Dunia Lingga

Membentang Kebaikan Bersama Dompet Dhuafa



Masyarakat Indonesia tak perlulah diajari untuk berderma dan bergotong royong. Di sebuah kampung di Klaten, masih terdapat tradisi jimpitan. Tradisi berupa mengumpulkan sumbangan berupa uang receh setiap hari untuk kegiatan masyarakat. Di daerah Jawa Barat mungkin masih ada tradisi perelek, mengumpulkan sumbangan berupa beras atau uang. 

Di Gunungkidul dan masyarakat Jawa umumnya, terdapat tradisi sambatan atau rewang, yakni membantu sesama yang sedang tertimpa musibah atau sedang melakukan pekerjaan besar seperti pernikahan, membuat rumah, panen dan lain-lain. Tak jauh berbeda, di Aceh khususnya suku gayo, punya tradisi alang tulung, yang secara garis besar sama seperti yang tersebut di atas.

Namun banyak kalangan menganggap budaya dan tradisi ini mulai memudar. Apa pasal kalau sekarang semua diukur dengan harga dan uang. Dipasangi tarif baik resmi maupun tak resmi. Dan mirisnya, bukan lagi terjadi di masyarakat, sampai pemimpinnya pun demikian. Pada akhirnya apa yang terjadi? Masyarakat yang tidak punya kemampuan tawar, semakin menderita. 

Yang terjadi kini tak usah heran. Ketimpangan ekonomi semakin besar. Lembaga Oxfam menyebut, harta total empat orang terkaya di Indonesia sebesar 25 miliar dolar AS, setara dengan gabungan kekayaan 100 juta orang termiskin. Dan fakta menyebut bahwa Indonesia termasuk dalam enam besar negara dengan tingkat kesenjangan ekonomi tertinggi di dunia. Oxfam mengingatkan, kesenjangan ini bisa jadi ancaman serius bagi masa depan Indonesia. Kemiskinan semakin sulit dikurangi dan ketidakstabilan sosial bakal meningkat.


Meski begitu, tak perlulah kita terlalu resah. Masyarakat Indonesia bukanlah mental bangsa peminta. Semangat berderma selalu ada. Menurut salah satu teman yang mendirikan komunitas berbagi kebaikan, orang Indonesia itu ramah dan mudah merespons gerakan kebaikan, meski terkadang masih perlu didorong oleh momen-momen simpatik yang dramatis.

Charities Aid Foundation (CAF) juga memberi fakta nyata dermawannya masyarakat Indonesia. CAF menyajikan survey World Giving Index Report 2017 yang menyebut Indonesia berada di posisi kedua sebagai negara paling dermawan. Indikatornya yaitu helping stanger (menolong orang asing), donate money (mendonasikan uang) dan volunteering time (meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan kerelawanan). Kerelawanan orang Indonesia ini bisa jadi memang berakar dari budaya gotong royong yang sebelumnya telah disebutkan. 


Fenomena berderma orang Indonesia yang masih tinggi ini tentu bukan tanpa sebab. Ada kerja-kerja nyata dari banyak pihak agar perilaku membentang kebaikan ini semakin mudah. Berbagai badan amal di Indonesia dengan program-program yang memberdayakan terus hadir. Mereka-mereka inilah yang tak sibuk meminta pertanggungjawaban negara untuk memelihara fakir dan anak terlantar. Lembaga-lembaga derma ini justru mengajak semua pihak untuk berkolaborasi. Mereka inilah pahlawan jaman sekarang yang berlomba-lomba berbagi berkah, merangkul asa. 

Membentang Kebaikan Bersama Dompet Dhuafa

Salah satunya adalah lembaga Dompet Dhuafa yang kita kenal betul mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum miskin dalam berbagai aspek. Kita sadar betul bahwa mengentaskan kemiskinan tidaklah bisa seorang diri. Hadirnya Dompet Dhuafa menjadi salah satu lembaga yang membantu hampir semua kebutuhan dasar masyarakat Indonesia. 

Percayalah, Dompet Dhuafa menjelma di banyak medan pengabdian mulai dari kesehatan, ekonomi, pendidikan, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat. Tanpa mengecilkan peran lembaga lain, Dompet Dhuafa menjelma menjadi Indonesia itu sendiri. Ia adalah ibu kandung dari lahirnya lembaga sosial di Indonesia.  


Banyak program-program yang telah, sedang dan akan digulirkan. Dalam bidang PENDIDIKAN, Dompet Dhuafa memberdayakan guru melalui Program Sekolah Guru Indonesia. Tak tanggung-tanggung, telah tersebar 368 guru yang menerima manfaat program ini di berbagai wilayah Indonesia.


