Dunia Lingga

Warung Misbar Makan Sambil Nonton Layar Tancap


Pada era 1970 hingga 1780-an, para remaja Indonesia saat itu disuguhi beragam film yang menghibur. Sebut saja Catatan Si Boy, Warkop DKI dan film seperti Gita Cita dari SMA. Dahulu, karena bioskop belum banyak tersebar di Indonesia, mereka harus menonton di lapangan terbuka dengan satu layar di depan. Istilahnya layar tancap dan misbar pun muncul. Ya, jika gerimis para penonton membubarkan diri mereka masing.


Kini, generasi yang hidup pada zaman tersebut merasa rindu akan hal-hal tersebut. Tampaknya, hal inilah yang dijadikan peluang bisnis dari Warung Misbar di Jalan R.E Martadinata (Jalan Riau), Kota Bandung. Warung Misbar, warung yang mengusung konsep layar tancap 'modern' ini memberikan nuansa yang berbeda dari café-café atau tempat makan di Kota Bandung pada umumnya.


Pengunjung warung yang bersebelahan dengan Rumah Sakit Halmahera ini, di awal sudah disambut tiga poster film-film bertema film jadul yang sedang tayang atau yang akan datang. Namun ternyata, di dalam poster tersebut tercantum nama-nama makanan yang ada di café ini. Ketika beberapa langkah menjejakkan kaki ke dalam, petugas loket sudah mengembangkan senyumnya dan memberi tiket masuk, layaknya kita menonton bioskop.


Suasana era tahun 1970-an mulai terasa, bangku-bangku dan meja makan diatur sedemikian rapi. Beberapa meja dan kursi sengaja diatur mengelilingi layar besar yang memutar film Warkop DKI ketika Republika menyambangi restoran ini. Layar besar dan terbuka dengan 3x2 meter persegi itu dilengkapi dengan pengeras suara atau soundsystem yang dapat memanjakan para pengunjung.


Desain meja dan kursi dipoles seperti kayu using dan tua. Suasananya pun disulap seperti niansa alun-alun kota dan Pasar Bringharjo. Di sudut lainnya, warung minimalis menyediakan aneka rupa jajanan dan minuman. Kita juga dapat menemukan angkringan atau jongko seperti pedangan kerak telor, tahu gejrot dan dawet ayu.


Para pengunjung, tak hanya disuguhi makanan dan film-film nasional era tahun 1970 hingga 1980-an, tetapi juga gambar-gambar yang dipajang di dinding Warung Misbar, Sebut saja, profil Rano Karno, Rhoma Irama, Bing Slamet hingga Elvi Sukaesih terpampang di Warung Misbar ini. Dari masing-masing ditampilkan sejarah singkat mereka dan membintangi film apa saja.


Pengunjung bernama Lilis (29 tahun) yang datang bersama rekan kerjanya ini misalnya, sudah datang untuk kedua kalinya ke Warung Misbar. Ia mengaku diberitahu teman-temannya bahwa bukan saja makanannya yang enak, tetapi suasana juga dapat dinikmati bersama teman dan keluarga. "Dibanding dengan restoran lain saya kira Warung Misbar harganya relatif murah. Lilis juga mengaku akan kembali datang ke Warung Misbar untuk mencoba makanan lainnya.





Ada juga beberapa pengunjung yang mulanya ragu untuk masuk ke warung ini karena disangkanya sebuah bioskop. "Saya sangka ini khusus bioskop, tapi tempat makan. Konsep yang bagus ya, apalagi banyak film-film jadul yang biasanya hanya bisa dinikmati waktu Lebaran,"ungkap Nuraini (55 tahun) yang datang bersama sang suami.


Menurut Supervisor Warung Misbar, Ariyanto, tempat makan ini memang dari segi bisnis belum ada yang mengusung konsep 'layar tancap' ini. Tentunya, sasaran pengunjung adalah orang-orang yang ingin bernostalgia dengan masa lalunya. Namun, jelasnya, Warung Misbar ini sendiri bukan hanya dikhususkan untuk bernostalgia, tetapi juga memperkenalkan kepada generasi selanjutnya mengenai kehidupan anak muda pada zaman dahulu.


"Dengan begitu, sasaran tentunya dari semua kalangan, mulai dari anak muda hingga orang dewasa. Kami juga berpromosi dari sosial media dan dari mulut ke mulut,"ujar Ariyanto kepada Republika, Kamis (6/9). Konsep Warung Misbar ini, ujar Ariyanto, juga diambil dari adaptasi tempat jajanan dan makanan di Pasar Bringharjo.


Untuk koleksi film Warung Misbar ini sendiri dapat mencapai 20 film. Tetapi, ujar Ariyanto, film yang ditayangkan tidak penuh hingga selesai. Cuplikan film diputar selama dua sesi. Dari pukul 11.00 WIB hingga 14.00 WIB diputar cuplikan film-film Indonesia jadul. Sementara pukul 14.00 WIB hingga sore hari diputar film dokumenter Bandung tempo dulu. Malam hari kembali diputar film jadul, seperti yang dibintangi Bing Slamet, Benyamin S, ataupun Rhoma Irama.


Ariyanto mengatakan, pihaknya juga akan menambah koleksi film di Warung Misbar, sehingga pengunjung yang sering datang tidak merasa bosan. Namun begitu, ada beberapa film yang disensor dan diedit seperti film Warkop DKI. Selain itu, Warung Misbar ini tak hanya dapat digunakan untuk menonton film. "Bagi ibu-ibu atau siapapun yang ingin reuni dan melihat video atau foto jadul mereka, dapat ditampilkan disini,"ujarnya.

Sementara untuk angkringan atau biasa disebut jongko, jelas Ariyanto, pihak Warung Misbar memang sengaja menghadirkan para pedagang dari pinggir jalan yang tidak memiliki cabang dimanapun. Pedagang kerak telor dan es goyobod, jelasnya,  tidak dimintai uang untuk biaya tempat, tetapi harganya menyesuaikan dengan yang telah disepakati.


 "Misalnya, pedagang menjual kerak telor biasanya Rp 12 ribu, kami beli senilai harga yang sama, tetapi ketika pengunjung beli harganya menyesuaikan dengan naik beberapa ribu saja,"jelas Ariyanto. Ke depan, Warung Misbar juga akan menghadirkan pedangan bajigur dan makanan basah lainnya.


Mengenai harga, pengunjung tak perlu risau. Warung Misbar ini mematok harga menengah untuk setiap makanannya. Makanan dipatok harganya dari  kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 35 ribu. "Pengunjung juga bisa memesan setengah porsi makanan saja. Misalnya, pengunjung ingin macam-macam variasi tapi tidak terlalu banyak, kami bisa melayani itu,"ungkap Ariyanto.


Bagi anda pecinta kuliner yang penasaran akan tempat unik ini, Warung Misbar ini mudah dijangkau, karena berlokasi di kawasan Factory Outlet Jalan L.R.E Martadinata (Jalan Riau)."Kami buka dari pukul 11 siang dan tutup pada pukul 24.00. Hingga kini, Warung Misbar cukup digandrungi, sekitar  300 hingga 400 orang per harinya yang datang kemari. Mudah-mudahan ke depannya lebih banyak orang,"jelas Ariyanto.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Warung Misbar Makan Sambil Nonton Layar Tancap"

Post a Comment

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)