Dunia Lingga

Pisang Cavendish Sunpride, Si Buah Nusantara Kaya Manfaat


Kedua matanya melirik ke arah meja kerjaku. Arin mendekat untuk membicarakan pekerjaan kantor yang akan dijalankan. Selebihnya, kami mengobrol panjang lebar tentang hal yang tak penting.

Ia masih terlihat bersahabat. Sampai ketika aku mengeluarkan sesuatu dari tas. Pasokan buah selama kehamilanku. Ada potongan apel, anggur dan pir. Arin sedikit mengambil ancang-ancang. Terlebih saat aku mengeluarkan dua buah pisang cavendish di hadapannya.

"Mba Lingga jahaaat,"teriak Arin seraya menjauh dariku. 

Aku tertawa melihat tingkahnya. Arin rekan kerjaku saat itu entah mengapa sangat geli jika melihat buah pisang. Entah apapun jenis pisang tersebut, dia akan kabur secepat kilat jika ada salah satu rekan kerja membawanya. Saat itu, kami rekan kerjanya sering kali menggoda Arin yang tidak menyukai buah pisang.

"Aku mau dibayar berapapun kalau disuruh makan buah pisang aku nggak mau Mba..Please,"pinta Arin.

Aku sedikit tergelitik mengapa Arin sangat tidak menyukai buah pisang. Aku merasa aneh saja, kenapa dia tidak menyukai buah pisang. Padahal buah ini kan sangat kaya manfaat. Buah pisang cavendish misalnya, memiliki banyak vitamin dan mineral yang berguna bagi tubuh, termasuk potasium, magnesium, serat dan vitamin lainnya.



Pisang juga memiliki 90 kalori dan 27 gram karbohidrat yang cukup membuat kita merasa kenyang lebih lama.  Selain itu, pisang cavendish juga tinggi potasium, magnesium dan kalium sehingga dapat berkhasiat menjaga tekanan darah. 

Dengan mengkonsumsi pisang setiap harinya, cukup untuk menjaga kesehatan jantung kita. Untuk vitamin dalam pisang cavendish, terkandung vitamin B6 yang cukup tinggi yang bermanfaat untuk membentuk hemoglobin dalam darah, menyeimbangkan kadar gula darah dan meningkatkan imunitas tubuh.

Setelah Arin memintaku untuk menyembunyikan buah pisang itu, akhirnya ia mau bercerita. Menurutnya, sejak kecil ia tak dibiasakan keluarga untuk menyukai buah pisang. Ada kejadian yang juga membuatnya trauma untuk menyukai buah ini.

Ternyata bukan hanya Arin. Keluarga suamiku pun tak terlalu menyukai buah pisang. Nyatanya memang makan buah lokal tak dibiasakan oleh keluarga suami. Ibu mertua misalnya, makan pisang hanya pendamping jika minum pil obat. Pantas saja, suamiku pun tak terlalu menggemari pisang karena keluarganya tak mencontohkan untuk menyukai buah-buahan jenis ini.

Berbeda dengan keluargaku yang semuanya doyan buah apa saja. Terkadang kami sampai berebut jika Bapak dan Ibu membawakan buah ke meja makan. Bapakku salah satunya pemicu mengapa kami sekeluarga menyukai buah lokal. 

Bapak hobi bertanam. Di pekarangan ketika kami tinggal di Cilegon dulu, ia menanam pohon belimbing, jambu batu, jambu air, pisang hingga mangga. Alhasil kalau berbuah, kami terkadang kewalahan menghabiskan buah-buahan tersebut. Akhirnya, setiap kali panen buah, akan dibagikan secara merata kepada tetangga-tetangga dekat.

Salah satu pohon yang kerap berbuah adalah pohon pisang. Bapak menanam rupa-rupa jenis pisang, ada pisang kepok, pisang raja, pisang muli, pisang batu dan entah jenis pisang apalagi. Maklum selain menanam di depan rumah, terdapat lahan kosong persis depan rumah yang terbengkalai. Lahan itu dimanfaatkan Bapak untuk menanam rupa-rupa tanaman. 

