Dunia Lingga

Jangan Gatal Sebar Informasi

Sebuah pesan berantai masuk di beberapa grup WA saya belum lama ini. Kurang lebih isinya mengenai isu beberapa lembaga kemanusiaan termasuk Mer-C dan Aksi Cepat Tanggap yang berafiliasi terhadap syiah.
Pesan itu tak mengagetkan saya, karena beberapa teman juga menanyakan hal yang sama dan terkadang sudah memberi justifikasi si ini syiah si itu syiah. Untuk Mer-C, saya tidak tahu menahu mengenai benar atau tidaknya kabar tersebut, karena saya tidak pernah ada di dalamnya.
Sementara ACT, saya pernah berada di dalamnya, pernah berjuang bersama-sama di lembaga kemanusiaan ini. Yang saya lihat, mulai dari struktur BOD hingga officeboy, tak pernah saya menemukan keanehan dari mereka. Justru, saya belajar banyak.
Sebelum masuk kerja, sebagian karyawan menjalankan solat duha. Setelah itu, bekerja seperti biasa hingga waktu duhur tiba. Dan kembali solat berjamaah di musola bawah. Setiap senin dan kamis, OB  biasanya akan menanyakan siapa yang sedang berpuasa, bisa menitip makanan untuk berbuka.
Pun demikian setiap rapat-rapat dimulai, selalu mengawalinya dengan doa dan mengakhirinya dengan doa kafaratulmajlis. Pun setiap Rabu (kalau saya tidak salah ingat hari), hrd akan mendatangkan ustadz atau profesional yang berkompeten di bidangnya untuk memberi pencerahan. Tak ada yang aneh, tak ada yang salah.
Isu ini muncul ketika lembaga ini berjibaku untuk berbagi, baik di dalam hingga keluar negeri. Bahkan baru-baru ini, donasi dari donatur telah disalurkan ke korban -korban peperangan di Aleppo, Suriah. Selain bahan pangan, ACT segera mengirim sepuluh unit ambulans dan sedang dirancang 500 Integrated Community Center untuk para pengungsi
Ada saja pihak-pihak yang tak suka membuat isu miring seperti itu. Namun, lembaga ini menjawabnya dengan bukti. Dengan kerja nyata kemanusiaan.
Jangan gatal sebar informasi
Massifnya isu tertentu seperti contoh di atas, bisa jadi karena kita terlalu gatal untuk menjadi yang pertama menyebarkan.
Bisa jadi, berita yang belum tentu kebenarannya itu bisa mempengaruhi hidup seseorang, menghancurkan karir seseorang juga kelompok. Bukankah merupakan sikap yang sangat bijak jika kita memeriksanya terlebih dahulu apakah berita itu asli atau palsu alias hoax? Jika kita dengan mudahnya menyebar berita, broadcast, forward, retweet, dan ternyata berita tersebut terbukti aspal, kita bisa saja dicap sebagai penebar kebohongan.
Memang sih niatnya baik untuk memberi informasi, namun bisa saja informasi tersebut malah membuat kalut masyarakat. So, jika informasi itu belum tentu kebenaranmya, jangan gatal untuk broadcast.
Lalu, bagaimana supaya kita dapat mengindikasikan sebuah berita itu hoax? Berikut ini cara paling mudah seperti yang saya tukil dari selasar.com.
☆Cara yang paling mudah mengenali ciri-ciri berita hoax adalah dengan membaca secara cermat dan menyeluruh pada setiap bangunan kata dan kalimat yang disusun.
☆Berita hoax biasanya pertama kali didistribusikan melalui email, mailing list, forum, blog, facebook, yang kemudian disebarluaskan via twitter.
☆Isinya bertentangan dengan logika umum dan ilmu pengetahuan atau terdapat kontradiksi dengan fakta yang sudah umum diketahui.
☆Menggunakan istilah yang terkesan ilmiah, yang memanfaatkan ketidaktahuan/keawaman pembaca.
☆Bangunan kalimat yang mendorong pembaca untuk menyebarluaskan pesan tersebut.
☆Sumber berita tidak jelas identitasnya.
☆Tidak ada link sumber untuk informasi yang dianggap penting.
☆Penulis yang baik pasti mencantumkan sumber ilmiah dalam tulisannya. Jika tidak dicantumkan sumber maka waspadalah terhadap keilmiahan artikel tersebut.
Setelah berita tersebut ditandai pada bagian-bagian yang dianggap janggal, bila dirasa hanya berdampak kecil atau sebagai hiburan saja, maka kita bisa menyetop penyebarannya pada kita. Tidak perlu menyebarluaskannya.
Ayo teman-teman, jangan mudah tertipu dan membagikannya ke sosial media. Bersikaplah kritis terhadap informasi yang diterima. Jangan bangga menjadi yang terdepan dalam menyebarkan informasi, bukannya dianggap terdepan, malah berpotensi berpotensi dijerat pasal UU ITE.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jangan Gatal Sebar Informasi"

Posting Komentar

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)