Dunia Lingga

Ketika bertemu menteri pertanian

Pagi itu tidak biasanya ada sms masuk, pagi-pagi, sekitar pukul 5. Aku membacanya pelan-pelan, “HARI INI KULIAH DI REKTORAT LANTAI 6, JAM 8, AKAN ADA DISKUSI BERSAMA MENTAN” . Aku baca kembali pesan singkat itu…Kuliah di rektorat? Kuliah apaan itu…
Ternyata hari itu dosenku, dosen luar biasa menurutku, ia mengganti kuliah kami dengan cara kami mengikuti diskusi dengan menteri pertanian dengan Topik SWASEMBADA PANGAN. Ampun…ketemu Pak Mentan…mimpi…(lebai)..
Kucocok-cocokkan pakaianku saat itu, sudah pas belum, sopan atau tidak…malu atuh kalau ketemu pejabat pakaiannya kayak gak niat kuliah. Akhirnya kupilih kemeja kotak-kotak merah, cantik sekali diriku (haahhaaa…fitnah). Setelah tertatih-tatih sampai rektorat –pagi-pagi pula – dan sempat tak percaya akan ada pejabat datang sepagi itu…aku kira itu hanya bagian dari departemen pertanian, staffnya gitu deh…tetapi aku salah kawan…akhirnya datanglah bapak Mentan kita itu. Pakaiannya kali itu rapi, ditemai rector IPB ia berjalan. Andai aku menjadi bagian dari orang-orang pintar itu. Fenomena ketika orang pintar berkumpul : LAPTOP MINI DI MANA-MANA (apakah itu cirinya??). Aku melihat dekan, ketua departemen, dosen-dosen sepuh (hehehe), juga perwakilan mahasiswa – termasuk aku dan kawan-kawan yang mengambil matkul itu – sudah stand by di kursi nyaman ruang senat akademik. Wah, kalau kursi kuliah kayak gitu, sepertinya aku sudah terlelap tidur…
Bapak mentan dalam seminar itu meluruskan mengenai apa itu ketahanan pangan, kemandirian pangan hingga kedaulatan pangan. Saat ini sebenarnya dimanakah posisi Indonesia, apakah benar sudah swasembada pangan?? Kenyataannya memang belum…heyyy….swasembada beras pun baru tahun 2008 ini, entah itu dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan atau tidak (wallahualam).
The best part nya adalah…dapat makanan euuyy…hahaaha…selain dapat ilmu dan informasi dari pak mentan…makanan adalah hal yang wajib diingat oleh mahasiswa. Ya secara makanan pejabat yang dikasih. Beuhh….beda deh..snacknya, juga makanan beratnya. Benar-benar itu hari menyenangkan sedunia.
HIKMAH:
1) Dahulu, waktu jaman orde baru, kalau pejabat datang, pengamanan dan iring-iringannya lebai…dari jarak sepuluh meter saja sudah tidak boleh dekat-dekat dengan sang bejabat, sekarang berbeda ceritanya, pak mentan bahkan hanya membawa beberapa ajudan dan ia layaknya orang biasa…gak ada yang namanya pengamanan super ketat yang konon jaman dulu sangat menggila
2) ayo pertanian Indonesia…majuuuuuuu…..
3) sesuatu yang namanya gratis pasti disukai banyak orang, khususnya mahasiswa
4) ada yang berubah ketika kita akan bertemu dengan seseorang yang kita hormati, mulai dari penempilan, perilaku dan gaya bicara. Dan ini terjadi teman…gak biasanya ia pakai kemeja, teman-teman pakai kemeja (walau gak semuanya)…ciee…Fajar tuh rapi abis ya jar…kan mau ketemu mentan…hwa..hwa…hwa……

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ketika bertemu menteri pertanian"

Posting Komentar

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)