Dari semua anggota keluarga, akulah yang paling doyan buah pisang. Mama bahkan menyebutku si anak monyet. Aku bisa menghabiskan satu sisir pisang sendirian. Kebiasaan menyukai buah-buahan ini berlanjut hingga aku berkeluarga. Untuk itu, agar anak-anak menyukai buah-buahan sejak dini, orang tua perlu menghadirkan kebiasaan menyukai buah-buahan dari dalam rumah. Bagaimana bisa meminta anak untuk menyukai buah-buahan sementara orang tua tidak memberi contoh?

Padahal, menghadirkan kecintaan terhadap buah-buahan sejak dini sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang anak kelak. Badan Kesehatan Dunia atau WHO bahkan melansir bahwa lebih kurang 2,7 juta nyawa setiap tahunnya bisa terhindar dari penyakit mematikan apabila mengkonsumsi buah secara rutin.  

Buah juga akan membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan anak, mengurangi resiko obesitas dan menurut penelitian Journal of School Health, anak yang rutin mengkonsumsi buah dan sayur bisa sukses secara akademis dibanding anak yang jarang mengkonsumsinya.

Pisang Cavendish, Pisang Pasti Sunpride

Ada yang berbeda dengan raut wajah Bapak ketika aku membawakan pisang cavendish ke rumah. Ia kurang menyukai buah-buahan berbau impor. "Ling, buah impor nggak semua bagus, mending konsumsi buah lokal,"kata dia sambil mengamati buah cavendish yang aku bawa. Ia berpendapat, buah impor itu mahal dan gizinya sama saja dengan buah-buahan lokal nusantara.

Wah, Bapakku belum tahu tentang pisang cavendish Sunpride yang 100 buah lokal nusantara. Mungkin tak hanya Bapak, pembaca blog ini juga akan mengira buah yang berwarna kuning mulus ini produk luar negeri. 

Alhamdulillah, tahun lalu aku berkesempatan melihat langsung produksi pisang cavendish Sunpride di Lampung beserta blogger dan media. Dari situ, kami tahu bahwa pisang cavendish ini memang benar-benar buah nusantara yang prosesnya higienis dan sesuai standar buah impor yang dikembangkan di Lampung oleh PT Sewu Segar Nusantara.  Teman-teman bisa baca pengalamanku di tulisan di bawah ini.


Kalau melihat prosesnya, pisang cavendish Sunpride memang terjaga kualitasnya. Aku juga sempat memvideokan bagaimana pisang cavendish bisa sampai di tangan konsumen. Lihat yuk videonya:



Kalau lihat dari prosesnya, buah yang dihasilkan Sunpride dijaga betul kualitasnya. Ada standar tinggi dalam hal kualitas mulai dari pembibitan hingga pengemasan hingga distribusinya. PT Sewu Segar Nusantara mulai berinvestasi gudang-gudang pendingin untuk setiap jenis buah di seluruh titik distribusinya. Truk pengangkut pun diatur supaya suhu di dalamnya dapat membuat buah-buahan Sunpride tetap segar sampai tujuan.

Pisang Cavendish sunpride memiliki beberapa jenis yang dijual dipasar yaitu cluster, finger dan single. Cavendish cluster terdiri dari 3-8fingers , Cavendish finger terdiri dari 1-2 fingers sedangkan Cavendish single hanya ada 1 finger yang dikemas dalam plastik khusus yang berlubang agar bisa menjaga suhu buah dan tidak menyebabkan jamur.



Sekitar lebih kurang 65 truk berpendingin dengan hati-hati mengendalikan suhu penyimpanan sehingga kematangan buah terjaga tanpa adanya intervensi bahan kimia. Tak mengherankan jika reputasi PT Sewu Segar Nusantara sebagai distributor buah pilihan bagi lebih dari 3.000 peritel modern dan tradisional. Tak mengherankan juga mengapa buah-buahan yang sampai di tangan kita para konsumen masih segar dan harum.

Sunpride juga mengembangkan ragam buah nusantara dengan memiliki lebih dari 20 ragam buah yang terdistribusi dari Medan hingga Bali. Keren banget ya produk dalam negeri ini. Sekitar 80 persen produk yang dipasarkan Sunpride merupakan buah yang ditanam di Indonesia. Sisanya, Sunpride mendistribusikan buah mancanegara untuk memenuhi permintaan buah yang sulit berkembang di Indonesia seperti  kiwi dan pear.

