Dunia Lingga

Menulis Kreatif dan Viral ala Hipwee


Pernah nggak sih merasa tertekan dan bingung mau curhat ke siapa? Curhat ke Sang Pencipta harusnya sih, but mostly dari kita seringnya curhat ke suami, istri, keluarga, teman, sampai tetangga. Wadaaw..masalahnya, keresahan atau curhat kita itu kadang kala nggak berfaedah jatuhnya malah nge-ghibah-in orang. 

Nggak hanya di dunia nyata, menyalurkan ide dan keresahan di dunia maya pun sudah sangat semarak. Curhat di media sosial? Pasti dong sering kamu lihat di timeline. Sampai dibikin status panjang yang juga jatuhnya jadi nggak berfaedah. 

Padahal, kita bisa nih, menyalurkan keresahan kita itu bisa kita siasati dengan cara yang lebih elegan. Dengan menulis dan menyampaikan pesan. Dengan menulis, tentu bisa jadi bahan diskusi buat penulis dan pembaca tentang problematika yang ada. Malahan, beberapa diantaranya, tulisan tersebut menjadi viral dan dibicarakan banyak orang.

Agaknya inilah yang dibidik oleh media semacam Hipwee. Membidik orang-orang galau supaya kegalauannya itu sedikit berkurang dengan membuat tulisan yang ringan namun mampu menyedot perhatian pembaca. Siapa mengira sih tulisan tentang curhatan gagal nikah bisa sampai viral, bahkan di share puluhan ribu orang? Atau tulisan mengenai skincare wajib Gitasav biar kulitnya kinclong? Atau tulisan mengenai perjalanan cinta menantu Amien Rais yang mutusin pacarnya karena memilih anak Amien Rais? 

Tulisan-tulisan ringan yang sejatinya ada di sekitar kita inilah yang laku di pembaca. Ketika menghadiri workshop Kumpulan Emak-emak Blogger Solo dengan Hipwee 5 November lalu, kami mendapat banyak insight membuat tulisan yang kreatif, enak dibaca sekaligus bisa viral. Hipwee sendiri diisi oleh anak-anak muda yang masih unyu-unyu namun bisa menangkap keresahan pembaca. Pembicara workshop saat itu, Silvia namanya, usianya baru 23 tahun. Ia telah bergabung bersama Hipwee selama tiga tahun dan kini sudah berada di meja editor. 



Mengapa media yang masih tergolong muda ini sangat nge-hits di kalangan anak muda, dengan rentang usia 18-35 tahun? Mengapa setiap tulisan yang ditayangkan di Hipwee banyak viral dan dibagikan oleh banyak orang? Mengapa juga sekarang banyak kontributor lepas yang mengirimkan karyanya dengan sukarela ke Hipwee tanpa dibayar sesenpun? Bagaimana cara menulis viral ala Hipwee? Adakah rahasia khusus?

Tulis Masalah di Sekitar Kita

Apa yang dilakukan Hipwee mungkin ingin mengambil lahan yang belum diambil media lain yang sebagian besar penuh dengan berita mainstream yang bikin kening berkerut. Berita-berita politik dan ekonomi bahkan kriminal yang bikin sesak dada membacanya. Hipwee justru menulis tema-tema yang ada di sekitar dengan dinamika kehidupan yang terjadi. 

Nah, masalahnya, apakah menulis dengan gaya kita sendiri bisa viral seperti Hipwee? Tentu katanya sangat bisa. Silvi bilang, sebagai penulis, tak perlulah kita mencari tema-tema yang berat yang tidak juga kita kuasai. Pertama, tulislah ide menulis dari melihat masalah kita sendiri. Misalnya, kenapa bisa lama menjomblo? Atau masalah kegemukan yang sering emak-emak alami. Misalnya, Cara Mengecilkan Lengan Bergelambir, Agar Tak Malu Saat Kondangan lebih cepat viral dibanding Tips Diet Praktis Untuk Mengurangi Kegemukan. See kan? Jadi lihat dari problem kita sendiri sih, nggak perlu capek-capek cari tema. Istilahnya mah look at your own problem lah.

Kedua, tak hanya melihat masalah kita sendiri, kita juga bisa melihat masalah di sekitar kita dan segala dinamika kehidupan yang ada. Misalnya, ada teman yang mengunci akun Instagramnya. Daripada kita ghibah, Ih kamu kok sok ngartis sih, atau kamu lebay ngunci-ngunci Instagram sih? Padahal ini bisa jadi angle tulisan kita tuh. Mungkin keresahan yang kita alami sama juga dengan keresahan teman-teman yang juga mengalaminya dan bagaimana cara memecahkannya.

Ketiga, kita bisa mengambil tema dari apa yang terjadi di sosial media. Kemaren ramai-ramai tentang Raisa Hamish sebagai Patah Hati Nasional atau Songsongcouple Patah Hati Internasional. Tema ini bisa kita ambil tentunya dengan pemilihan angle yang tepat sesuai dengan gaya tulisan kita. 

Lalu, kalau kita sudah bisa menangkap keresahan kita sendiri, harus bagaimana lagi? Sebagai blogger atau penulis, kita harus tahu segmentasi tulisan kita. Tulisan-tulisan saya misalnya lebih banyak tentang dunia lifestyle. Tentu pembaca lifestyle beragam ya, belum khusus seperti travelling atau otomotif. Yang jelas ya harus tahu segmentasi pembacanya siapa dan tujuan tulisan kita itu apa? 

