Dunia Lingga

Ramadhan Penuh Berkah Bersama yang Tersayang


Dear Ramadhan..
Sekelompok anak kecil berlarian di pelataran masjid. Tertawa lepas hingga urat lehernya terlihat jelas. Berkejar-kejaran dengan kawan sebaya selepas salat tarawih. Tumpukan buku aktivitas Ramadhan terlihat di hadapan imam mengantri untuk ditandatangani. Teringat aku akan Ramadhan ketika baligh dulu. Dan kini, aku melihat anakku melakukan hal yang sama, berlarian saat tarawih di masjid.

Malam-malam diguyur syahdu illahi. Berlomba-lomba dalam kebaikan. Menghitung sudah dapat berapa juz malam ini. Mengaji pun dikebut agar khatam selama Ramadhan. Terkadang lembaran demi lembaran dilewati agar bacaan terlihat sudah tebal. Ah, kenangan Ramadhanku saat kecil dulu. Dan kini, tadarus Alquran masih ada di masjid-masjid kampung meski gegapnya tak seperti dulu aku kecil.

Dear Ramadhan..
Belum tiba waktu berbuka, anak kecil berpura-pura puasa di hadapan ibunda padahal telah sukses menyeruput air wudhu. Lebih kejam lagi, anak kecil itu berlama-lama saat mandi. Kulihat bayangan masa kecilku dulu, menggelikan namun penuh senyuman.

Masih lama jelang magrib, menyalakan televisi dan mencari stasiun televisi yang menyiarkan azan paling cepat menjadi rutinitas. Azan tiba, berlomba-lombalah  menuju hidangan tersedia. Menu utama adalah kolak pisang dan bakwan goreng bumbu kacang. Nikmatnya mengalahkan caviar yang konon makanan sangat mahal. Dan kini, kebiasaan yang sama berlangsung di keluarga kecilku, mencari stasiun tv yang menyiarkan azan paling cepat.

Dear Ramadhan..
Teringat suara merdu ibunda dan ayahanda membangunkan mesra. Terkadang terasa cipratan air ke muka. Seakan masih di alam mimpi harus makan dini hari. Ayam goreng dan segala lauk pauk terhidang lengkap plus sambal goreng. Ah, selebrasi menyenangkan saat dini hari meski kantuk tak bisa diajak kompromi. 

video

Hari berganti, limpahan lauk pauk itu mulai berkurang drastis hari demi hari. Menu digantikan makanan cepat saji, terkadang hanya sempat segelas air putih. Apatah sebabnya? Mungkin ibunda sudah kelelahan karena memikirkan kue lebaran apa yang harus dihidangkan. Dan kini, peran membangunkan sahurpun ada di pundakku, menjadi ibu yang menyambut Ramadhan dengan berbagai panganan dan menutup akhir Ramadhan dengan semangkok mie instan.

Dear Ramadhan..
Menghabiskan waktu libur dengan membuat kue nastar bersama ibu sudah jadi tradisi di akhir Ramadhan. Dapur penuh tepung dan loyang-loyang bertumpuk-tumpuk. Wangi nastar ketika dipanggang adalah cobaan terbesar saat puasa. Belum lagi kastangel, kue putri salju dan segala jenis kue yang diolah saat Ramadhan. Inilah penyiksaan kepada indra penciuman ketika Ramadhan. Dan kini, aku meneruskan kembali tradisi itu, membuat kue lebaran dengan tebaran tepung dan mentega, menghabiskan waktu bersama anak. 

Waktu mudik pun tiba, dengan segala persiapan luar biasa. Dahulu, ayah dan ibu menggendongku dan berdesakan di dalam kereta. Kini, beralih peran aku menggendong anak dan segala macam tas untuk mudik dengan kereta, bertemu orang tersayang. 

