Dunia Lingga

Sedikit Review Tentang Film Life of Pi


 Saya sangat senang menonton film. Kali ini saya bahas tentang film Life of Pi besutan sutradara asal Taiwan, Ang Lee. Sebenarnya film ini sudah agak 'old'karena sudah dirilis sejak November lalu. Sedangkan di Indonesia, film ini baru hadir awal Desember di bioskop-bioskop tanah air.

Film berdurasi 127 menit ini dibintangi aktor asli India, Adil Hussains, Gerard Depardieu, Irrfan Khan, Rafe Spall, Shravanthi Sainath, dan Suraj Sharma. Film yang ditarik dari novel karya Yann Martel dengan judul yang sama ini menyajikan rona baru tak seperti yang tertulis di novel. Ada beberapa bagian yang ditambah ada pula bagian yang dikurangi.

Ang Lee mengadopsi beberapa gaya berbeda untuk subjek film, namun mengemas apik baik tata suara hingga tata bahasa. bentuk filmnya seperti cerita di dalam cerita. Diceritakan bahwa seorang penulis Kanada sengaja bertemu dengan seorang pria di Montreal yang bernama Piscine Molitor Patel (Pi). Penulis tersebut ingin mengetahui lebih jauh mengenai cerita tentang pengalaman Pi memercayai Tuhan. Pi dewasa adalah seorang guru filsafat dan dia menceritakan kisah nyata di hidupnya.

Pi adalah anak dari penjaga kebun binatang di Pondicherry. Film memiliki dua sentral karakter. Pi kecil diperankan oleh Gautam Belur dan Suraj Sharma saat remaja. Pi seringkali diejek oleh temannya karena namanya yang aneh.

Pi yang besar di India menjalani petualangan spiritual dalam mencari agama. Bahkan, saking penasarannya, Pi menjalani tiga agama sekaligus, Hindu, Kristen, Islam dan sedikit Yahudi. "Terimakasih Dewa Wisnu, kau telah mengenalkan aku pada Yesus,"kata Pi.

Pi kemudian terpesona oleh seekor harimau Bengal di kebun binatang ayahnya. Harimau itu tertangkap oleh pemburu Inggris, Richard Parker yang memanggilnya harimau itu Thirsty. Namun, nama harimau dan sang pemburu tertukar saat Pi dan keluarganya harus pindah ke Kanada karena krisis yang melanda India. Sedikit kisah cinta pertama Pi dan Pi harus rela berpisah dengan wanita pujaannya.

Ayah Pi membawa semua hewan penghuni kebun binatang untuk di jual di Kanada. Namun diperjalanan, kapal mengalami kerusakan dan karam. Pi seperti Noah, Crusoe, Prospero dan Job. Ia seketika menjadi satu-satunya orang yang hidup dan bertahan di sekoci kapal itu. Ia terombang ambing bersama binatang lainnya. Ada zebra, orang utan, hyena dan harimau.

Nah, disinilah petualangan Pi dimulai. Setengah dari cerita film mengenai cara bertahan hidup. Bagaimana Pi harus belajar untuk menaklukkan si harimau. Ang Lee sepertinya tahu betul teknik 3D dan digital sehingga semua terasa nyata. Terlebih saat Pi terdampar di pulau berbahaya. Suraj Sharma si pemeran Pi juga tampak apik berakting.

Pi juga harus melawan haus dan lapar di laut. Ia harus bertahan dari serangan harimau, bertahan dari badai. Kemudian bagaimana ia bertahan? dengan menangkap ikan sampai menadah air hujan. Setiap adegannya, saya seringkali 'jejeritan' takut akan keganasan si harimau. Ternyata, harimau berenang di laut sambil menuju anda karena kelaparan, jauh lebih seram dibanding hiu di film Jaws.

Namun, Pi akhirnya sanggup membuat harimau menurut padanya. sampai-sampai, si harimau Richard Parker seringkali 'tergantung' dengan Pi. Ada kalanya Pi menyerah. Selama 227 hari ia masih di tengah laut, terkadang dihantam badai. Tapi Tuhan selalu memberi kejadian-kejadian yang membuat Pi terus hidup dan memahami pesan yang Tuhan sampaikan.

Akhirnya Pi menceritakan kisah lain yang lebih masuk akal: tidak ada hewan buas dalam sekoci, melainkan empat orang yang selamat namun pada akhirnya saling bunuh demi bertahan hidup, hingga tersisa Pi seorang.  “Keduanya sama: saya menderita di tengah lautan dan akhirnya saya tetap hidup sampai sekarang. Anda tidak tahu mana kisah yang benar, tapi…. kisah mana yang anda pilih?” tanya Pi.

“Kisah dengan harimau dan lainnya, karena sangat luar biasa.”

“Begitu pun dengan Tuhan”


Secara keseluruhan, film ini sangaaat bagus. Tak terasa saya menontonnya selama 2 jam. Meski naskahnya sederhana, efek sinematografinya luar biasa man!  Visualisasi paman Pi yang berenang di sebuah kolam di Perancis, pemandangan kebun binatang, lampu-lampu yang berpendar ketika kapal Pi karam, keagungan matahari terbit, tarian paus yang berenang di lautan plankton bercahaya, hingga suasana mistis di pulau karnivora.

Ang Lee memang gaek banget dalam hal sinematografi seperti di film-film terdahulunya  Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000) dan Brokeback Mountain (2005). Apalagi kecanggihan komputer tampak benar-benar nyata. Binatang-binatang tampak nyata. Namun, ada sedikit kekurangan dalam film ini. Setengah bagian film membuat saya mengantuk karena bosan. Cerita di dalam cerita itu yang membuat saya gak terlalu antusias.

Meski begitu, banyak quotes bagus yang saya dapat dari film Life of Pi ini.

Santosh Patel: Kamu pikir harimau adalah temanmu? dia itu binatang, bukan teman bermain!
Pi Patel: Binatang punya jiwa. Aku bisa lihat di matanya ayah,... 

Pi Patel: Iman adalah rumah dengan banyak kamar.
Penulis: Tapi ada ruang untuk keraguan?
Adult Pi Patel: Oh banyak, di setiap lantai. Keraguan berguna, karena membuat iman tetap hidup. Setelah semua, Anda tidak bisa mengetahui kekuatan iman Anda sampai diuji.

Santosh Patel: kita akan berlayar ke luar negeri seperi Colombus
Pi Patel: Tapi Colombus berlayar untuk mencari India



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sedikit Review Tentang Film Life of Pi"

Posting Komentar

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)