Buat Angle dan Judul Tulisan yang Baik

Yang paling penting dan yang paling berbeda dari Hipwee adalah, pengambilan angle yang beda dengan media lain. Disinilah kekuatan angle dan judul tulisan meski isi tulisan tersebut nggak jauh berbeda dengan media lain. Mengandalkan judul yang menarik berbeda dengan click-bait ya, dimana judul dan isi tulisan sangat tidak nyambung. 

Membuat judul yang mampu menarik pembaca namun isinya tidak berbeda dengan tulisan, ini sekarang yang harus dilakukan penulis alih-alih membuat click-bait yang menyesatkan. Hahaa..terkadang saya sendiri terjebak media-media yang membuat click-bait di judul tulisannya. Misalnya judul ini, Ini Fakta Pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby, Nomor 5 Bikin Kaget..Hahaha..

Seberapa penting membuat judul ini bahkan kerap kali ditanyakan oleh peserta workshop. Memang, kata Silvi, membuat judul dan angle tulisan itu tidak serta merta dibuat dengan mudahnya. Penulis harus rajin membaca dan juga melihat sudut pandang media lain. Bukan untuk mencontoh, tapi membuat perbandingan sih. Yang paling penting sih harus latihan, karena practice makes perfect bukan? 

Nggak bolehlah kita ngoyo dan nggak mau belajar. Membuat angle dan judul tulisan juga sekarang lebih disenangi yang segmented dan persuasif. Persuasif loh ya, bukan dalam artian malah menggurui. Penulis juga sangat harus memperkaya diksi atau pemilihan kata agar membuat judul lebih bisa variatif dan disukai pembaca. Lets see bagaimana perbandingan judul yang disukai pembaca dan judul yang pembaca sudah bosan. 




Title nomor dua, lebih disukai oleh pembaca karena ada unsur ajakan sehingga lebih dekat dengan pembaca dibanding dengan tittle pertama. Sementara itu, beberapa contoh judul di atas menunjukkan, bagaimana judul tidak terkesan menggurui namun lebih persuasif. Sekali lagi, practice makes perfect :) 

Hipwee sendiri mematok judul tak lebih dari 120 karakter. Tidak terlalu panjang, pun tak terlalu singkat. Sebagai penulis, jangan malas untuk belajar dan mencatat ide yang kadang muncul di kepala. Kita juga mesti sering mencari referensi di KBBI atau sinonim yang nggak pasaran sehingga membuat judul bisa lebih variatif. 


Memilih Gambar

Satu lagi, membuat artikel kreatif nggak boleh asal memilih gambar. Sebagai media cukup hits, Hipwee berlangganan web penyedia gambar semacam shutterstock.com, pexels.com dan lainnya. Di google pun kita bisa mencari gambar yang diinginkan namun sangat luas dan size gambarnya terkadang tidak sesuai yang diinginkan. 

Memilih gambar pun tak bisa asal loh, karena dengan gambar yang related, isi tulisan bisa semakin kuat. Hipwee sendiri lebih sering memilih gambar dengan ada manusia di dalam gambar tersebut, karena katanya lebih disukai pembaca. Meski begitu, pilihan warna dalam gambar pun cukup penting. Pembaca saat ini sudah bosan dengan gambar-gambar terang berlatar putih. 

Tidak Spam
Terkadang saya juga jengah melihat beberapa teman yang mem-broadcast tulisannya tanpa tahu waktu dan kondisi. Jadi, buatlah dengan cara yang elegan. Misalnya, sekarang sedang tren blogger saling mempromosikan tulisan temannya. Ini kan jatuhnya nggak terlalu spamming juga ya, sampai harus broadcast ke semua nomor kontak WA atau pun message fb, hehe..

Ilmu tentang ini semua mungkin sudah teman-teman dapatkan, bahkan ah udah tau kali ya. Tapi, saya menulis ini sebagai pengingat buat saya sihsih, karena tulisan masih begini-begini saja. Bagaimana mau menulis kreatif dengan bonus viral, kalau menulis pun masih maju mundur cantik? Jadi, dengan menuliskan ini, setidaknya saya mengikuti saran mba Silvi, practice makes perfect. 



Subscribe to receive free email updates:

5 Responses to "Menulis Kreatif dan Viral ala Hipwee"

  1. Bikin judul nih susah-susah gampang ya. Aku secara pribadi masih belum bisa bikin judul panjang. Mungkin masih terpaku pada aturan kalau bikin judul jangan terlalu panjang

    ReplyDelete
  2. hahaaa..aku donk menulis maju mundur cantik ngikutun inces syahrini

    Btw emang iya,aku seneng kalo baca2 di hipwee

    ReplyDelete
  3. masih perlu banyak belajar bagaimana menulis ringan dan ngalir

    ReplyDelete
  4. foto nih, modelnya anak-anak doang, hihihi

    ReplyDelete
  5. Aku suka yg bagian membuat judul jd ajakan gtu, jd tdk terkesan menggurui.
    Kepengen jg nulis masalah2 yg keliatan "remeh" di sekitar kita.
    TFS ya mbak Lingga :D
    BTW apayang yg gini2 aja kan tulisanmu bagus mbak :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)