Dunia Lingga

Cuci Mata ke Wisata Alam Pondok Halimun Sukabumi



Assalamualakum sahabat,

Belum lama ini saya, suami dan Arfa ke Sukabumi mengunjungi orang tua. Sukabumi, kota yang penuh kesejukan ini memberikan banyak pilihan wisata loh. Kali ini saya jalan-jalan ke Pondok Halimun Sukabumi.

Orang Sukabumi biasa menyebut daerah ini Peha (PH), biasa sih orang Sunda sukanya nyingkat-nyingkat. Mulai makanan asal Sunda seperti cimol (aci diemol-emol), cireng (aci digoreng), batagor (baso tahu goreng) dan sebagainya dan sebagainya. Singkatan semacam hal yang wajib dilakukan oleh lidah orang Sunda.

Kembali lagi ke jalan-jalan ke Pondok Halimun. PH sendiri letaknya lebih kurang 15 kilometer dari pusat Kota Sukabumi. Kami berangkat pagi sekitar pukul 7.00. Hal ini untuk mensiasati cuaca Sukabumi yang sudah mendung di siang hari karena bakal diguyur hujan. Maklum, selain daerah yang terletak di bawah kaki Gunung Gede, Sukabumi langganan hujan dan airnya dingin seperti es. Kalau mandi pasti harus diawali teriakan. Teriakan karena kedinginan.

Oiya, perjalanan dari rumah Subang Jaya ke Pondok Halimun memakan waktu setengah jam menggunakan motor. Berada di ketinggian 1000 meter, Pondok Halimun menawarkan banyak objek wisata yang bisa dinikmati.

pondok halimun sukabumi
gerbang pondok halimun

Sebelumnya saya sudah pernah ke sini, namun sudah lama sekitar 7 tahunan lalu. Jadi nggak tahu apakah ada perubahan mengenai tempat ini. Dari jalan Selabintana, akan ada petunjuk arah ke sebelah kiri dan terus mengikuti jalan. Jalannya nggak terlalu lebar. Hanya cukup 2 mobil itu pun mepet. Wah, kami melihat gerbang Pondok Halimun, pertanda sudah mau sampai nih. 

Ternyata, dari gerbang Pondok Halimun, tempat yang dituju masih jauuuh menanjak. Jalannya pun mulai berubah. Dari yang aspal halus, menjadi agak kasar dan banyak bolong-bolong. Meski pun kondisi jalan yang tak baik, mood terselamatkan karena indahnya pemandangan di kanan kiri. Sebelum sampai ke Pondok Halimun, terdapat ragam perkebunan warga dan juga perkebunan teh. Kami berhenti sebentar untuk beristirahat sembari melihat pemandangan cantik perkebunan warga. 

pondok halimun sukabumi

Setelah beristirahat sejenak, kami melanjutkan perjalanan. Rupanya jalan menuju Pondok Halimun semakin parah dan berbatu. Kondisi ini tentu membuat pengunjung malas untuk datang lagi ke Pondok Halimun. So pliiss pemerintah yang berwenang, tata lagi dong infrastruktur menuju objek wisata. Bagaimana mau menjual objek wisata kalau jualannya saja compang camping seperti ini. 

pondok halimun sukabumi

Setelah melewati jalanan yang penuh kerikil dan bebatuan,sampailah saya di area bumi perkemahan Pondok Halimun. Tapi eiits, ternyata saya baru sampai muka areanya. Kami harus masuk lagi cukup jauh dengan jalanan yang lebih menantang. 

pondok halimun sukabumi

Pemandangan muka area Pondok Halimun sangat asri meski jalanan menuju daerah ini cukup mengocok perut. Di tempat ini, kami diberhentikan dan dimintai tiket masuk. Cukup murah hanya Rp 8.000 per motor. Untuk pejalan kaki lebih murah lagi, hanya Rp 5000. sementara untuk rombongan bus, sebesar Rp 130 ribu. Namun demikian, perlu jadi bahan pembelajaran juga buat yang datang ke Pondok Halimun, dengan adanya pungutan berulang.

Apa ini semacam pungli? Entahlah, yang jelas, di awal kami sudah membayar tiket masuk. Sampai ke dalam, ada bapak-bapak berperawakan tinggi besar kembali meminta uang masuk. Saya tanya berapa, dia jawab terserah. Wah, ini sih semacam pungutan liar ya. Dari pada malas berdebat, akhirnya saya kasihlah RP 5000. Yang bikin mangkel, pas mau masuk wisata air sungai, saya pun diminta bayaran lagi. Dan ketika parkir, saya pun diminta lagi uang parkir. Haduh, ini pungli berlapis atau bagaimana ya?

