Dunia Lingga

Nikmatnya Punya Pengalaman Kuliah ke Luar Negeri

Ke luar negeri...impian yang belum kesampaian. Mau sekolah lagi, masih banyak syarat yang belum dipenuhi. Tapi, apa salahnya mencoba meningkatkan motivasi sekolah lagi..tentu dengan gratis..hehe. Misalnya mendengar berbagai cerita atau pengalaman seseorang yang pernah kuliah ke luar negeri dengan beasiswa. Hingga saat ini, saya masih senang mendengar dan mendengar. Ya, mungkin suatu saat nanti bisa menyusul orang-orang hebat tersebut.

Berbagai pengalaman dipetik para penerima beasiswa ke luar negeri. Pengalaman belajar dan tinggal di luar negeri akan memberikan banyak keuntungan dan nilai tambah dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif dan dunia usaha yang semakin mengglobal. M.Mujiburohman misalnya, harus merasakan iklim ekstrim di Kanada. Ia juga terkadang kesulitan jika bulan puasa tiba.

Ketika itu, puasa di Kanada di saat musim semi. Puasa yang dijalaninya hampir 17 jam. Di musim dingin pun ia pernah berpuasa selama 10 jam. Namun demikian, pengalaman itu justru dapat menjadi bahan cerita di Indonesia. Sementara mengenai makanan halal, pelamar beasiswa ke Kanada tak perlu khawatir.

 Restoran yang menyediakan makanan halal juga banyak di Kanada. Terkadang, ia memasak sendiri jika ada waktu luang. Beberapa makanan mentah pun dengan jelas disebutkan apakah itu halal atau haram.

Culture shock, kata Mujib, memang seringkali dialami para penerima beasiswa yang kuliah ke luar negeri. "Ada baiknya pelajari negara tujuan dan banyak berinteraksi dengan penduduk setempat,"ujarnya.

Adapula Aan Satriani, alumni Griffith University Australia, mengaku sulit memperoleh nasi. Ia juga pernah kesulitan menghapal rute transportasi di Australia. Namun, hari demi hari, perbedaan kultur itu dapat diatasinya dengan baik. Ada juga Rahmita Sari yang bersekolah di Saitama University Japan. Awalnya, ia tak merasa kesulitan menyesuaikan diri, namun ia harus berjuang estra keras karena saat itu ia sedang hamil.

"Hamil sambil kuliah dan suami di negara berbeda, itu pengalaman yang tidak terlupakan,"jelasnya. Untuk mengatasi hal itu, ia sering kali menginformasikan kondisi kehamilan pada supervisornya dan menjalin silaturahim yang erat dengan orang-orang Indonesia yang berada di sana. "Menjalin pertemanan dengan warga setempat dan selalu berkomunikasi dengan Foreign Student Office janganlah dilupakan,"ungkapnya.

Di saat hamil dan berada di luar negeri, Rahmita mengaku selalu tepat waktu untuk cek kesehatan dan berpikir positif dengan semua perubahan kesehatan selama kehamilan. Ia juga selalu membawa kartu identitas, kartu pelajar, kartu asuransi dan selalu memanfaatkan waktu akhir pekan untuk relaksasi dan rekreasi.

Pemerintah Jepang juga sangat mendukung warganya atau warga negara lain jika sedang hami. Pemerintah menyediakan cek kesehatan gratis selama sembilan bulan dan memberi bantuan biaya melahirkan senilai 380 ribu Yen. Jepang juga memberi kelas kehamilan gratis mengenai cara memasak makanan yang sehat untuk ibu hamil dan saat menyusui.

"Mulai dari berobat gratis, tunjangan setiap bulannya, dan bantuan pendidikan untuk anak-anak sekolah di TK hingga SMP,"ungkapnya.

Pengalaman berbeda dirasakan oleh, Chloryne Dewi, alumnus dari University of Nottingham Inggris. Ia mengaku dapat bepergian ke seluruh Inggris dengan murah. Proyek-proyek internasional dan kuliah umum dari berbagai narasumber acapkali dirasakannya. "Bertemu secara berkala dengan para duta besar dan alumni lain jadi pengalaman tersendiri kuliah di sana. Makanya, jangan takut mencoba dan berusaha,"ujarnya.

Pengalaman kuliah di luar negeri dari beasiswa dapat memberi kesempatan kita belajar tentang diri sendiri dan punya kesempatan untuk memikirkan ulang semua kepercayaan dan cara pandang.

"Pengalaman ini juga akan membuat kita mengeksplorasi berbagai hal yang telah menjadi bagian dari diri kita, yang nantinya akan membantum mengembangkan identitas individu. Selain itu, belajar di luar negeri tidak hanya akan meningkatkan nilai jual akademis dalam resume atau curiculum vitae (CV). Pengalaman berinteraksi dengan orang dari berbagai negara akan memberi nilai tambah juga di mata para perekrut karyawan,"katanya.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Nikmatnya Punya Pengalaman Kuliah ke Luar Negeri"

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)