Dunia Lingga

Membebas Makna Ikhlas



Ikhlas, kata yang tak mudah dan selalu menyisakan tanya
dan kita adalah manusia
yang tak dapat tidak
suka menuliskan kebijakan-kebijakan kita

maka aku menuliskan kebijakan di atas air
menjadi gelombang kecil, kecil saja
di permukaan, meriak dan menghilang
lalu yang tampak hanya wajahku yang kehausan

atau terkadang kutulis ia di atas pasir
agar angin keikhlasan menerbangkannya jauh dari ingatan
agar ia terhapus, menyebar bersama butir pasir ketulusan
(diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang)

Teringat kisah nabi Ibrahim As. terbayang seorang lelaki yang menua sebagai rosul. Sepanjang bakti kepada Illahi, ia menanti. Sebuah penantian untuk memiliki pelanjut penganut agama Alloh. Sosok itu lama tidak dimilikinya. Harapan itu terus termaktub dalam dirinya, dalam doanya. Harapan itu tak pernah hilang. Hingga rambutnya memutih, penantian itu menuai hasil. Lahirlah Isma'il, seorang putra yang santun, sabar dan bijak.

Lalu bayangkan ketika sang ayah yang lama menanti, seorang ayah yang menyayangi Ismail, diperintahkan Alloh untuk meninggalkan bayi yang masih merah itu bersama ibunya di padang gersang. Alloh memerintahkan agar mereka berpisah. berpisah tanpa janji bertemu, ringankah bagi Ibrahim?Jawaban paling jujur adalah "TIDAK"

dan bayangkan pula ketika seorang ayah tak menyaksikan perkembangan putranya. Dan bayangkan pula ketika sang anak mencapai umur belasan, Ibrahim diperintahkan menyembelih Ismail dengan tangannya sendiri. dan itu adalah PERINTAH. Sesudah penantian ada kelahiran sekaligus perpisahan. Ringankah bagi Ibrahim? Jawaban terjujur adalah "TIDAK"

tapi dengan itu Ibrahim kita tuduh tidak ikhlas?alangkah lancang. Ibrahim ikhlas, sangat ikhlas. Dia adalah salah satu makhluk terikhlas di muka bumi. keikhlasan memang tak selalu tumbuh dari rasa ringan dalam melaksanakan perintah. ikhlas bisa saja tumbuh dari kerja-kerja berat mengalahkan diri. Pengorbanan, begitu kita menyebutnya.

ikhlas dibebaskan dari pasungan perasaan

"Berangkatlah baik dalam keadaan merasa ringan ataupun berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Alloh. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui" (QS AtTaubah:41)

Kata Salim A FIllah di Jalan Cinta Para Pejuang, "alangkah berharganya jika ikhlas tak dibatasi oleh kesan perasaan sesaat, ringan atau berat. Biarkanlah jikapun amalan kita terasa ringan, hingga kita menikmatinya, lalu melupakannya agar pahala yang ditetapkan tidak terusik lagi. dan biarkanlah pula jika amalan kita terasa berat. agar kita menghayatinya, dan berharap dari sisiNya.

"Dan ingatlah tatkala Rabb kalian memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepada kalian. Dan jika kalian mengingkari, sesungguhnya azabku sangat pedih' (QS Ibrahim: 7)

di jalan cinta para pejuang, ikhlas justru bermakna sebuah perjalanan. Perjalanan untuk menemukannya.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Membebas Makna Ikhlas"

  1. Sering di dengar. Arti dan maksud sudah hafal diluar kepala. Tapi gempuran hawa nafsu dan was-was setan menjadikan diri sulit meraih rasa ikhlas...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)