Dunia Lingga

Errin Ugaru Maksimalkan Potensi Bahan Lokal

Nama Errin Ugaru sudah tak asing di dunia fesyen muslimah. Karya-karyanya kerap tampil di layar kaca. Terutama setelah karyanya dipakai oleh raising star// Fatin Shidqia Lubis dalam sebuah ajang pencarian bakat televisi swasta tanah air.

Errin sebenarnya telah malang melintang di dunia fesyen sejak 15 tahun lalu. Ia bersama suaminya membuka bisnis distribution outlet (distro) yang hingga kini masih bertahan.  Perempuan yang lahir pada 21 Agustus 1980 ini terjun ke dunia fesyen dua tahun kebelakang karena ketidakpuasannya akan pakaian muslim yang tidak sesuai seleranya.

"Pakaian muslim cenderung monoton dan tua. Saya yang sudah berjilbab dari SMA ini terkadang kesulitan kalau ingin mencari jilbab dan pakaian yang sesuai selera,"kata Errin yang memunyai butik Errin Ugaru di Jalan Buah Batu No 62 Bandung.

Kecintaannya terhadap pakaian muslim mendorong Errin untuk berkarya. Bermodal hobinya menggambar, Errin mencoba untuk merancang busana muslim impiannya. Ternyata, hasil karyanya itu dilirik teman-teman pengajiannya. Sehingga pesanan pun semakin mengalir baik dari dalam dan luar kota.

Errin juga memaksimalkan jejaring facebook dan twitter guna memperluas market karya-karyanyanya. Ia mengaku, 80 persen pendapatannya diperoleh dari jual beli online dengan sistem reseller. Tak lupa pula, fasilitas seperti grup blackberry pun semakin ditekuninya. Errin pun senantiasa mengikuti beragam pameran baik di Bandung maupun luar kota seperti Jakarta.

Sumber inspirasi Errin untuk menorehkan karya datang dari mana saja bisa dari lingkungan sekitar, bahan pakaian hingga internet. Di awal pembuatan karya hijab curly yang melambungkan namanya, ia terinspirasi dari seorang anak yang berambut keriting.

"Saya melihat lucu juga kalau kerudung keriting-keriting begitu, akhirnya saya membuat model hijab curly,"kata Errin yang tergabung dalam perancang Muslim Wear Indonesia.

Karya-karya Errin berkonsep androgini atau cerminan feminim dan maskulin. Pakaian yang dirancang untuk wanita ini terkesan lebih 'gagah' daripada produk fesyen muslimah sejenis. Menurutnya, karyanya itu cerminan dari dirinya sendiri dalam hal kerja keras dan pantang menyerah.

"Wanita harus mampu berkarya dan menghasilkan sesuatu,"kata dia.

Hingga saat ini sudah puluhan desain yang dikeluarkannya. Mulai dari jenis blazer, coat hingga dress. Warna-warna yang dipakai Errin untuk karyanya adalah warna yang fleksibel untuk dipakai dan dipadupadankan. Bahkan, pakaian yang dibuatnya itu bisa dipakai untuk bekerja. Harganya pun variatif dari Rp 100 ribu hingga jutaan Rupiah.

Agar semua orang dapat menikmati karyanya, Errin mengusung dua label, yakni “Internal by Errin” yang ditujukan untuk kalangan menengah bawah. Sedangkan “Errin Ugaru” untuk kalangan menengah atas dengan hasil rancangan yang ekslusif dan terbatas.

Untuk label Errin Ugaru, ia menggunakan material kulit kambing yang biasanya dipakai untuk jaket pria. Terobosan ini dilakukan selain untuk inovasi, juga untuk mengangkat bulu domba garut ke ranah nasional dan internasional.

Meski kulit kambing terkesan kaku, dengan keahliannya Errin mengubah menjadi pakaian yang nyaman, mewah, feminim namun tetap syar'I. Adapun untuk label Internal by Errin, bahan yang digunakan adalah bahan yang nyaman untuk dipakai sehari-hari seperti sifon, katun street dan kaos. Meskipun menggunakan bahan yang sedikit berbeda, rancangannya sangat ciamik memadumadankan warna-warna terang yang berani seperti merah, kuning, hijau, dan lain-lain.

Perkembangan butiknya ini semakin menggeliat. Setiap hari ada saja produk Errin yang masuk ke toko-toko dan cabang di beberapa kota di Indonesia seperti Aceh, Makassar, Jakarta dan Jawa Barat. Menurut dia, permintaan paling banyak adalah dress dan coat yang satu set dengan jilbab. Dalam satu bulan, Errin bisa mengeluarkan 5-6 rancangan baru.

Di Bandung sendiri, bisnisnya ini bukan tanpa kendala. Ia mengaku, hampir semua reseller membuat pakaian sendiri, sehingga produknya menjadi kurang 'mantap' masuk di pasaran. Namun ia menganggap Allah yang mengatur rezeki dan manusia harus mengambil sisi positifnya.

"Ini berarti kita harus selalu berinovasi dan menelurkan hal-hal yang baru,"kata dia.

Terlebih sekarang berhijab menjadi sebuah tren. Sehingga permintaan selalu ada. Namun, ia meminta berhijab tidak salah kaprah karena tidak menutupi dada dan terkesan sangat ketat.

Untuk itu, ia selalu melakukan inovasi terbaru. Selain mengikuti Jakarta Fashion Week, di tahun 2014 mendatang Errin akan membuat sebuah gebrakan dalam rancangannya. Saat ini, kata dia, rancangan pakaian muslimah sedang berada di titik jenuh. Di tahun 2014 ia memerkirakan rancangan akan kembali ke pencarian jati diri. Sehingga, Errin akan mengusung tema tradisional terutama mengangkat kultur Sunda.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Errin Ugaru Maksimalkan Potensi Bahan Lokal"

Posting Komentar

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)