Dunia Lingga

Tengadah Ke Bintang-bintang

Beri hamba kearifan

Oh, Tuhan

Seperti sebuah teropong bintang

Tinggi mengatas galaksi

Rendah hati di atas bumi

Bukankah manfaat pengetahuan

Penggali hakikat kehidupan?

Lewat mikroskop

Atau teleskop

Bimbinglah si bodoh dalam menemukan

Sebuah wujud maknawi

Dalam kenisbian sekarang….

Puisi itu dikutip dari buku “Tengadah ke bintang-bintang” karya Yuyun S. Suriasumantri yang menginspirasi awal mula essai ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia adalah makhluk yang sangat unik jika dibandingkan dengan makhluk lain.

Mengapa demikian? Jawabannya hanya satu, karena manusia diberi kelebihan oleh Allah sebuah pengetahuan.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa manusia selalu mengasah pengetahuannya? Mengapa manusia selalu ingin menambah pengetahuannya? Bukankah manusia sudah memiliki segalanya?

Di zaman serba modern ini, segala sesuatu bergerak serba cepat dan meluncur tak henti. Berbagai macam kejadian dan peristiwa berlangsung di dunia. Kenapa selalu ingin berpengetahuan? Karena manusia memenuhi pikirannya dengan pertanyaan, karena manusia selalu ingin tahu. Hal ini tentunya akan memberi tambahan kemampuan manusia untuk melakukan sesuatu yang berharga. Misalnya karena adanya pengalaman, maka pengetahuan pun muncul, tidak akan disangka lagi, dalam satu sisi manfaatnya begitu terasa. Terasa waktu dan zaman yang ada akan semakin sempit untuk menampung aktivitas dan kreatifitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Di sisi lain, dalam masa satu detik, banyak sekali pekerjaan luar biasa yang dilakukan dokter, antariksawan, penulis atau bahkan seorang tukang sapu.

Selain untuk memberi tambahan akan kemampuannya, menambah pengetahuan adalah perintah Allah, agar kita berusaha membaca KalamNya di alam semesta ini. Dengan otaknya, manusia dapat berpikir dan bernalar untuk mengumpulkan pengetahuan yang tersembunyi di alam ini. Hal ini tentu saja dunia dapat terpelihara dari segala kerusakan baik yang disengaja atau tidak karena dalam Al Quran Surat 58:11, Allah berfirman akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan yang berilmu di antara kita beberapa derajat.

Ketika wahyu pertama diturunkan untuk pertama kalinya pun, Allah menitahkan manusia untuk menambah pengetahuannya dengan membaca. Karena membaca adalah awal mulanya ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan keberhasilan manusia. Membaca di sini bukan hanya dari buku atau literatur saja, adanya keinginan kuat untuk “membaca” lingkungan khususnya akan memberi pengaruh yang luar biasa.

DEEP THINKING

Pernahkah kita berpikir bahwa kita tidak ada sebelum dilahirkan ke dunia ini?

Pernahkah kita berpikir mengapa bunga yang tumbuh dari tanah yang hitam dapat menghasilkan bau yang harum?

Pernahkah kita berpikir bagaimana nyamuk mengepakkan sayapnya dengan kecepatan sangat tinggi sehingga kita tidak mampu melihatnya?

Pernahkah?

Pertanyaan-pertanyaan tadi hanya sebuah contoh bahwa, mengapa manusia berpikir, untuk apa dan apa tujuannya?

Berpikir adalah keterampilan mengoperasikan melalui mana intelegen bertindak atas pengalaman. Berpikir adalah pengembangan ide dan konsep. Manusia berpikir adalah untuk mengembangkan pemikiran keilmuannya, mempertajam pengetahuannya agar menjadi sebuah ilmu pengetahuan yang mengandung kebenaran. Karena seseorang yang tidak berpikir berada sangat jauh dari kebenaran dan menjalani sebuah kehidupan yang penuh kepalsuan dan kesesatan yang mengakibatkan tidak akan mengetahui tujuan penciptaannya dan arti keberadaan manusia di dunia.

Namun, berpikir yang seperti apakah yang semestinya dimiliki manusia? Karena sayangnya kebanyakan manusia tidak menggunakan sarana berpikir sebagaimana mestinya, bahkan pada kenyataannya sebagian manusia tidak pernah berpikir.

Kami menelaah bahwa ilmu pengetahuan, teknologi, sains dan sebagainya akan menjadi sia-sia apabila manusia tidak mampu memberdayakan kemampuan berpikir kritis dan mendalam. Apabila kosongnya kemampuan berpikir dan tidak mengarah pada kemampuan nalar (reasoning power) dalam dirinya, maka manusia menjadi “terputus” dan kehilangan arah. Dengan kemampuan nalar ini pula seseorang dapat mencerna unsur-unsur penting yang ada pada alam ini.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tengadah Ke Bintang-bintang"

Posting Komentar

Terima kasih sudah memberi komentar di dunia lingga. Tabiik :)