Dear Ramadhan..
Tetap terpatri dalam diri kenangan manis masa kecil. Ramadhan itu, gelap yang membahagiakan, karena kita telah menempuh perjuangan. Ramadhan itu, perumpamaan keutamaan Yusuf diantara 11 saudaranya. Ramadhan itu dan segala kenangan tentangnya penuh berkah, nuzulul quran, tarawih, santunan anak yatim yang dibalas berlipat oleh Allah

Ramadhan, perkenankan aku untuk bertemu kembali dan menyesapi setiap berkah di bulan suci..
Ramadhan, berkah Ramadhan, saat gelap yang membahagiakan..
Ramadhan, saat kenangan dan keberkahan yang membahagiakan bersama orang tersayang, bolehkah aku tetap bertemu denganmu dan menikmati segala kenangan itu setiap tahunnya? 



Penulis sedang mengikuti Blog Contest Ramadhan  Bersama Abutours & Travel



Wajah Wa Encep tiba-tiba sumringah. Matanya berkaca-kaca meski terlihat kelelahan di wajahnya ketika melihat kami datang. Ia adalah Uwa-ku (sebutan untuk Pakde di masyarakat Sunda). Aku bertemu dengannya di saat mudik ke Sukabumi lebaran ini.

Kau tahu, Uwa Encep adalah orang paling soleh yang pernah aku kenal. Selama hidup dengan Uwa Neneng, tak pernah aku lihat beliau memarahi istrinya itu. Hingga akhir hayatnya, meski hidup tak berlimang harta, Uwa Neneng terlihat selalu bahagia.

Kau tahu, Uwa Encep adalah petani di kampungku. Meski begitu, ia menjadi tokoh masyarakat di kampung tersebut. Hingga usianya kini menginjak 63 tahun, Uwa aktif mengajar ngaji anak-anak, menjadi imam masjid dan mengurus jenazah. Sudah 30 tahun ia mengabdi menjadi tokoh masyarakat di tengah kesulitan hidup yang dihadapi.

Di pagi hingga siang hari, ia beraktivitas menanam padi atau ngala pare jika sudah masa panen. Jelang duhur, Uwa Encep pulang dan menjadi imam masjid di kampungnya itu. Setelah itu, Uwa mengajar kitab kuning di kampungnya itu. 

Tak pernah sekalipun kulihat ia marah akan sesuatu. Kesabaran dan kelembutan hatinya memikat kami semua. Sosok Uwa Encep yang rendah hati ini membuat keluarga ingin sekali menghajikan atau meng-umrohkan beliau. Sayang memang, kendala biaya umroh dan haji yang masih lumayan mahal.

"Kacida hayangna (pengen banget), Ling,"katanya ketika aku tanya keinginannya untuk haji umroh. Keinginan itu semakin bertambah-tambah apalagi jika melihat kawan seumurannya sudah beribadah umroh. Terlebih jika ada saja kawan yang memberikan oleh-oleh haji dan umroh. 

"Kamari oge aya nu masihan oleh-oleh umrah ramadhan, jadi kacida hayang kaditu,"ungkap Uwa. (Kemarin ada yang ngasih oleh-oleh umrah ramadhan, jadi pengen kesana)

Tapi, Uwa Encep kembali mengikhlaskan jika memang tidak bisa berangkat haji dan umroh. Menurutnya, jika rezekinya bisa haji dan umroh, Allah akan memudahkan jalannya. Ia cuma meminta doa agar bisa disegerakan haji atau umroh. Keluarga tetap berupaya agar Uwa Encep bisa haji atau umroh, misalnya dengan mencari travel umroh murah namun terpercaya.

Saya bertugas untuk mencari travel umroh yang murah namun tetap nyaman buat Uwa yang sudah berusia lanjut. Menurut beberapa teman dan pencarian di website, umroh murah dilancarkan oleh travel umroh kenamaan Abu Tours. Wah, kenapa harus daftar umroh di Abu Tours? Berikut ini sedikit cuplikan video mengenai mengapa harus memilih Abu Tours sebagai travel umroh keluarga.

video

Setelah mencari berbagai informasi mengenai Abu Tours, sepertinya akan sangat cocok dengan kondisi keuangan keluarga.  Abu Tours menawarkan beragam paket murah Promo dan Reguler dengan fasilitas bintang lima ternyata. 

