juga komunikasikan dengan baik jika sedang butuh ruang sendiri. 

🙋 Tetapkan batas waktu
Bolehlah suami me time, entah nonton bola, nge-game, ngoprekin mobil, tapi jangan sampai lupa waktu sampai nggak ingat makan nggak ingat tidur.  Bukannya kembali segar setelah melakukan me time, malah menurunkan produktivitas. Kerjaan keteteran dan malah kurang tidur, kan jadi nggak banget ya..hehe

🙋 Nggak pergi mendadak apalagi nggak berkabar
Nih, buat para suami yang me time-nya keluar seperti jalan-jalan sendiri, futsalan, memancing dan sebagainya, hendaknya komunikasikan terlebih dahulu kepada istri, agar istri tenang dan nggak berpikiran yang macam-macam. Secara istri itu semua dipikirin, sampai yang nggak logis pun dipikirin. Pergi mendadak bahkan nggak berkabar cuma akan menimbulkan perselisihan. Ingat! Yang enak itu cuma sambel dadak, bukan yang serba mendadak😆

🙋Pastikan sudah cukup we time sama pasangan
Nah ini, kerap kali para suami pun abai menghabiskan waktu berduaan saja dengan istri. Pastikan dulu waktu nge-date sama istri sudah terpenuhi agar yang ditinggal me time gak ngerasa ditinggalkan😏

Memang sih, nggak semua me time bisa dilakukan. Ada batasan dan rambu-rambu yang harus ditaati. Seperti yang saya utarakan tadi, tentu sebagai pasangan suami istri, kita perlu mengkomunikasikan dan mendiskusikan apa yang kita inginkan, seberapa lama waktu yang dihabiskan untuk me time dan komitmen apa yang sudah dilakukan dengan pasangan.

Biar setelah me time, energi positif dalam rumah tangga semakin memancar dan kebaperan-kebaperan yang selama ini ada, bisa terhempas manja. Bukankah dalam setiap hubungan pernikahan, saling mencintai adalah kunci kebahagiaan. Namun, bagaimana bisa mencinta, jika kita tak bisa mencintai diri sendiri? Just enjoying some quality time with yourself..

Kalau ibu-ibu dan bapak-bapak, me time apa yang biasa dilakukan dan adakah konsekuensi-konsekuensi tertentu saat me time?








Subscribe to receive free email updates:

16 Responses to "Me Time Receh Suami Istri dan Segala Konsekuensinya"

  1. klo suami libur, aku suka minta jagain anak mulai dari ngajak main, nemenin pipis ehhh itu aja sih dan bukan me time tapi minta tolong ... biar me time-ku berasa me time better ajak suami anak ke mall, mereka berdua ke playground dan aku keliling mall entah sekedar baca buku di tobuk ato creambath gitu

    ReplyDelete
  2. Uwaaaa tulisan keren. Apalagi yang paragraf kedua dari bawah. Nampol banget, meski aku belum punya suami. Tapi minimal aku udah nyiapin ilmu lag, untuk we time dulu, baru me time

    Tengkyu Kak Linggaaaaaa

    ReplyDelete
  3. Waaah me time, bener banget Mbak, ibu ibu kek saya ini butuh me time. Me time sebetulnya bisa didapat di mana saja kok. Asal ya itu tadi mengkomunikasikan dengan baik kepada suami dan anak-anak. Tanpa saya sadari saat anak-anak sedang main, saya juga punya waktu me time kok. Nah kalau me time ke luar tanpa anak-anak, saya masih belum yakin 100 % ninggalin lama dan jauh, kecuali urusan pekerjaan

    ReplyDelete
  4. Me time ini, walaupun receh tetep perlu banget ya mbak..

    ReplyDelete
  5. Tulisan mbak menyadarkan aku kalau ternyata aku punya me time tiap hari tapi aku nggak nyadar kalau itu me time, kayaknya abis ini aku mau nawarin me time ke suami :) Dan sebenernya yg aku butuhkan itu lebih ke quality time ber2 sama suami.

    ReplyDelete
  6. Setuju dengan poin "komunikasi" karena ini memang kuncinya. Alhamdulillah dari apa yang sudah kami lakukan hingga saat ini, saya dan pasangan punya me-time masing-masing. Biasanya diskusi lebih di tataran atur jadwal biar ga bentrok ^_^

    ReplyDelete
  7. Aku biasanya kalo menikmati me time ke salon, tentunya dengan seizin suami. Kalau udah izin lebih enak, dia juga pasti bilang 'ntar aku bayarin deh ke salonnya', hihihi.

    ReplyDelete
  8. Sakarepmu..wkwkwk..aku ngekek baca ini. Saya sih tim me time,,terserah mo dikomentarin apa sama orang lain.
    Saya yang tahu dan ngerasain apa yang ada di hidup saya. Orang lain hanya penonton.

    ReplyDelete
  9. me time suami nonton tv acara masak masak...paling gak mau diganggu dengan pertanyaan2 apapun atau disuruh apapun... kalo me time aku nonton horror movie... sama juga...gak mau diganggu...hahhaha

    ReplyDelete
  10. wahahahhaa, lucuuu banget ceritanya :D kalau aku me time nonton film :D

    ReplyDelete
  11. Kalau sudah seizin suami, apapapun terasa lebih tenang. Gitu juga suami kalau mau lakukan hobinya tapi biasanya saat dia mau me time (naik gunung atau panjat tebing) aku dan anaknya malah minta ikut. Habis suka juga hahaha...

    ReplyDelete
  12. Pada dasarnya, ibu itu kalau mau pergi pasti selalu beresin urusan rumah dulu. Akupun gitu sih. Masak dulu, beberes rumah dulu,dan make sure semua keperluan anak anak Dan suami beres. Me time itu emang penting buat keharmonisan rumah tangga. Biar para ibu ngga bosenn gituu.

    ReplyDelete
  13. Me time emang perlu sih Mba. Buat recharge jiwa ��

    ReplyDelete
  14. Kalo saya me time kadang hanya di rumah saja.. Saya cari aktivitas yg membuat happy misalnya blogging..

    ReplyDelete
  15. aku ama suami punya jadwal me time masing-masing. saling mengerti aja biar sama-sama hepi

    ReplyDelete

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)