Wah, dari sini saya mulai nggak bisa menerimanya. Saya bilang,"Saya sudah bayar dua kali, masa harus bayar lagi,"jawab saya agak jutek. Abis bikin kesel ya, hehe..biasa emak-emak nggak mau rugi. 

Ada apa saja sih di Pondok Halimun?

Pada dasarnya, Pondok Halimun merupakan area perkemahan dan camping. Lokasi ini kerap kali jadi tujuan instansi pemerintah dan swasta untuk mengadakan pelatihan kepada para pegawainya. Ketika kami kesana, ada sekelompok polisi yang sedang mengikuti pelatihan. 

pondok halimun sukabumi

Selain udaranya yang sejuk, gemericik air sungai yang jernih menambah suasana makin tenang dan damai. Disediakan pula penginapan yang menghadap ke sungai secara langsung. Bagi yang ingin menikmati nuansa alam secara langsung, penginapan di Pondok Halimun bisa jadi alterhatif pilihan.

Selain itu, terdapat pula beberapa pendopo yang bisa digunakan untuk sekadar bersantai dan gogoleran. Sayang, pendopo kurang bersih sehingga akhirnya kami menyewa tikar sekitar Rp 10.000 selama yang kita mau. Penyewaan tikar ini biasanya disewakan oleh ibu-ibu yang juga berdagang popmie dan gorengan.Emang di tempat dingin seperti ini paling cocok makan popmie. Kami pun memesan sambil menikmati gorengan yang masih hangat.


pondok halimun sukabumi

Wisata di Pondok Halimun yang paling dinikmati tentu wisata air sungai yang penuh bebatuan dan masih sangat jernih. Di sini, kita bisa berfoto-foto narsis karena keindahan alamnya. Arfa pun ikut narsis dan ia berani saat kami taruh di tengah-tengah sungai. Tentu dengan penjagaan saya dan suami ya. Hehe... Oiya banyak juga anak-anak yang berenang di aliran sungai yang tidak deras. Saat itu kami tidak membawa salin, sehingga hanya menikmati pemandangan saja.

pondok halimun sukabumi

pondok halimun sukabumi

pondok halimun sukabumi

pondok halimun sukabumi

Selain itu, terdapat pula area yang dipenuhi dengan batu kali besar. Di sini sering kali banyak yang berfoto-foto atau sekadar menikmati pemandangan saja. Terdapat pula wisata air terjun sekitar 2,5km lagi dari lokasi saya berada. Katanya, harus berjalan sekitar1,5 jam untuk sampai ke sana. Wah, saya mah menyerah saja karena susah juga kalau bawa anak apalagi dengan perjalanan menanjak. Lain kali deh kalau Arfa sudah nggak digendong-gendong lagi.

pondok halimun sukabumi

pondok halimun sukabumi

pondok halimun sukabumi

pondok halimun sukabumi

Kami tidak berlama-lama di Pondok Halimun, khawatir hujan tiba. Kami hanya sampai pukul jam 11.00 di sana. Di perjalanan pulang, saya sempatkan pula berfoto di perkebunan teh yang asri. Suasana sejuk dan penuh kedamaian seperti ini yang saya rindukan. Kalau ada waktu, bolehlah kembali ke sini lagi, dengan syarat, infrastruktur menuju Pondok Halimun dibenahi yaa bapak ibu yang berwenang.



pondok halimun sukabumi

Subscribe to receive free email updates:

9 Responses to "Cuci Mata ke Wisata Alam Pondok Halimun Sukabumi"

  1. Pemandangan alamnya bagus, mba. Airnya juga bersih banget. Semoga bisa mampir ke Pondok Halimun

    ReplyDelete
  2. Bikin betah banget ya main-main di sungai jernihnya.

    ReplyDelete
  3. Waa sukabumi.. tp mau beresin t4 wisata yg d bdg dl deh, blm terjelajahi smua :D

    ReplyDelete
  4. ahaiii...seru banget itu duduk di bebatuan sambil dengar gemercik air sungai

    ReplyDelete
  5. Tempatnya bagus tapi sayang ya kalau kurang perhatian pemerintah dan banyak pungli. Malah bikin ilfil.

    ReplyDelete
  6. wah, sayang ya mbak. padahal tiket masuk murah tp jd sama aja boong kl di dalam ditodong lagi dan lagi :(

    ReplyDelete
  7. Asyik banget Mbaaaaakkk..... Saya baru tahu pondok Halimun sebagus itu.... Adem, banyak air dan pohon...

    ReplyDelete
  8. Tempatnya cakep. Seger lihat ijo-ijo tapi jadi bete kena pungli

    ReplyDelete
  9. Jalanannya berarti agak jelek y mba oas sampai diatas, Bagus banget pemandangannya, aku suka yg pas dikebun teh

    ReplyDelete

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)