Bukan hanya untuk guru, Dompet Dhuafa juga fokus menjawab keresahan minimnya pendidikan di batas negara dengan program Sekolah Beranda. Program binaan di bawah Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa ini memfokuskan diri pada pendampingan sekolah-sekolah di Indonesia yang berada di wilayah perbatasan negara, pulau-pulau terluar, dan pelosok pedalaman. 


Ada pula sekolah untuk dhuafa Smart Ekselensia yang memadukan nilai-nilai Islami dan kualitas  pendidikan tinggi. Ternyata Dompet Dhuafa juga mempunyai Dompet Dhuafa University. Tak terbayangkan memang, kegiatan penyaluran donasi dan bantuan yang awalnya dari sekelompok wartawan menjelma menjadi sebuah universitas. Rasa-rasanya memang baru Dompet Dhuafa lembaga sosial yang mendirikan universitas. 

Belum tuntas, masalah pendidikan didukung oleh Dompet Dhuafa dengan memberikan ratusan atau mungkin ribuan beasiswa kini jumlahnya kepada anak-anak miskin yang ingin meraih mimpi untuk mengenyam pendidikan tinggi. Beberapa saya teman yang mendapat beasiswa Dompet Dhuafa kini benar-benar naik kelas. Banyak yang menjadi peneliti, dosen, wirausahawan dan banyak lagi. 

Bicara tentang KESEHATAN, lagi-lagi Dompet Dhuafa hadir, seolah-olah tidak letih dengan beragam program berkualitas lainnya. Lewat Lembaga Kesehatan Cuma-Cuma (LKC), Dompet Dhuafa hadir menghilangkan ketakutan di masyarakat karena mahalnya biaya pengobatan.  Seakan tak puas hanya dengan LKC, Dompet Dhuafa juga mendirikan rumah sakit. 

Hingga kini Dompet Dhuafa telah menghadirkan lima rumah sakit berbasis dana Ziswaf yang tersebar di beberapa wilayah. Apakah pemerintah khususnya kementerian kesehatan harus berterima kasih kepada Dompet Dhuafa? Rasa-rasanya teman-teman di Dompet Dhuafa tak mengharapkan hal itu.

Di bidang PEREKONOMIAN, Dompet Dhuafa hadir dengan konsep memberdayakan. Dana Ziswaf yang digulirkan Dompet Dhuafa bisa membuat penerimanya naik kelas. Melalui Institut Kemandirian, Dompet Dhuafa memutus kemiskinan dan pengangguran, dengan menaikkelaskan mustahik berdaya sendiri. Institut Kemandirian memberdayakan dengan program kewirausahaan, training otomotif, fashion, teknisi HP, mengemudi, IT/komputer, salon muslimah, dan lainnya. Meski beberapa levelnya masih UMKM, tak jadi soal karena mustahik tak lagi mengulurkan tangan meminta-minta. 

Program lain yakni dengan menggulirkan wakaf produktif yang dikelola secara profesional. Tak tanggung-tanggung, di 2016, aset wakaf produktif Dompet Dhuafa berhasil membukukan surplus sebesar Rp2 miliar. Surplus ini kemudian disalurkan kepada orang miskin melalui program-program Dompet Dhuafa.

Relawan Dompet Dhuafa dalam aksi Gempa Ciamis
Seolah tak ingin berhenti di program tersebut, program PENANGGULANGAN BENCANA DAN KEMANUSIAAN juga terus digencarkan. Bencana datang, relawan dari lembaga sosial khususnya Dompet Dhuafa-lah yang datang pertama kalinya, di luar Basarnas dan Tagana. Relawan Dompet Dhuafa tak harus menunggu komando membantu penanggulangan baik saat atau pascabencana. Mereka dengan sigap menjelajah Sabang hingga Merauke mengirim bantuan.

Tak hanya dalam negeri, para relawan juga menyebrang batas-batas geohrafis menyampaikan amanah ke negara darurat kemanusiaan. Salah satunya, inisiasi bantuan makanan diformat menjadi program Foodbank Palestina. Program ini menyediakan logistik makanan untuk kebutuhan masyarakat Palestina berbasis produksi. Tentu menjadi sangat penting bagi warga Palestina yang dikekang kebebasannya, khususnya Gaza yang terisolasi. 


Tentu menggerakkan para relawan ini bukan hal yang mudah. Namun, Dompet Dhuafa terus menjadi motor dalam gerakan kerelawanan dan konsisten dalam membentang kebaikan. Kerja nyata ini rupanya membuahkan hasil. Dompet Dhuafa Volunteer yang menggerakkan ribuan relawan terpilih sebagai organisasi relawan terfavorit dalam Indorelawan Award. 

