Dunia Lingga

Anakku, Maaf Tak Ada Tiup Lilin di Hari Ultahmu



Hari ini, di tanggal 22 Agustus 3 tahun lalu tepat ibu melahirkan Arfa. Sama dengan ibu yang juga dilahirkan Nenek Amih 30 tahun lalu di tanggal dan bulan yang sama. Bedanya ibu lahir di hari Sabtu, Arfa di hari baik. Hari Jumat. Arfa adalah kado ultah terbaik dari Allah selama hidup ibu saat ini.

Memang Allah sudah menakdirkan kita memiliki tanggal lahir yang sama. Mungkin faedahnya adalah lebih hemat jika merayakan ulang tahun berbarengan ya nak..hehe..Tapi maaf, selama ini kita nggak pernah merayakan hari jadi kita berdua dengan meriah atau tiupan lilin. Perayaan termewah mungkin hanya membagi-bagikan nasi kuning dan snack untuk teman-teman dan tetangga kita.

Putar balik sebelum kau lahir, sebenarnya HPL Arfa sekitar akhir Agustus namun ternyata Arfa memilih bertemu ibu di hari spesial. Hari Jumat sebakda salat Jumat. Arfa begitu mencuri perhatian ibu dan bapak. Dengan berat lahir 4,3kg, pipi Arfa begitu memikat untuk ibu dan bapak cium juga tatap lekat-lekat. 

Meski ada sedikit masalah pernapasan ketika Arfa lahir dan sempat diberi alat bantu napas, alhamdulillah Arfa sembuh dengan cepat. Arfa begitu peacefull di rumah sakit sementara bayi-bayi lainnya menangis meminta ASI. Saat ASI ibu masih sedikit di rumah sakit, Arfa nggak banyak protes. Solehnya kamu ya..

Belum habis perjuangan pascamelahirkan, ibu pun merasakan hari-hari perjuangan menjadi ibu baru. Belajar memberimu ASI yang masih keluar sedikit, dan kamu tidak protes. Sesampainya di rumah, tangismu mulai pecah. Tidak berhenti menangis hingga mukamu terlihat sangat merah. Baca: Pengalaman Melahirkan dan Menyusui Si Kecil

Ibu saat itu tak bisa sesabar wanita lain. Ibu sempat merasa Arfa 'mengambil' kecantikan dan kebebasan ibu. Ibu merasa menjadi wanita paling jelek sedunia. Gendut, penuh gelambir, strechmark dan keluhan pascamelahirkan lainnya. Entahlah kata orang itu namanya baby blues. Ibu hanya bisa positive thinking dan mengatakan bahwa "heyy Ling..lu yang meminta buah hati sama Allah, bukan dia yang minta lahir ke dunia."

Selepas itu, ibu menikmati peran menjadi ibu baru, meski penuh dengan catatan dan masih banyak hal yang tak ibu ketahui. Sebagai orang tua baru, ibu dan bapak mendapat konsep parenting dari orang tua masing-masing, juga penambahan sana sini dari buku hingga internet.

Arfa, anakku yang berlesung pipi sebelah kanan ini tumbuh dengan cepat. Sudah tiga tahun usianya dengan segala macam perkembangan yang ada padanya. Baca: Tumbuh Kembang Arfa di Tahun Ketiga

Tentu perjuangan ibu masih seujung kuku dalam membesarkan Arfa. Perjalanannya masih panjang agar membentuk Arfa menjadi pribadi manusia yang mencintai Tuhannya dan berbakti pada lingkungannya. Membentuk Arfa menjadi lelaki yang menghargai istri dan menyanyangi anaknya kelak.

Perjuangan itu tentu belum selesai, mendidikmu dan memberi pendidikan terbaik. Ibu jadi teringat kakekmu, Fa. Abah yang berjuang sebaik mungkin agar keempat anaknya bisa memiliki pendidikan dan sekolah tinggi. Abah hanya lulusan SMP dengan penyetaraan SMA ketika dia bekerja. Abah pernah bilang ke ibu, warisan yang bisa dia berikan kepada anak-anaknya hanya ilmu dan pendidikan. Dan ibu ingin kau pun nanti mendapat pendidikan yang baik untuk bekalmu kelak.

Ibu bercita-cita Arfa menjadi manusia dengan jiwa sosial tinggi, bisa berbagi terhadap sesama dan yang pasti membawa perubahan pada lingkunganmu. Tak perlu berlebihan, asal kau bisa menjadi anak soleh yang mendoakan ibu saat ibu sudah meninggal nanti. 

Selamat milad anakku, doakan ibu dan bapak bisa mendidikmu dengan baik dan benar. Doa ibu kepada Allah agar ibu selalu dikuatkan dan diberi kesabaran lebih untuk mendidikmu menjadi generasi pecinta agama dan bangsa. 

Maafkan bapak dan ibu yang tak pernah merayakan tradisi potong kue dan tiup lilin untukmu karena Abah dan Amih tak pernah juga menggelar pesta seperti itu. Ibu dan bapak hanya mendoakan agar kau bahagia, memiliki kami, kedua orang tuamu :)

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Anakku, Maaf Tak Ada Tiup Lilin di Hari Ultahmu"

  1. Selamat ulangtahun Arfa dan mba Lingga. Sehat sehat selalu ya. Semoga berkah dan bahagia. Aamin. Tulisan yang menyentuh, mba :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)