Dunia Lingga

Bangkai Hijau itu Bernama Kopaja

Kopaja dan Fasilitasnya

Murah meriah namun menegangkan. Inilah kalimat yang mungkin merepresentasikan transportasi massal Jakarta, Kopaja. Kopaja singkatan dari Koperasi Angkutan Jakarta, adalah nama perusahaan yang menyediakan jasa transportasi angkutan umum berupa bus mini bercat hijau putih. Ketika kita berpergian menggunakan bangkai hijau ini, hati-hati bagi siapa saja yang baru mempelajari Kota Jakarta, jangan salah melihat nomor trayek yang disertai dengan tujuan trayek yang ada di kaca depan atau belakang bus. Karena salah-salah akan ke tersasar ke tujuan antah berantah *smirk*.

Harga memang tidak pernah berbohong. Hal ini dapat dirasakan dengan fasilitas yang dimiliki Kopaja. Jika kepanasan dan cuaca sedang mendukung, angin dapat kita rasakan dari luar jendela. Juga jika menginginkan sensasi roll coaster, tidak usah jauh-jauh ke Dufan atau TransStudio, karena Kopaja menyediakan fasilitas tersebut. Saya sempat berpikir, jika saya sedang hamil muda dan menaiki Kopaja, mungkin saya akan keguguran di jalan. Sigh.

Kopaja dan Supirnya

Ketika sedang lelah, saya melihat keluar jendela, kerlap-kerlip Jakarta setidaknya mengurangi sedikit kelelahan saya di tengah kemacetan Jakarta. Saya melihat ke depan sopir, terlihat stiker di belakang bangku Pak Sopir, bertuliskan: Awas, Mantan Pembalap! Oho, saya semakin diyakinkan bahwa memang para sopir Kopaja adalah para mantan pembalap. Aksi ugal-ugalan ini terkadang bahkan sering membawa musibah. Belum lama ini seorang siswi SMA yang sedang mengendarai motor ditabrak oleh bus ini. Kopaja...Oh Kopaja..

Jujur saya tidak tahu alasan mereka untuk ugal-ugalan dan mengebut di jalan. Mungkin sebungkus nasi adalah jawabannya. Siapa cepat dia dapat, siapa lambat dia lewat. Atau juga sebagai bagian dari harga diri di depan para supir lainnya? Entahlah, memikirkannya saja membuat saya semakin pusing.

Kopaja Vs Railbus

Because i dont know what to do, saya akhirnya memutuskan untuk membaca koran katika berada dalam Kopaja. Saya sampai pada berita mengenaiRailbus yang sudah diluncurkan di Kota Solo, saya tercengang. Revolusi kota ini sungguh signifikan dan menjadi pilot project bagi kota lainnya. Dengan adanya railbus, memungkinkan mobilitas penduduk Solo tanpa hambatan. Lalu saya menyadari keadaan saya, menaiki kopaja dan melihat kesemerawutan Kota Jakarta, kemudian saya membandingkannya. OH.MY. what the hell are u doing, Jakarta?? Usia Kota Jakarta adalah dua kali lipat usia Kota Solo, tetapi mengapa kau tidak tampak lebih dewasa?

Tampaknya memang ini bersumber dari pemimpin dan ummatnya. Masyarakat Kota Solo mempunyai pemimpin yang visioner dan masyarakatnya yang humanis. Maka perlulah Jakarta belajar dari Kota Solo, untuk belajar lebih bersahabat dan humanis. Tidak ada salahnya untuk belajar kepada yang lebih muda. Wallauhu'alam


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bangkai Hijau itu Bernama Kopaja"

Posting Komentar

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)