Dunia Lingga

Kuliner di Warung Gerimis Bubar



Makan memang lebih enak ditemani minuman dingin nan menyegarkan. Hal itu pulalah yang ditonjolkan oleh Warung Misbar di Jalan L.R.E Martadinata Kota Bandung ini. Es Haseum Misbar jadi pamungkasnya. Sebenarnya komposisi es ini sangat sederhana, yakni terdiri dari irisan nangka, strawberry, nata de coco dan butiran es batu.

Yang menjadi lebih menyegarkan adalah, sirup es ini bukan sirup biasa. Adalah air gula asam yang menjadi ciri khasnya. Air gula asam ini, kata Ariyanto, dapat memacu selera makan dan membyat badan menjadi lebih segar.

Selain bisa menikmati kesegaran Es Misbar, menu lain yang tak kalah seru yakni Es Selendang Mayang. Menurut Ariyanto, Selendang Mayang sudah ada sejak tahun 70-an. Ia kembali mengangkat minuman segar ini untuk melengkapi konsep jadul era 70-80-an yang diusung tempat makan tersebut.

Es mayang ini terbuat dari tepung hun kwe yang diberi pewarna alami dari daun suji dan daun pandan. Rasanya hampir seperti cendol namun dalam potongan yang lebih besar. Kuahnya diberi kuah santan dan gula merah. "Seperti goyobod, tapi bukan goyobod, bentuknya besar-besar. Ini makanan zaman dulu juga," ujarnya.

Selain dua minuman tersebut, terdapat pula minuman yang penamaannya tak kalah uniknya. Kenapa, karena sesuai dengan nama-nama koleksi film yang ada di Warung Misbar. Sebut saja Es Satria Bergitar, Es Nyi Iteung, Es Angling Dharma, Es Campur Naga Bonar dan Es Koboy Misbar.

Bukan hanya minuman yang disajikan, tetapi makanan tradisional yang sudah jarang dihidangkan di tempat makan juga ada disini. Misalnya saja Pecok Daun Ketel yang masak dari daun kecambah yang baru dipanen ditambah kemangi dan cabe-cabean layaknya karedok atau  biasa disebut pencok. Rasa pedasnya nya pun dapat membuat pengunjung kembali semangat beraktivitas.

Nisa (30 tahun) yang merupakan salah satu pengunjung Warung Misbar ini sudah datang ketiga kalinya. Nisa mengaku sangat menyukai Pencok Daun Ketel yang disajikan secara prasmanan itu. Begitu pula dengan pilihan nasi yang tak hanya nasi putih saja, tetapi juga tersedia nasi merah dan nasi liwet. "Semuanya enak, saya akhirnya ngajak teman-teman untuk datang kemari,"ujar Nisa yang bekerja menjadi pegawai negeri sipil itu.

Bagi Anda yang penasaran mencoba Es Haseum Misbar atau Pecok Daun Ketel, jangan lupa mampir ke Warung Misbar. Tak hanya makanan enak yang didapat, anda pun dapat menonton film-film nasional di era 1970 hingga 1980-an.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kuliner di Warung Gerimis Bubar"

Posting Komentar

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)