Nah, ada promo umroh 2020 mulai dari Rp 11 juta saja. Insya Allah, dengan bantuan dari semua anggota keluarga, Uwa Encep bisa umroh. Tak hanya Uwa Encep, tapi #Semuabisaumroh. Doakan ya agar Uwa Encep bisa umroh yang #LebihDariSekedarNikmatnyaIbadah.

Di Abu Tours, Uwa Encep juga bisa sekaligus menabung umroh nih, namanya program Naurah. Syaratnya hanya medaftar di web Abu Tours dan memberikan deposit Rp 1 juta sebagai pembayaran pembukaan tabungan. Uwa Encep bisa nabung sesuai kemampuan asalkan pelunasan paket 5 bulan sebelum keberangkatan. Di Abu Tours juga kita bisa jadi mitra atau agen Abu Tours dengan syarat yang lumayan mudah. 

Tempat pemberangkatan juga tersebar di kota besar di Indonesia, seperti biro umroh Jakarta, Bandung, Makasar, Medan, Palembang, Balikpapan, Surabaya, dan Kendari. Abu Tours jug punya sosial media yang aktif dan tentunya dengan cepat bisa melayani calon jamaah. Dan yang terpenting adalah, banyak testimoni yang menyatakan kepuasannya terhadap layanan Abu Tours. 

Perlu diketahui, sejak tahun 2009 hingga tahun 2017, Abu Tours & Travel sebagai travel haji dan umroh telah memberangkatkan puluhan ribu jamaah yang berasal dari seluruh penjuru indonesia. Melalui berbagai promo umroh yang di tawarkan, Abu Tours & Travel berhasil menyentuh masyarakat yang ekonominya kurang mampu untuk bisa berangkat menuju baitullah.
Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi Instagram @abutoursid, Twitter @abutoursid, fanspage @abutoursid, LINE @abutours dan aplikasi Abutours di Playstore google atau apple agar memperoleh informasi terbaru mengenai promo umroh, tips umroh, dan artikel menarik lainnya.


#BlogContest #Ramadhanblogcontestabutours.

  
Penulis sedang mengikuti Blog Contest Ramadhan  Bersama Abutours & Travel

Subscribe to receive free email updates:

10 Responses to "Ramadhan Penuh Berkah Bersama yang Tersayang"

  1. Aku sering denger abu tours ini Mbaa, semoga jemaah2 yang diberangkatnya selamat dan dilancarkan dalam ibadah dan perjalanannya yaa.

    Hiks, kalo inget ramadhan lagi, masih kah aku bisa bertemu dengan ramadhan esok? *menghuleng dipojokan

    BalasHapus
  2. Semiga Ramdhan tahun depan bisa berjumpa kembali dan bisa umroh..aamiin

    BalasHapus
  3. Aamiin semoga bisa berangay Umroh ya, aku juga pengen banget ya Allah

    BalasHapus
  4. Semoga UWa Encep juga kita semua bis brengkat ke tanah suci mbak aamiin

    BalasHapus
  5. wah murah sekali umroh 11 jutaan, semoga keinginan umrohnya tercapai ya, aamiin

    BalasHapus
  6. Ya Allah mudahkanlah kami semua untuk bisa Umroh, aamiin.
    Pengen juga saya kak, terutama untuk ibunda.

    BalasHapus
  7. Mba...aku selalu laff dengan infografismu. Btw setelah berkeluarga, sebisa mungkin aku ga sahur dengan mie instant. Lapar!

    BalasHapus
  8. amin semoga terkabul ya mba.. iya bener banget, mempersiapkan ibadah umroh harus bisa menemukan tour and travel yang tepat supaya bisa merasakan nikmatnya ramadhan ya..

    BalasHapus
  9. Aamiin ya Allah, semoga kita semua diberikan rejeki untuk berangkat umroh bersama keluarga ya.

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)