Percayalah, para relawan ini siap datang membantu tugas-tugas kemanusiaan. Bukankah termaktub dalam Alquran,
"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain (QS At-Taubah : 71).
Rasa-rasanya, jika saya tuliskan di sini semua program yang telah dilakukan Dompet Dhuafa, tentu tak akan selesai-selesai. Program dakwah, bantuan hukum, kesenian, hingga pusat edukasi anti-korupsi digulirkan. Rasanya sudah amat banyak yang telah dilakukan Dompet Dhuafa. Masih ada? Tentu masih banyak program yang bisa dijalankan untuk membangun bangsa. Masih banyak pekerjaan rumah Dompet Dhuafa yang saya yakin bisa terlaksana karena kerja-kerja kolaborasi semua pihak. 

Dompet Dhuafa juga diharapkan terus tumbuh mengobati pesimisme anak bangsa. Bahwasanya kita, dapat melakukan perubahan, baik itu perubahan sekecil apapun tentunya akan memiliki dampak positif bagi kehidupan. Bahwa kita, dapat membentang kebaikan, dari kantong-kantong kita sendiri, dari karya nyata kita sendiri. 

Tentunya, setiap kebaikan akan menjadi tunas bagi pohon manfaat selanjutnya. Sungguh, rasanya menebar kebaikan itu candu bagi para penebar kebaikan. Semoga kita, bisa menjadi sebenar-benarnya pahlawan untuk bangsa ini. 

Menjadi Hero Jaman Now yang bergandengan tangan bersama merentang kebaikan entah dengan donasi, melakukan kerja-kerja kerelawanan, atau turut mengambil bagian dalam setiap kampanye kebaikan, sekecil apapun bentuknya. Bukankah dengan memudahkan urusan orang lain, maka Allah akan memudahkan urusan kita? Mari jadi bagian Hero Zaman Now, berbuat untuk negeri, dengan langkah nyata! #BulanKemanusiaan #HeroJamanNow #MembentangKebaikan


Sumber:
www.dompetdhuafa.org
http://www.smartekselensia.net/profil/
www.sekolahguruindonesia.ne
http://m.dw.com/id/di-indonesia-kekayaan-4-orang-terkaya-setara-kekayaan-100-juta-penduduk-termiskin/a-37688128
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/09/06/wow-indonesia-negara-paling-dermawan-nomor-dua-di-dunia

Subscribe to receive free email updates:

14 Responses to "Membentang Kebaikan Bersama Dompet Dhuafa"

  1. Di tempat kerja saaya juga jalan tuh mbak " Dompet Dhuafa" nya. Walau pun sedikit, mudah-mudahan jadi berkah bagi yang membutuhkan.

    ReplyDelete
  2. Jika ada 10 lembaga seperti Dompet Dhuafa di Indonesia, pasti masyarakatnya sejahtera

    ReplyDelete
  3. Salut dengan kinerja relawan yang bisa ikhlas membantu tanpa bayaran

    ReplyDelete
  4. Program2nya Dompet Dhuafa ini keren ya. Sangat membantu pemerintah jg utk negentaskan kemiskinan.

    ReplyDelete
  5. Pendidikan islami menghadirkan lulusn generasi muda yang mandiri, pintar dan generasi islami yang bisa membangun bangsa ini

    ReplyDelete
  6. Masyarakat bisa saling membantu dan saling memberi untuk orang lain. Keren banget masyarakat klaten

    ReplyDelete
  7. Salut deh, ternyata Dompet Dhuafa punya university juga ya..semoga banyak anak-anak yang pengen kuliah tapi terbentur biaya bisa kuliah disini ya

    ReplyDelete
  8. Lengkap banget program Dompet Dhuafa. Semoga ini langkah yang terus berjalan untuk membentang kebaikan hingga pelosok negeri

    ReplyDelete
  9. Dompet Dhuafa ini programnya ok2 ya mbak. Dulu punya teman kerja di sana, sering denger2 ceritanya ttg bantuan2 gtu TFS

    ReplyDelete
  10. Tes. Komennya masuk gak ya mbak? Apa dimoderasi ya hehe
    Intinya tadi komen kalau sering banget denger cerita2 ttg bantuan dari Dompet Dhuafa :D

    ReplyDelete
  11. Sumpah keren banget programnya. Bahkan aku baru tau kalo ada Dompet Dhuafa University. Salut sama relawan dan donatur Dompet Dhuafa :)

    ReplyDelete
  12. Semoga terus menebar kebaikan ya dompet dhuafa ini

    ReplyDelete
  13. Aku salut dengan Dompet Dhuafa. Di saat tak sedikit bantuan-bantuan yang dilarikan entah kemana, tapi Dompet Dhuafa bisa mempertanggungjawabkan sebagaima seharusnya. Semoga akan ada banyak yang berniat menjadi pahlawan lewat Dompet Dhuafa ya.

    ReplyDelete
  14. Program dompet dhuafa ini bagus banget utk membantu sesama..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)