Dunia Lingga

Java Preanger Coffe, Bangkitkan Kejayaan Kopi Jawa Barat



Warna coklat mendominasi dinding dan sofa kafe yang terletak di Jalan Cisangkuy Bandung, Jabar. Saat memasuki kafe, aroma kopi seketika itu tercium. Terlihat pula kumpulan karung yang disusun rapi berisi varian biji kopi. Tertulis di karung tersebut, beberapa jenis kopi asal Jawa Barat seperti kopi dari gunung Malabar dan Patuha.

Adalah Java Preanger Coffe House, berambisi menjadi kafe kopi terbaik di Bandung. Ambisi ini dibuktikan pengelolanya Yahya Setiawan dengan cara menggandeng petani kopi dari sembilan gunung di Jabar dengan pembeli. Ia ingin agar kopi asal Jabar yang dahulu dikenal, kembali terdengar gaungnya.

“Sejarahnya, kopi Jabar terkenal seantero dunia. Untuk itu, salah satu caranya menggaungkan kembali preanger kopi dengan menggandeng petani lokal,”kata dia.

Adapun kelompok petani yang digandeng adalah petani dari Gunung Tangkubanparahu, Papandayan, Tilu, Cikuray, Patuha, Manglayang, Halu, Malabar dan Wayang.


Sementara jual beli kopi, kata dia, bisa dilakukan di kafe ini. Para petani kopi ini dapat bertransaksi dan berkumpul untuk saling bertukar pengalaman, terutama dalam urusan bagaimana menciptakan kualitas kopi terbaik.

Ia mengungkapkan, para petani dari berbagai gunung penghasil kopi di Jabar, menyerahkan produknya ke koperasi-koperasi setempat. Dari koperasi tersebut, pihaknya mendapatkan kopi yang berkualitas. Pelibatan petani ini bukan hanya dimaksudkan untuk mengangkat kopi Jabar, tetapi juga agar memperluas lapangan pekerjaan di Jabar.

“Kami juga memiliki klinik house yang dapat mengajari petani bagaimana caranya agar menghasilkan kopi dengan kualitas tinggi yang bisa diekspor keluar negeri,”jelas dia.

Kopi Jabar atau preanger coffee, kata dia, sebenarnya produk unggulan yang tidak jauh kualitasnya dengan produk luar negeri. "Sayangnya kopi Jabar kurang gaungnya karena minim promosi,"kata dia.

Sementara kafe yang baru tiga bulan dibuka ini menuai respons positif dari pengunjung dan tetamu. Bahkan, diakui Yahya sudah ada pembeli dari Jepang yang rutin mengkonsumsi kopi asal Jabar ini. Meskipun demikian, pembelian tersebut masih dalam skala kecil.

Yahya mengatakan, pengolahan kopi di kafenya itu tidak dilakukan secara manual. Pasalnya, untuk mendapatkan wangi dan rasa yang ideal, harus ada pengaturan suhu dan keadaan air. Mesin kopi, kata dia, masih sangat dibutuhkan agar tercipta kopi dengan citarasa tinggi.

Barista atau ahli kopi Java Preanger, Toto Hadisuwarno mengatakan, kopi yang baik adalah kopi yang dari keseluruhan prosesnya sesuai dengan standar. Misalnya, ketika panen kopi, hanya buah kopi yang berwarna merah yang diambil. Begitu pula saat penjemurannya yang jangan terlalu panas dan juga terlalu dingin.


“Ketika ditumbuk atau digiling, juga jangan sampai terlalu panas,”jelas dia.

Ia juga mengingatkan agar menyeduh kopi tidak dari dispenser. Karena, tingkat suhu dispenser dirasa kurang bagus untuk membuat kopi. Alhasil, banyak penikmat kopi yang merasa se’eul atau eneg setelah meminum kopi.

Berbagai macam jenis kopi disajikan Java Preanger Coffe House. Diakui Yahya, yang paling laris manis dipesan adalah Hazelnut Creambule dan Es Karamel Macciato.

Kafe ini juga masih memberikan promo menarik untuk tamu, diantaranya bebas menggunakan tempat baik untuk arisan atau pertemuan rutin lainnya. Diakui Yahya, semua lapisan masyarakat dapat masuk ke kafe ini.

Selain kopi, kafe juga menghidangkan pelbagai jenis makanan. Salah satu makanan yang sering dipesan adalah Mie Terapi. Mie ini terbuat dari daun yang tidak umum digunakan untuk bahan dasar mie seperti bayam atau caesim. Mie ini menggunakan daun marety yang bermanfaat untuk menyembuhkan maag, kolesterol, hipertensi dan gula darah.

“Proses pembuatannya sebenarnya sama, hanya bahannya yang berbeda dari mie-mie pada umumnya,”kata dia.

Harganya pun cukup terjangkau. Tamu hanya menggelontorkan Rp 20 ribu untuk satu porsinya. Mie ini juga, kata dia, dapat dipesan dan dibawa pulang. Sementara untuk harga kopi, juga dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp 20 ribu.

Selain itu, kafe ini juga menyediakan makanan wester dan Sunda. Inovasi-inovasi terus dilakukan. Terdapat perpaduan makanan ala barat dan Sunda. “Kami juga menonjolkan makanan Sunda seperti ayam begana dan karedok,”ungkap Yahya.

Adapun berbagai fasilitas pun diberikan oleh kafe ini seperti wifi, meeting room, infokus dan mampu menampung 50-60 orang. Ia berharap, kafe dengan mengangkat pangan asli Jabar dapat diterima masyarakat.

Ia berharap, kafe yang bermoto duduk enak makan enak pulang juga enak ini dapat mempromosikan rasa, bentuk dan ikon kopi Jabar.

"Pengunjung juga semakin banyak, terutama siang hingga sore hari,"jelas dia.

Ia pun akan melakukan terobosan dengan membuka kafe teh asal Jabar sehingga, kafe-kafe tersebut tidak hanya menjual produk tapi juga dapat mengangkat nikai kopi dan teh asli Jabar. Sementara ini, jelas dia, pihaknya akan mengikuti pameran di acara APEC Bali untuk mempromosikan kopi Jabar ke pembeli-pembeli luar negeri.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Java Preanger Coffe, Bangkitkan Kejayaan Kopi Jawa Barat"

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)