Sejak saat itu, Bapak tahu pisang cavendish adalah pisang nusantara yang 100 persen hasil anak negeri. Beliau tak ragu jika aku membawakan pisang tersebut karena harganya cukup bersahabat. Selain itu, dengan mengkonsumsi buah nusantara, kita merasa aman karena bebas dari formalin, bakteri hingga lilin. 

Yang paling penting bagi Bapak, mengkonsumsi buah nusantara sebagai bentuk kita mendukung petani lokal. Bayangkan saja, berapa banyak sumber daya manuia yang terserap dan mendapatkan penghasilan dari berjualan buah? Tak hanya petani buah, tapi tentu saja berdampak pada peningkatan perekonomian suatu daerah. Dengan mengkonsumsi buh lokal nusantara, kita juga terus dapat merasakan buah-buahan khas dalam negeri yang tidak bisa didapat dari buah impor. 






Subscribe to receive free email updates:

12 Responses to "Pisang Cavendish Sunpride, Si Buah Nusantara Kaya Manfaat"

  1. aku penasaran sama produk buah-buahan lainnya sih kalau pisangnya emang enak.

    Gudluck ya mbak buat lombanya. Aku kayaknya gak ikutan, gak terkejer buat nulis.

    ReplyDelete
  2. Wah kok bisa trauma banget ya sama pisang.. BTW mba Lingga pernah ke pabrik Sunpride di Lampung bareng pak Eko Nurhuda bukan Ya? Soalnya saya lihat videonya pak Eko juga lagi di Lampung.

    Keren narasinya, good luck mba. Saya juga ikutan loh, kuylah berkunjung sejenak ke blog Ndeso saya

    ReplyDelete
  3. Kalo ayahku malah suka banget pisang, sampe nanem segala jenis pisang di kebunnya. Termasuk minta tanemin pisang cavendish setelah pulang main dr PT. NTF. Lihat video Mba lingga jd inget pas main ke kebun buah pisang ini. Di sana pisang-pisangnya teliti banget dibungkusin.

    Good luck Mba ��

    ReplyDelete
  4. Tos Mbak, keluarga aku juga pecinta pisang cavendish sunpride ini. Kemarin beli pisang ini sampai 2 kali buat lomba berakhir dengan habis dalam sekejap tanpa sempat difoto. Akhirnya milih mundur aja deh. ahahahaha....
    Sepupu aku juga ada yang takut banget sama pisang. Trauma karena waktu kecil pengasuhnya suka nakut-nakutin dia pake pisang. Trus setiap aku makan pisang, aku ngejar-ngejar dia lagi. Makin takut deh.

    ReplyDelete
  5. Bener iiih...aku kira juga pisang Cavendish ini produk import.
    Tau ini produk lokal, jadi bangga. Dan ingin beli besook...
    Cavendish ini jenis atau nama yaa, mba Lingga?

    ReplyDelete
  6. Whuaa,,..pisang lagii, aku mau pisang lah, itu makanan tiap hari yang wajib ada duh nyemil lagi ahh.

    Btw boleh juga itu lempar sini pisangnya Maak *eh

    ReplyDelete
  7. pisangnya muluuus banget.. sayang kalau dimakan, *eeh

    ReplyDelete
  8. aku suka pisang dari sunpride ini, baru dua kali beli tapi stock di Sragen udah kosong lamaa :((
    Pengen lagiii ga tau harus beli dimana kalo disragen ini T^T

    ReplyDelete
  9. Ini buah kesukaan plus andalan saat anak2 awal2 MPASI dulu, entah cuma dikerok atau dibikin pisgor atau dimakan sama alpukat hehe

    ReplyDelete
  10. MPasi anakku pisang dibuat variasi, dari dicamout keju, oat, alpukat sampai susu...fresh banget

    ReplyDelete
  11. mbaa aku ga nyangka lo ini pisang yg sering aku liat di ind**** ternyata bukan buah impor,ya ampun aku suka banget makan satu bisa kenyang nunda lapar banget

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)